King Mafia My Husband

King Mafia My Husband
Chapter 16


__ADS_3

"Kak, kita ke rumah sakit?" Tanya Perth yang melihat Mew kesakitan.


"Ti-tidak Perth. Ba-bawa saja aku pulang" jawab Mew.


"Tapi kak......"


"Perth, kumohon bawa aku pulang" mohon Mew.


"Baiklah. Sampai di mansion aku akan mengeluarkan peluru itu kak." Jawab Perth.


Sesampainya di mansion, Mew yang sudah dalam keadaan lemas hanya bisa dibopong Perth menuju ke kamarnya. Perth yang melihat kekagetan di wajah mereka langsung mengatakan kalo sedang Mew demam dan meminta mereka mengambilkan sebaskom air dan lap yang bersih.


Di kamar Mew ditidurkan dan Perth langsung membuka baju Mew. Perth menyiapkan pisau yang selalu ready di kantongnya, kemudian dibakar dengan api dan siap untuk dioperasi. Maid yang lain juga membawakan sesuai dengan permintaan tuannya dan Perth mengunci pintu kamar.


"Kak sudah siap?" Tanya Perth.


"Sudah. Tapi sebelum dilakukan, aku mau melihat apa yang dilakukan Kana pada Jade" jawab Mew.


"Baiklah" ucap Perth sambil mengambil laptop milik Mew dan mengutak atiknya. Terlihat disana kalo Kana sedang berada di dapur memasak dan terdengar suara Kana berteriak.


"Sayang ... a-apa yang ter-terjadi de-dengannya, Perth?" Tanya Mew.


"Mungkin tangannya teriris pisau. Kakak sudah siap?" Tanya Perth.


"Sudah. Lakukanlah" jawab Mew.


"Tahan sebentar kak." Ujar Perth yang disertai anggukan dari Mew.


Selama proses operasi mengeluarkan peluru, Mew terus memandangi Kana melalui CCTV yang dipasang oleh Kana sendiri. Melihat kegilaan yang dilakukan Kana pada Jade membuat Mew sangat mengasihani kekasihnya itu. Bahkan Mew berjanji dalam hatinya kalo dia tidak akan membuat Kana merasakan kembali apa yang dirasakannya di masa kecilnya itu.


"Kakak serius sekali memandang Kana seperti itu. Sampai tidak merasakan sakit sewaktu dioperasi tadi." ucap Perth yang sudah selesai mengeluarkan peluru dari perut Mew.


"Aku semakin mencintainya, Perth" jawab Mew sambil terus memandangi Kana.


"Kalo cinta, kenapa tidak melamarnya saja menjadi milik kakak?" Tanya Perth.


"Apa menurutmu dia mau menerima lamaranku?" Tanya Mew.


"Tentu saja mau. Lihat saja bagaimana dia jinak hanya dengan kakak saja. Kalo tidak dicoba, manatahu berhasil ato tidaknya" jawab Perth.


"Aku akan melamarnya jika misinya untuk membalas dendam sudah berhasil" ujar Mew.


"Maksud kakak sampai Jade mati. Gitu?" Tanya Perth.


"Gak Perth. Maksudku........."

__ADS_1


"Iya kak. Aku tahu. Ganbatte kak Mew" jawab Perth menyemangati Mew.


Setelah proses operasi selesai, Perth pun menuju ruang kerja Mew dan membawa dokumen untuk ditanda tangani Mew. Mendadak Mew dan Perth dikagetkan dengan pesan dari maid yang mengatakan kalo Kana datang dan sedang menunggu Mew di ruang tamu.


"Apa kakak mau bertemu kak Kana?" Tanya Perth.


"Aku harus menemuinya. Aku tidak mau dia tahu apa yang sebenarnya terjadi" jawab Mew yang bersiap memakai bajunya untuk turun ke bawah menghampiri kesayangannya.


"Halo sayang" sapa Mew sambil memeluk Kana.


"Kakak gak pa-pa bukan?" Tanya Kana berusaha melepaskan pelukannya.


"Maksud Kana?" Tanya Mew berpura-pura.


"Kana lihat di berita kalo mobil kakak ditembaki orang tak dikenal" jawab Kana.


"Jadi Kana datang karena melihat berita itu?" Tanya Mew merengkuh pinggang Kana.


"Iya. Tapi kakak gak terluka kan?" Tanya Kana kembali.


"Terluka. Bahkan sangat dalam" canda Mew.


