King Mafia My Husband

King Mafia My Husband
Chapter 13


__ADS_3

"Hmm ... kali ini aku akan membiarkanmu pergi, bu. Pergilah yang jauh sebelum aku berhasil menangkapmu kembali" ujar Kana mematikan tv nya.


Ceklek


Kana yang mendengar suara buka pintu berpikir kalo itu berasal dari pintu depan mansion nya. Kana berpikir kalo Jade telah berhasil menemukan kuncinya. Kana pun berjalan ke arah balkon untuk melihat dan benar saja kalo Jade keluar dengan kaki yang tertatih-tatih, muka yang di silet separuh ditambah melepuh di wajahnya. Jade yang dalam keadaan itu berusaha untuk meraih pagar yang tidak dikunci dan keluar tanpa alas kaki. Kana yang melihat itu pun hanya tertawa, lalu masuk kembali ke dalam.


Keesokan paginya seperti biasa Kana sarapan dan berpura-pura kehilangan Jade. Lalu Kana pun pergi ke kantor polisi menangis sejadi-jadinya disana kalo Jade telah hilang dari rumah tanpa disadarinya. Polisi yang bernama Dean itu mengambil kasus tersebut dan menanyakan pada Kana soal Jade.


"Kana, kenalkan aku Dean. Boleh aku menanyakan beberapa pertanyaan seputar hilangnya ibu kamu yang bernama Jade?" Tanya Dean.


"Tentu saja. Silakan" jawab Kana.


"Terakhir dimana ibumu berada?" Tanya Dean.


"Di rumah. Selama ini ibuku di rumah saja. Dia tidak pernah keluar rumah" jawab Kana.


"Ok. Kapan kamu menyadari hilangnya ibumu?" Tanya Dean kembali.


"Pagi tadi sewaktu aku mau membuatkan sarapan untuk ibuku. Biasanya aku ke kamarnya untuk membangunkan nya dulu. Tapi sewaktu aku ke kamarnya, ibuku sudah tidak ada. Makanya aku langsung lapor polisi dengan harapan bisa menemukan ibuku. Hikz..." jawab Kana sambil menangis.


"Pasti kamu sayang sekali ya dengan ibumu?" Tanya Dean memberikan tisu pada Kana.


"Banget. Dia 1 1 nya orang tua yang kumiliki setelah ayahku meninggal" jawab Kana.


"Oh. Hmm ... Kana ada foto ibumu?" Tanya Dean.


"Untuk apa?" Tanya Kana pura-pura bego.


"Untuk kami pasang di koran, majalah dll. Kalo ibumu sudah ditemukan, aku akan menghubungimu" jawab Dean.


"Oh. Ini foto ibuku. Benar ya kalo ibuku sudah ditemukan, paman harus meneleponku" ucap Kana sambil menyerahkan foto Jade pada Dean.


"Iya. Ya sudah sekarang Kana pulang dulu. Kami akan mengecek cctv semua jalan yang ada di Bangkok" jawab Dean.


"Baiklah. Kapan Kana akan menerima beritanya?" Tanya Kana.


"Mungkin 1 minggu ke depan" jawab Dean.


"Ya sudah. Kana pulang paman" ucap Kana yang membuat Dean tersenyum.

__ADS_1


Kana pun masuk ke mobilnya dan melaju dengan kecepatan rata-rata sambil melihat ke kiri kanan, manatahu dia sendiri bisa menemukan ibunya. Benar saja kalo di sebuah jembatan, Kana melihat seorang wanita tanpa alas kaki berjalan tertatih-tatih.


"Sepertinya bisa jalan jauh juga ya mae tanpa mengenakan alas kaki" gumam Kana yang memandangi punggung Jade.


Kana pun pergi melewati Jade, kemudian pulang ke mansion nya yang ternyata sudah ditunggu oleh Perth di ruang tamu.


"Perth, ada apa datang kemari?" Tanya Kana.


"Gak. Aku hanya mau tahu kabarmu. Udah lama Kana tidak pulang ke mansion kak Mew" jawab Perth.


"Maaf ya Perth. Kana pulang ke mansion untuk mengurus mae ku yang sedang sakit dan aku baru pulang dari kantor polisi karena ibuku pergi dari rumah. Tidak ada yang tahu dia kemana" ucap Perth menahan tangisnya.


"Astaga. Kana yang sabar ya" jawab Perth sambil mengelus bahu Kana.


"Thanks Perth" ucap Kana.


"Apa kak Mew sudah tahu?" Tanya Perth.


"Tidak. Aku tidak mau mengganggu pekerjaan nya di Scotland. Selagi bisa Kana hadapi, akan Kana hadapi" jawab Kana.


