King Mafia My Husband

King Mafia My Husband
Chapter 20


__ADS_3

Pertanyaan yang dilontarkan kepala panti pada membuat Manaow hanya tersenyum nyengir dan berlalu pergi. Kepala panti yang sudah mengetahui apa arti senyum nyengir yang diberikan Manaow, hanya menggelengkan kepalanya dan membereskan piring makan Manaow.


'Lalu soal Kana ... apa kamu akan memenjarakannya dengan tuduhan penganiayaan pada Jade?' pertanyaan yang dilontarkan kepala panti itu terus menggema dalam otak Manaow dan dia pun memberhentikan mobilnya di pinggir.


"Ma, kenapa kamu menanyakan pertanyaan tak penting seperti itu padaku? Kamu bahkan sudah tahu jawabannya. Hmmm..." ujar Manaow menghela nafasnya dengan kasar.


Drrttt ... drrrttt ... drrrttt


"Apa? Kuharap berita itu penting karena moodku saat ini sedang jelek." kesal Manaow.


"........"


"A-APA?! DIA COLLAPSE? DIMANA DIA SEKARANG?" teriak Manaow.


"......."


"Baiklah. Aku segera ke rumah sakit sekarang." ucap Manaow yang langsung mematikan hp nya dan langsung menuju rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit telah menunggu anak buahnya yang lain di depan ruang ICU.


"Boss.." panggil keduanya.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Manaow.


"Keadaannya sempat collapse tadi. Terus denyut jantungnya sudah tidak ada. Tapi bisa diselamatkan kembali berkat usaha dokter Ann." jawab Jaa anak buah Manaow.


"Syukurlah. Dia tidak boleh meninggal karena selain dia adalah saksi kunci, dia juga adalah orang yang paling kusayang dan paling dekat denganku." ucap Manaow.


"Boss tidak mau masuk?" tanya Fiat.


"Baiklah. Kalian pulanglah ke rumah dan berkencanlah. Aku tahu gegara kasus ini kalian tidak punya untuk berkencan. Oh ya, besok pagi sebelum ke kantor, kalian mampir dulu ke panti sosial untuk melihat keadaan Jade." pinta Manaow.


"Baik boss. Kami pulang dulu." pamit keduanya.


"Baik." jawab Manaow sambil masuk ke ruang ICU.


Masuk ke dalam ruang ICU setelah mengganti baju, Manaow menuju ranjang seorang wanita tua, memegang tangannya sambil mencium kening yang berkerut. Manaow pun duduk di samping ranjang wanita tua itu sambil menangis sejadinya.


"Ibu, kumohon jangan meninggalkanku begitu saja. Apa ibu tahu kalo orang yang ibu sayangi dan cintai sudah ada di kota ini? Dia sudah datang, ibu. Cepatlah sadar. Kumohon." tangis Manaow.


Tangisan Manaow dan orang yang disebutkan Manaow barusan membuat wanita tua itu sedikit menggerakkan tangannya. Manaow pun memanggil dokter dan hasil pemeriksaan cukup membuat para dokter kaget. Karena pasien berusaha untuk sadar setelah bertahun-tahun lamanya koma.


"Manaow, apa yang kamu katakan padanya sehingga dia seperti itu?" tanya dokter Ann.


"Aku hanya katakan kalo orang yang dia cintai dan sayangi sudah ada di kota ini. Hanya itu." jawab Manaow.


"Kana? Dia sudah ada disini? Kamu tidak sedang bercanda kan?" kaget Ann.


"Ann, aku tidak mungkin bercanda dengan hal seperti ini. Kana memang sudah ada di kota ini." ujar Manaow.

__ADS_1


"Bagaimana keadaannya? Apa dia masih bersama si pelakor Jade itu?" tanya Ann bersemangat.


"Tentu saja. Jade kan ibu sambungnya yang membesarkan dia. Tapi ada 1 hal yang membuatku tidak mengerti." jawab Manaow.


"Apa itu?" Tanya Ann.


"Kamu tahu, dia membawa Jade ke kota ini dan sepertinya Jade mengalami penyiksaan yang sepertinya dilakukan oleh Kana." jawab Manaow.


"Memangnya apa yang dilakukan Kana?" tanya Ann.


"Di sekujur tubuhnya ada luka melepuh seperti siraman air panas" jawab Manaow.


"Apa kamu yakin yang melakukan itu adalah Kana? Karena menurutku Kana adalah anak yang baik dan penurut. Kamu tahu, setelah ayahnya meninggal ingin sekali aku mengadopsinya. Tapi Jade mengatakan kalo Kana masih punya ibunya yang siap membesarkannya. Maka dari itu aku berpikir benar juga. Makanya aku tidak berpikir untuk mengadopsinya lagi." ujar Ann.


"Jade mengatakan kalo yang melakukan itu semua adalah anaknya sendiri dan dia menyebut nama anaknya Kana." jawab Manaow.


"Apa Kana melakukan itu karena dendam?" tanya Ann.


