King Mafia My Husband

King Mafia My Husband
Chapter 2


__ADS_3

Selama 7 tahun Kana berusaha keras untuk tamat dari sekolah dan memperoleh beasiswa untuk bisa masuk ke universitas idaman nya, walau harus dibully dengan mengatakan kalo Kana adalah anak seorang koruptor. Seakan sudah biasa Kana mendengar kata-kata itu yang sudah menjadi makanannya sehari-hari. Sambil kuliah, Kana pun mencari pekerjaan. Apa saja mau dilakukan Kana asalkan itu halal. Akhirnya Kana mendapatkan pekerjaan sebagai seorang barista merangkap pelayan di sebuah cafe dengan nama Coffee Prince. Walaupun pekerjaan tersebut sangat melelahkan, tapi Kana rela mengerjakannya karena ingin membahagiakan ibunya, Jade yang tanpa sepengetahuan nya sudah meminjam uang pada seorang rentenir yang merupakan mafia terkejam di kotanya.


"Nak, ada yang mau ibu bicarakan denganmu" ujar Jade saat anaknya tengah menikmati makan malamnya.


"Iya bu. Ada apa?" Tanya Kana memutar badannya menghadap sang ibu.


"Nak ... sebelumnya ibu mau meminta maaf sama Kana kalo ibu telah melakukan kesalahan yang mungkin sangat besar. Ibu ... ibu......."


"Ada apa bu? Ibu bicara saja. Jangan membuat Kana takut" tanya Kana pada Jade.


"Begini ... ibu berhutang besar sekali dengan seorang rentenir. Ibu pernah berjanji kalo ibu akan melunasinya setelah Kana menerima gaji. Tapi ibu tidak membayarnya dan ibu kembali berhutang lagi dengan rentenir itu. Total hutang ibu sekarang mencapai 100 juta" tangis jade.


"A-apa?! 100 juta? I-itu ba-banyak sekali bu. Kana kerja sampai beberapa tahun juga gak bakalan dapat angka segitu" kesal Kana.


"Ibu tahu nak. Maka dari itu ibu benar-benar meminta maaf sama Kana" sesal Jade.


"Gini saja bu. Kana akan menyicil hutang ibu sampai lunas dan Kana akan mencari uang tambahan" ujar Kana.


"Tidak nak. Rentenir itu bilang Kana gak perlu menyicil hutang ibu lagi, karena......"


"Karena apa bu?" Tanya Kana penasaran.


"Karena rentenir itu jatuh cinta pada Kana. Nama rentenir itu Mew" jawab Jade.


"Mew? Mew Suppasit? Mafia yang terkenal dingin, cuek dan kejam itu?" kaget Kana.


"Iya nak. Besok dia akan datang membawamu pergi" ujar Jade


Mendengar itu Kana pun berjalan gontai ke menuju kamarnya. Dia pun terduduk lemas di lantai kamarnya dan menangis keras. Kana menganggap kalo dia sudah dijual ibunya pada seorang rentenir yang dia sendiri pun tidak pernah melihat wajahnya. Tapi demi kebahagiaan sang ibu, Kana pun rela walau harus menikahi rentenir itu.


"Jade, dimana anakmu? Aku ingin bertemu" ujar Mew dengan suara baritone nya pada Jade.


"Tu-tuan ... pagi sekali tuan kesini. Se-sebentar akan aku bangunkan anakku Kana dulu" jawab Jade yang hendak keatas tapi ditarik Mew.


"Tidak usah. Biar aku saja. Kamu hanya cukup tunjukkan dimana kamarnya" ujar Mew.


"Ba-baiklah. Tuan naik keatas, kemudian belok kiri. Ruang ketiga itu kamar tidur Kana" jawab Jade yang memberi arahan pada Mew dimana kamar tidur Kana.


Mew pun naik keatas, sementara anak buahnya yang lain berjaga-jaga dibawah. Seperti arah yang ditunjukkan Jade, akhirnya Mew pun menemukan kamar Kana dan saat masuk Mew melihat kalo Kana tengah tertidur di lantai dengan posisi tengkurap. Mew pun mengangkat tubuh Kana dan kaget saat mendapati tubuh Kana sangat panas. Mew pun langsung membawa tubuh Kana menuju rumah sakit.


"Tuan, ada apa dengan anakku?" Tanya Jade saat melihat Mew membawa tubuh Kana keluar dari rumahnya.


"Jade, ibu seperti apa kamu ini. Anak demam masa kamu gak perduli?" maki Mew pada Jade yang membuatnya kaget.


Mew pun membawa tubuh Kana masuk ke mobil menuju rumah sakit. Dalam perjalanan Mew menelepon Krist yang merupakan dokter sekaligus sahabatnya untuk menyiapkan ruang UGD untuk orang yang akan dia bawa tersebut. Sampai di rumah sakit, Krist telah menyiapkan semuanya dan membawa Kana masuk ke ruang UGD. Setelah hampir 40 menit, Krist keluar mengabarkan kalo Kana hanya stress sehingga menjadi demam. Mew pun lega.


Tak berapa lama Kana sadar dan terlonjak kaget melihat orang yang tak dikenalnya berada di samping tempat tidurnya. Mew pun ikut kaget, tapi setelah itu dia pun bisa meredamnya.


"Si-siapa kamu?" Tanya Gulf yang melonjak kaget.


"Aku Mew. Sekarang kamu sudah menjadi milikku. Kamu tahu kalo kamu lagi sakit. Jadi sekarang istirahatlah. Setelah kamu sembuh, aku akan membawamu kerja dirumahku" ucap Mew sambil memotong buah untuk Kana.

__ADS_1


"Mew ... Mew Suppasit?" Kaget Kana.