"Kana sudah sarapan?" Tanya Perth.


"Sudah. Perth sudah?" Tanya Kana kembali.


"Gak pa-pa Perth. Ayo kutemani" ujar Kana.


Kana dan Perth pun berjalan bersama menuju mobil ke tempat dimana restaurant favorit Perth menyediakan dimsum. Pemiliknya cukup mengenal Mew dan Perth.


"Tuan Perth seperti biasa kan pesanannya" tanya pemilik restoran yang sering dipanggil paman Chen.


"Iya paman. Oh ya, aku order dimsum yang tanpa udang ya untuk kakak iparku" tunjuk Perth kearah Kana.


"Ooohhh ... baiklah. Segera datang" jawab paman chen sambil berlalu.


"Perth darimana tahu kalo aku alergi udang?" Tanya Kana heran.


"Siapa lagi kalo bukan dari kakakku yang posesif itu" jawab Perth menuangkan chinese tea ke cangkir Kana.


"Kak Mew? Tapi setahuku, aku tidak memberi tahu kalo aku alergi udang" heran Kana.

__ADS_1


"Kana seperti tidak tahu aja siapa kak Mew. Semua dia tahu kok" jawab Perth yang membuat Kana manggut-manggut.


Selesai sarapan Perth langsung ke kantor, sementara Kana pulangnya diantar supir ke mansion nya. Tiba di rumahnya, Kana menemukan Mew sudah berada di dapurnya sedang mencuci piring yang tidak sempat dia cuci tadi.


"Kak Mew" panggil Kana dengan mata membulat.


"Halo sayang. Kaget lihat aku berada di rumahmu?" Tanya Mew yang menahan tawa melihat kekagetan Kana.


"Ke-kenapa kakak pulangnya cepat sekali? Bukannya kakak bilang 2 minggu berada di Scotland?" Tanya Kana.


"Memang iya. Tapi aku berusaha menyelesaikan pekerjaan dengan cepat supaya bisa bersamamu" jawab Mew.


"Oh. Terus......"


Drrrttt ... drrrttt


"Halo" sapa Kana.


"Ini tuan Kana? Ini dari kantor polisi mau mengatakan kalo ibu Jade telah ditemukan. Dia datang sendiri ke kantor polisi untuk melaporkan khun telah menyiksanya" ujar polisi itu.


"Apa? Baiklah. Aku kesana sekarang" ucap Kana mematikan telepon nya.


"Ada apa sayang?" Tanya Mew.


"Ibuku pergi dari rumah tadi malam dan aku sempat melaporkan pada polisi tadi. Sekarang ibuku sudah dibawa ke kantor polisi sekarang. Tapi...."


"Tapi apa sayang?" Tanya Mew.


"Tapi ibuku melaporkanku dengan tuduhan penyiksaan. Sekarang Kana harus ke kantor polisi membawa ibu pulang" jawab Kana.


"Aku antar ya" ujar Mew.


Dalam perjalanan ke kantor polisi, Mew melihat Kana sangatlah tenang. Diluar dari perkiraan Mew yang berpikir kalo Kana akan ketakutan menghadapi para polisi itu. Sesampainya di kantor polisi Kana dengan perasaan yang tidak tergambarkan oleh Mew, turun dari mobil dan masuk ke kantor polisi, sementara Mew mengikuti Kana dari belakang.


"Bu .. ibu, benarkah ini ibuku? Ibu..." peluk Kana.


"Kana, aku harus menanyakan 1 pertanyaan padamu. Apakah benar kamu telah menyiksa nyonya Jade?" Tanya Dean.


"A-apa?! A-aku menyiksa ibuku sendiri? Apa alasannya aku menyiksa ibuku? Meskipun dia bukan ibu kandungku, tapi aku tidak mungkin menyiksa ibu yang telah membesarkanku sedari kecil itu" jawab Kana menangis.

__ADS_1


"Lalu darimana luka itu berasal? Kami telah menemukan bekas luka goresan pisau di wajah, luka melepuh di wajah dan sepertinya nyonya Jade ini tidak terurus" tanya Dean.


"Paman, sejak ayahku meninggal ibuku berubah menjadi tidak terkendali. Ada kalanya ibuku suka melukai dirinya sendiri. Kalo pas aku berada di mansion ku, aku bisa menghalangi ibuku melakukan sesuatu yang berhubungan dengan nyawanya. Tapi kalo pas aku berada diluar, aku tidak mengetahui apapun. Dan luka itu, aku tidak tahu. Mungkin saja pas waktu itu aku berada diluar mansion" jawab Kana sambil memandang Jade dengan mata yang sayu.


__ADS_2