"Entahlah. Aku tidak tahu. Aku jadi makin pusing memikirkannya. Apalagi tadi mama menanyakan apakah aku akan memenjarakan Kana atau tidak." jawab Manaow.


"Manaow, aku rasa kamu harus bertemu langsung dengan Kana dan menanyakan perihal apa yang terjadi setelah dia pindah ke Bangkok." ujar Ann.


"Itu sudah pasti, Ann. Hari sabtu ini aku akan ke rumah ibunya." jawab Manaow.


"Baguslah. Tapi bagaimana jika penyiksaan itu benar-benar dilakukan oleh Kana bagaimana?" tanya Ann.


"Entahlah. Mungkin aku harus menyelidiki apa penyebab Kana melakukan itu." jawab Manaow.


"Ya. Aku berpikir juga begitu. Tapi setidaknya untuk saat ini aku sudah tenang karena dia sudah mendapatkan pasangan yang benar-benar mencintainya." jawab Manaow.


"Oh ya? Siapa dia?" tanya Ann dengan mata berbinar.


"Dari keluarga Jongcheveevat." jawab Manaow.


"Bukankah keluarga Jongcheveevat adalah pengusaha terkenal di Bangkok?" tanya Ann.


"Iya. Kana berhubungan dengan anaknya, Mew." jawab Manaow.


"Oh. Semoga mereka berbahagia." doa Ann.


"Ya. Aku juga berharap seperti itu. Lalu soal ibu bagaimana? Kapan dia akan sadar?" tanya Manaow.


"Kenapa? Kamu sudah tidak sabar untuk menginterogasi nya?" canda Ann.


"Bukan begitu. Aku......"


"Aku tahu. Aku hanya bercanda. Hahahhaha.." tawa Ann yang membuat Manaow makin kesal.

__ADS_1


"Kamu akan menemaniku sabtu ini kan untuk pergi menemui Kana?" tanya Manaow.


"Pasti sayang. Aku juga mau melihat Kana. Setahuku sewaktu dia masih kecil sangat ganteng. Kira-kira sudah besarnya dia akan makin ganteng seperti papanya gak ya." pikir Ann.


"Dia sudah ada yang punya, Ann. Seorang mafia. Jangan pernah berpikir untuk merebutnya ato kamu akan dibunuh secara diam-diam." jawab Manaow.


"Tentu saja aku tidak akan berani, Manaow. Aku juga sangat menyayangi nyawaku." ucap Ann.


"Bersiaplah. Aku akan menjemputmu di rumah." pinta Manaow.


"Siap komandan." ujar Ann seraya memberi hormat.


Sementara Mew yang berada dirumah Kana sedang memasakkan makan malam untuk kesayangan nya itu.


"Sayang, ayo kita makan malam." panggil Mew pada Kana yang sedang duduk di depan tv.


"Sebentar p'. Aku lihat berita ini dulu." jawab Kana.


"Sayang, bukankah sudah p' katakan kalo Jade sudah berada di panti sosial. Apalagi yang kamu mau dengar dari berita di tv?" tanya Mew.


"Apakah polisi tidak menyelidikinya?" tanya Kana.


"Soal itu p' tidak tahu. Kalo kamu mau, p' akan menyelidikinya. Sekarang ayo kita makan." pinta Mew sambil menarik Kana ke ruang makan.


"P' Mew..." rengek Kana.


"Sekarang duduk dan makanlah." pinta Mew mendudukkan Kana di kursi.


"Hmmmm ... apa menurut p' aku bisa makan setelah mae masuk ke panti sosial?" ujar Kana.


"Menurut p', secara tak sadar kamu takut didatangi polisi sampai kamu gak bisa makan dan tidur." jawab Mew.


"P', jangan berterus terang seperti itu." kesal Kana.


"Apa yang p' bilang tidak salah kan." jawab Mew.


"Izzz ... p' Mew mengesalkan!!" kesal Kana.


"Kana, apa kamu tidak ada rencana membawa p' untuk jalan-jalan di kota ini?" tanya Mew.


"Kota ini sudah banyak berubah, p'. Aku juga seperti tidak mengenal kota ini lagi." imbuh Kana.


"Waktu datang kesini p' melihat ada night market. Bagaimana kalo besok malam kita kesana?" tanya Mew.


"Baik p'. Aku juga sudah lama tidak kesana." jawab Kana.


Selesai makan malam Mew dan Kana pun beristirahat sampai besok menjelang. Seperti yang sudah dijanjikan Kana pada Mew kalo dia akan membawa Mew ke night market untuk makan malam. Disana juga ada Manaow, Ann, Fiat dan Jaa yang sedang makan. Jaa pun membisikkan pada Manaow soal kehadiran Mew yang membuat Manaow mendongak kan kepalanya dan kaget saat melihat Kana.

__ADS_1


"Selamat malam tuan Mew, Kana." sapa Manaow.


"Malam Manaow" sapa Mew kembali.


__ADS_2