"Tidak usah kaget seperti itu. Aku ini bukan seperti yang dikatakan orang-orang kalo aku ini orang yang kejam" ujar Mew.


"Aku berada di rumah sakit....."


"Karena kamu sedang sakit. Kamu stress sampai jadi sakit. Katakan padaku apa kamu sakit karena kamu dijual ibumu padaku?" Tanya Mew.


"Ya ... begitulah" jawab Kana.


"Kamu dijual padaku juga tidak gratis. Kamu harus kerja dirumahku mengurus adikku yang sedang cacat" ucap Mew.


"Adikmu cacat kenapa?" Tanya Kana mendekati Mew.


"Kecelakaan dan sekarang lumpuh" jawab Mew.


"Jadi tugasku hanya....."


"Hanya memberinya makan dan mengurus segala kebutuhannya. Kalo bisa bantu dia untuk berjalan" ujar Mew.


"Hanya itu?" Tanya Kana.


"Hanya itu. Memangnya kenapa?" Tanya Mew kembali.


"Kamu tahu kalo aku juga mempunyai pekerjaan sebagai barista dan kasir di coffee prince dan aku......"


"Lanjutkan pekerjaanmu disana. Aku tidak akan mengganggunya" jawab Mew.


"Aku mengambil shift siang sampai malam jam 10. Bagaimana dengan adikmu?" Tanya Kana.


"Deal" ujar Kana


Jujur saja saat itu Mew yang baru melihat Kana langsung jatuh cinta dengan kemanisan seorang Kana dan menginginkan Kana sepenuhnya menjadi miliknya.


1 minggu setelah itu, Kana pun keluar dari rumah sakit setelah keadaannya membaik. Tapi Kana sangat sedih karena tidak mendapat kunjungan dari sang ibu.


"Kana terlihat sedih. Ada apa?" Tanya Mew.


"Tidak tuan" jawab Kana seadanya.


"Jangan panggil tuan. Kalo kita lagi berdua panggil nama saja" ucap Mew.


"Tapi kan Kana dijual ibuku pada tuan dan sudah seharusnya kalo Kana manggil dengan sebutan tuan" jawab Kana.


"Aahhh ... baiklah manis. Apa katamu saja" jawab Mew yang membuat hati Kana berdetak tak karuan.


Sesampainya di mansion, Mew menyuruh Joe membawakan koper Kana ke kamarnya yang akan dia tempati tepatnya di sebelah kamar Mew yang berseberangan dengan kamar adiknya, Perth. Mew pun mengetuk kamar Perth kemudian masuk.


"Perth, ada yang ingin p' kenalkan padamu" ujar Mew sambil duduk di samping kursi roda Perth.


"Siapa lagi yang mau kak Mew kenalkan?" tanya Perth menatap tajam pada kakaknya.

__ADS_1


"Dia sangat polos dan baik hati. Juga sangat friendly. Kalian pasti cocok" jawab Mew.


"Apa dia bisa membantuku untuk berjalan? Jika dia bisa melakukan itu, aku janji akan melakukan apa saja untuk dia dan kak Mew" janji Perth.


"Benarkah? Kamu akan melakukan apapun termasuk membantu kakak di perusahaan?" Tanya Mew.


"Iya. Apapun itu, kecuali membunuh" jawab Perth.


"Ya tentu saja tidak mungkin kakak menyuruh kamu untuk membunuh. Kakak juga gak mau kalo kamu masuk penjara nantinya" ujar Mew.


"Siapa dia?" Tanya Perth.


"Namanya Kana. Dia dijual ibunya pada kakak karena ibunya berhutang ratusan juta pada kakak" jawab Mew.


"Kasihan sekali. Boleh aku bertemu dengannya?" Tanya Perth.


"Tentu saja. Nanti makan malam turunlah. Oh ya, dia akan mengurusmu Sabtu dan Minggu saja karena dia juga bekerja sebagai barista di cafemu" ujar Mew.


"Oh ya? Nanti akan kutanya pada pekerja yang lain. Dia mengambil shift pagi ato shift siang?" Tanya Perth mulai penasaran.


"Sepertinya shift siang. Soalnya dia selalu pulang jam 10 malam" jawab Mew.


"Baiklah. Nanti malam aku mau bertemu dengan Kana" ucap Perth dengan wajah sumringah yang sedikit membuat Mew kaget. Pasalnya Perth tidak pernah tersenyum jika Mew membicarakan seseorang.


"Kenapa tidak sekarang saja? Dia sedang berada di kamarnya yang berseberangan dengan kamarmu" tanya Mew.


"Boleh juga" jawab Perth yang kemudian dibantu Mew untuk mendorong kursi rodanya dan membuka pintu kamarnya.


Tok ... tok ... tok


"Tuan Mew ... ini..."


"Ini adikku, Perth yang akan kamu urus nanti Sabtu dan Minggu" jawab Mew.


"Perth? Barista terkenal yang selalu digilai para wanita dimana saja? Terus .. terus Perth yang katanya juga pernah membuka cafe itu kan? Nama cafenya .........."


"Coffee Prince*" jawab Mew.


1


2


3


4


5


"Bentar .. bentar. Tadi tuan mengatakan apa? Coffee Prince?" Tanya Kana tak percaya.


"Iya. Coffee Prince" jawab Mew.

__ADS_1


"Ja-jadi adik tuan Mew pe-pemilik ca-cafe tem-tempat Kana bekerja?" Tanya Kana tergagap.


"Iya. Perth pemilik cafe Coffee Prince , tempat Kana bekerja" jawab Mew yang membuat mulut Kana menganga saking kagetnya.


__ADS_2