"Dimana? Luka kakak sedalam apa?" Tanya Kana.


"Kak Mew..." malu Kana.


"Hahahhaha .... Kana sudah makan?" Tanya Mew.


"Sudah tadi di mansion" jawab Kana.


"Hmm ... bagaimana kalo Kana menginap saja disini untuk malam ini?" Saran Mew.


"Baiklah kak Mew ku sayang" jawab Kana.


"Ya sudah sekarang kita ke atas" ajak Mew sambil merengkuh pinggang Kana.


Sampai di kamar, Mew memberikan piyama Kana untuk diganti setelah Kana mandi. Setelah acara ritual mandi selesai, Kana menemukan Mew yang sudah tertidur dengan sangat lelap. Lalu Kana pun menuju tempat tidur dan melihat wajah Mew.


"Kenapa kak Mew baru hadir di hidupku dikala hatiku sudah penuh kebencian dan dendam pada Jade? Kenapa kakak bisa dengan mudahnya meruntuhkan dinding kebencian yang ada dalam hatiku? Kenapa kak? Kenapa?" Ujar Kana menangis dalam diam. Setelah puas menangis, Kana pun menyelimuti Mew dan dari balik piyama Kana melihat kalo Mew telah berbohong padanya. Luka itu adalah luka tembak.


"Kak Mew .. kak Mew .. KAK MEW...." teriak Kana.


"Ada apa sayang?" Tanya Mew dengan nada kuatir.


"Kakak sudah boongi Kana. Kak Mew jahat" kesal Kana.

__ADS_1


"Boongi Kana soal apa? Maksud Kana...."


"Itu luka yang di perut kakak kenapa?" Tanya Kana.


"Ini .. ini hanya luka biasa sayang. Aku gak pa-pa" jawab Mew membawa Kana ke pelukannya.


"Benar kakak gak pa-pa?" Tanya Mew.


"Benar sayang" jawab Mew mencium pucuk kepala Kana.


"Kakak janji gak akan meninggalkan Kana?" Tanya Kana.


"Gak sayang" jawab Mew.


"Apapun yang terjadi?" Tanya Kana kembali.


"Iya sayang. Apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkan Kana. Tapi seharusnya pertanyaan itu yang harus ku anyakan padamu" jawab Mew lirih.


"Aku tidak akan meninggalkan kak Mew, karena hatiku sudah diambil oleh kakak. Jadi sekarang yang ada pada Kana hanya badan dan jiwa" ujar Kana.


"Aku percaya sayang. Ayo sekarang kembali tidur" ajak Mew yang membuka tangannya agar Kana tidur di dadanya, tapi Kana tidak mau. Karena Kana takut akan membuat luka Mew terbuka.


Keesokan paginya saat Mew bangun, Kana sudah tidak ada lagi di sisinya dan menemukan Kana tidur di sofa samping tempat tidurnya. Sambil memegang lukanya, Mew bangun dan menyelimuti Kana.


"Kak Mew sudah bangun?" Tanya Kana.


"Iya sayang. Kenapa Kana tidur di sofa?" Tanya Mew.


"Kana tidurnya lasak kak. Jadi Kana tidak mau buat luka kak Mew terbuka" alasan Kana yang sebenarnya adalah memantau Jade melalui hp nya yang sudah dia tempatkan di basement dengan tangan dan kaki yang terikat di ranjang.


"Gak pa-pa sayang. Sekarang ayo tidurnya di ranjang saja. Aku mau mandi terus ke kantor" ujar Mew.


"Kak Mew mau ke kantor? Dalam kondisi luka seperti ini? Gak kak. Kakak gak boleh ke kantor. Mending sekarang kakak yang istirahat di ranjang" pinta Kana sambil menarik lengan Mew ke tempat tidur.


"Baiklah. Apa kata kesayanganku saja. Hari ini Kana kembali ke mansion?" Tanya Mew.


"Apa kakak mau Kana kembali? Kalo kakak menginginkan Kana kembali, ya Kana akan kembali. Tapi kalo kakak menginginkan Kana tetap disini, Kana akan tetap berada disini" jawab Kana.


"Aku maunya Kana berada disini selamanya. Bagaimana?" Tanya Mew.


"Apakah itu terhitung sebagai lamaran?" Tanya Kana.


"Maybe" jawab Mew.


"Gak romantis. Kana gak mau" kesal Kana sambil mempoutkan bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2