King Mafia My Husband

King Mafia My Husband
Chapter 19


__ADS_3

"Aaahhhh ... panas Kana. Hentikan .. mama mohon." mohon Jade pada Kana.


"Baiklah ... baiklah. Aku akan mengambilkan handuk untuk mae. Sebentar Kana akan kembali." ucap Kana pergi mengambil handuk di kamar.


Kepergian Kana untuk mengambil handuk, membuat Jade berpikir untuk lari rumah dari rumah itu. Jade pun bangkit dari kursi dan mengendap-endap hendak keluar dari rumah itu. Beruntung bagi Jade karena pintu lupa dikunci oleh Kana. Jade pun keluar dari rumah itu dengan wajah sumringah. Sekarang tujuannya adalah kantor polisi.


Kepergian Jade dari rumah membuat Kana tersenyum. Karena Kana sudah tahu Jade akan ditemukan di kantor polisi terdekat. Kana pun melakukan aktivitas seperti biasanya sambil membuka tv menanti berita soal Jade.


Sementara Jade yang lari dari rumah dalam keadaan tidak memakai sandal itu pun mencoba untuk mencari kantor polisi terdekat agar bisa melaporkan Kana dengan tuduhan penyiksaan. Jade pun mencoba bertanya pada orang sekitar, tapi mereka takut padanya karena melihat Jade seperti kucing yang kesiram air panas.


Jade pun mencari, mencari dan terus mencari sampai pada akhirnya dia menemukan kantor polisi terdekat. Dia pun masuk dan mengatakan apa yang terjadi padanya. Seorang wanita yang bernama Manaow telah menerima laporan nya dan menerima kasusnya. Jade pun sempat ditampung di panti sosial untuk sementara waktu.


Kasus penyiksaan yang dialami oleh Jade ini pun menjadi headline news di semua tv dan media cetak. Keberadaan Kana pun diketahui oleh Mew yang langsung berangkat menuju kesana. Dalam perjalanan kesana Mew menanyakan masalah yang menimpa Kana pada polisi setempat yang mengatakan kalo kasus ini telah diambil alih oleh seorang polisi wanita bernama Manaow. Mew pun menyuruh Perth menyelidiki latar belakang Samantha.


Sesampainya di rumah sederhana milik Kana, Mew pun merasa hatinya sangat merindukan sosok yang telah mengisi hari-harinya itu. Dia berjanji pada dirinya kalo dia tidak akan melepaskan Kana lagi. Apapun yang terjadi.


Tok ... tok ... tok


"Siapa?" tanya Kana


"......."


"Siapa sih? Apa mungkin polisi? Hmm ... ternyata mama bisa juga menemukan polisi." gumam Kana pada dirinya yang langsung pergi membuka pintu.


"Sayang.." panggil Mew dengan tangis yang tertahan.


"P' .... p' Mew..." panggil Kana dengan gagap.


"Sayang, akhirnya p' menemukanmu." peluk Mew pada Kana setelah menangkup wajahnya.


"P' da-darimana tahu ru-rumahku?" tanya Kana.


"Dari tv. Apa kamu tahu kalo Jade telah lari dari rumah dan menuju kantor polisi untuk melaporkanmu. Sekarang kasus ini telah ditangani oleh polisi wanita bernama Manaow." ujar Mew.


"Manaow? Manaow Melanie Akkineni?" tanya Kana.


"Kana mengenalnya?" tanya Mew.

__ADS_1


"Iya. Dia anak angkat ayahku. Sebelum meninggal ibunya menitipkan Manaow pada ayahku. Mama mengatakan padaku kalo aku dan Manaow adalah saudara angkat." jawab Kana.


"Apa ayahmu selingkuh dengan ibunya dan lahirlah Manaow?" tanya Mew.


"Tidak. Semua itu bohong. Ibunya Manaow tidak pernah selingkuh dengan ayahku. Aku tahunya saat kedatanganku kemari, aku bertanya pada warga yang kira-kira mengenal ibu Manaow. Mereka mengatakan kalo ibu Manaow memang dekat dengan ayahku. Tapi waktu itu ibu Manaow juga sudah menikah." jawab Kana


"Apa suaminya tidak marah saat mengetahui kedekatan istrinya dengan ayahmu?" tanya Mew.


"Tentu saja marah. Ibunya langsung diceraikan pada saat mengandung Manaow." jawab Kana.


"Tapi yang paling penting sekarang p' sudah menemukanmu dan p' akan mendampingimu dalam melalui kasus ini. Pengacara p' akan datang besok untuk membelamu." ujar Mew.


"Aku tidak perlu pengacara, karena Manaow sepertinya juga tidak begitu serius dalam menangani kasus ini. Menurutku dia juga sama sepertiku mau bermain dengan mama." jawab Kana nyengir.


"Apa Manaow begitu dendam pada Jade?" tanya Mew heran.


"Tentu saja. P' bayangkan saja kalo mama telah memfitnah ibunya Manaow telah selingkuh dengan ayahku dan Manaow adalah anaknya. Gegara itu rumah tangga mereka berantakan. Ayahnya Manaow menceraikan ibunya saat itu juga dan pergi meninggalkan mereka. Saat itu ibunya Manaow sedang hamil dan akan segera melahirkan." jawab Kana.


"Reaksi ayahmu bagaimana?" tanya Mew.


"Tentu saja ayah sangat marah. Tanpa memperdulikan gosip orang, ayah langsung membawa ibunya Manaow ke rumah ini untuk tinggal bersama ibu kandungku sampai melahirkan Manaow." jawab Kana.


"Baik. Kami seperti kakak beradik. Manaow tinggal disini sampai ibuku meninggal. Setelah ayahku meninggal, mama telah mengusir mereka keluar dari rumah ini. Sejak saat itu aku sudah tidak punya hubungan lagi dengan Manaow." jawab Kana.


"Bagaimana kalo sekarang p' mempertemukanmu dengan Manaow?" tanya Mew.


"Tidak p'. Jangan. Aku takut...."


"Apa yang kamu takutkan sayang?" tanya Mew sambil memegang tangan Kana.


"Hubungan kami sudah menjauh. Sekarang mendadak dipertemukan ..... rasanya......"


"Pasti akan kaku bukan?" tanya Mew.


"Iya p'. Sekarang setelah aku tahu Manaow sudah menjadi orang hebat, aku sudah tenang. Setidaknya aku tidak akan mengkhawatirkan nya lagi." jawab Kana menunduk yang membuat Mew merengkuh tubuh Kana dalam dekapannya.


Sementara Jade yang berada di panti sosial, memang diurus dan dirawat dengan sangat baik oleh kepala panti atas perintah Manaow yang tiap malam selalu datang kesana.

__ADS_1


"Ma, bagaimana luka lepuhnya?" tanya Manaow saat mampir untuk makan malam di panti sosial.


"Sudah agak membaik. Masih ada luka-luka yang lain di tubuhnya." jawab kepala panti.


"Hmm ... sepertinya keadaan jiwanya juga tidak bagus ya." ucap Manaow.


"Benar. Agak terguncang." jawab kepala panti.


"Baru kali ini aku melihat keadaan jiwanya terguncang. Aku rasa dia sudah mendapat batunya." ucap Manaow.


"Iya. Manaow, mama gak mengerti kenapa kamu mau menampungnya?" tanya kepala panti.


"Jika saatnya tiba, mama juga akan tahu sendiri." jawab Manaow.


"Dan mama rasa itu bukan hal yang baik." ujar kepala panti nyengir.


"Sudah malam ma. Aku pulang dulu." ucap Manaow.


"Manaow, kamu tidak mau menemui Kana? Mama dengar kalo dia sudah berada di kota ini." tanya kepala panti.


"Nanti juga ketemu ma. Yang kudengar kalo Kana sekarang sudah mendapatkan pasangan yang benar-benar mencintai dia." jawab Manaow.


"Oh ya? Siapa dia?" Tanya kepala panti.


"Dari keluarga Jongcheveevat. Gembong mafia terbesar di Bangkok." jawab Manaow.


"Bukankah dulu kamu pernah menerima tugas menyelidiki dia?" tanya kepala panti.


"Iya. Tapi aku tidak menemukan kesalahan apapun pada dirinya. Semua yang dia lakukan bersih dan ada izin nya. Makanya aku menutup kasus itu dan menyelidiki kasus kecelakaan paman Thiwat." jawab Manaow.


"Ada perkembangan?" tanya kepala panti.


"Sudah ada titik terang. Semua itu berhubungan dengan Jade. Bukti masih kukumpulkan." jawab Manaow.


"Dasar gila wanita itu. Suaminya sendiri dia celakai hanya untuk mendapat harta." kesal kepala panti.


"Menurutku dia sudah dibutakan harta, ma. Makanya jadi begitu." jawab Manaow.

__ADS_1


"Lalu soal Kana ..... apa kamu akan memenjarakannya dengan tuduhan penganiayaan pada Jade?" tanya kepala panti.


__ADS_2