
Selama di taman belakang Kana membantu Perth untuk berjalan dan Perth cukup bersemangat. Tapi dibalik itu ada yang tengah mengawasi mereka dari balik kaca. Siapa lagi kalo bukan Joe. Dia begitu menginginkan kematian Perth, karena dia bukan anak kandung keluarga Jongcheveevat. Joe merasa kalo Perth ini adalah parasit bagi keluarga majikannya tersebut.
"Tuan tidak mau beristirahat sebentar?" Tanya Kana.
"Tidak. Aku harus bisa berjalan agar aku bisa membantu kak Mew untuk mencari mayat Bass" jawab Perth.
"Memangnya apa yang telah terjadi pada Bass?" Tanya Kana.
"Kami adalah sepasang kekasih saat aku dan Saint putus. Tapi aku tidak bisa menghargainya. Malah aku selalu membandingkan dia dengan Saint. Dia tidak pernah marah dan tetap sabar menghadapi semua sifatku, sampai pada suatu hari saat aku dan Bass sedang berjalan-jalan, tidak sengaja bertemu dengan Saint. Entah apa yang merasukiku, aku langsung mencium Saint di depan Bass. Saat itu aku tidak mempertimbangkan bagaimana perasaannya. Saat dalam perjalanan pulang, bodohnya aku masih tidak peka dengan apa yang telah terjadi. Lalu tiba-tiba dia menanyaiku bagaimana dengan bibir Saint? Apakah kenyal sampai harus diemut seperti itu? Waktu itu aku merasa kalo Bass bertanya tentang hal yang tidak perlu ditanyakan. Akhirnya kami bertengkar dan kecelakaan tak terelakkan terjadi. Mobilku ditabrak truk sampai berguling-guling. Walaupun aku berhasil dikeluarkan, tapi Bass masih berada di dalam dan mobilku terjun bebas ke jurang" jawab Perth menangis keras.
"Astaga .. maafkan aku tuan sudah membuka luka lama tuan" ujar Kana yang merasa bersalah.
"Tidak apa-apa. Jadi Kana sudah tahu kan mengapa aku begitu berniat untuk sembuh? Semua itu semata-mata karena aku ingin mencari Bass hidup atopun mati" ucap Perth.
"Iya tuan. Oh ya, sudah saatnya tuan harus makan obat. Sebentar Kana ambilkan di kamar" ucap Kana.
Kana yang hendak ke kamar Perth mengambil obat, mendengar kalo banyak maid yang berada di dapur saling bergosip kalo Perth yang tidak tahu malu terus-terusan bergantung pada keluarga Jongcheveevat. Kana pun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah maid itu, lalu berjalan terus keatas menuju kamar Perth. Di laci bawah nakas, samping tempat tidur Perth biasanya obat itu berada. Tapi kenapa sekarang obat itu hilang. Kana pun mulai mencari-cari obat tersebut ke seluruh kamar, tapi tidak ditemukan. Kana pun turun ke bawah hendak memberitahu pada Perth perihal obatnya yang hilang. Mendadak netranya menangkap kalo Joe sedang mencekik Perth dengan dasinya.
Kontan saja Kana mengambil patung yang berada di ruang tamu, dipukulkan nya ke kepala Joe sampai dia jatuh pingsan. Setelah itu Kana pun membawa Perth lari dari kediaman Jongcheveevat. Pelarian mereka membuat para maid berhasil membuat Perth keluar dari rumah Jongcheveevat, walau harus menjebak Kana. Mereka pun melapor pada Mew kalo Perth telah diculik oleh Kana dengan cara memukulkan patung ke kepala Joe. Mew yang mendengar hal itu sangat berang dan menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Kana serta adiknya tersebut. Joe juga menyelipkan orang bayarannya sebagai anak buah Mew untuk membunuh Perth jika ditemukan.
Kana dan Perth yang sekarang berada di jalanan tidak tahu lagi arah kemana untuk pergi mencari Mew, karena jalanan tersebut sangat asing bagi mereka. Kana pun hanya bisa merungut dalam hati, menyesal atas apa yang sudah dia lakukan dengan mengeluarkan Perth dari rumah yang justru itu merupakan keinginan dari maid.
"Tuan, maafkan Kana ya. Gak seharusnya Kana mengeluarkan tuan dari rumah. Akhirnya tercapailah keinginan maid untuk mengusir tuan" sesal Kana.
"Gak pa-pa Kana. Aku tahu maksudmu baik mau membantuku dari percobaan pembunuhan yang dilakukan Joe. Dan aku bisa merasakan kalo ini baru awal" ucap Perth yang membuat Kana bingung.
"Mak-maksud tuan?" Tanya Kana tidak mengerti.
"Kana, kamu belum mengenal Joe itu seperti apa orangnya. Didepan kak Mew, dia seolah-olah menjadi seorang malaikat. Tapi dibelakang, dia bagaikan iblis yang siap untuk menerkam mangsanya" jawab Perth.
__ADS_1
"Apa tuan pernah mengatakan hal ini pada tuan Mew?" Tanya Kana penasaran.
"Aku pernah mengatakannya. Tapi kak Mew hanya diam" jawab Perth.
"Diam bukan berarti tidak percaya. Kana percaya tuan Mew pasti akan menyelidikinya lebih dalam lagi. Tuan Perth harus percaya pada tuan Mew" saran Kana.
"Aku percaya pada kak Mew. Tapi aku tidak berani untuk mempercayai jika kak Mew percaya begitu saja dengan apa yang akan dikatakan Joe nantinya tentangmu" ucap Perth.
"Maksud tuan, kalo Kana yang menculik tuan?" Tanya Kana yang disertai anggukan dari Perth.
"Bisa saja kan. Maka dari itu kita harus duluan mencari kak Mew untuk membongkar kejahatan Joe" saran Perth.
"Ide yang bagus, tuan. Tapi kemana lagi kita akan mencari tuan Mew?" Tanya Kana.
"Dorong aku ke ujung jalan. Sepertinya disitu jalan raya. Pasti ada taxi ato bus" ujar Perth.
Kana pun mendorong kursi roda Perth menuju ujung jalan dan memang disana adalah jalan raya. Kana pun menyeberang kan Perth dengan mendorong kursi rodanya. Tanpa mereka sadari kalo ada orang yang sudah mengawasi mereka sejak tadi. Orang itu adalah orang yang dibayar oleh Joe untuk membunuh Kana dan Perth.
"Kana, aku rasa orang itu sudah pergi. Ayo kita cari kak Mew" ucap Perth.
"Iya tuan. Yuk" jawab Kana segera mendorong kursi roda Perth keluar dari warung tersebut.
Perth pun mengarahkan Kana untuk segera keluar dari pasar tersebut menuju ke sebuah gedung yang tampaknya berdiri dengan sangat gagah. Gedung itu ialah gedung kantor milik Mew. Kana yang sangat senang itu langsung mendorong kursi roda Perth menuju gedung tersebut. Tapi kesenangan mereka tidak lama karena mereka kembali dihadang oleh pengawal Mew yang hendak menghabisi Kana dan Perth.
Kana pun lari mendorong kursi roda Perth. Tapi kali ini ke basement dimana Mew memarkirkan mobilnya. Mereka pun berencana menunggu Mew di basement dengan menyusuri lantai demi lantai, tapi Mew tidak kunjung menampakkan batang hidungnya.
"Kana, berhenti!!" Pinta Perth.
"Ada apa tuan?" Tanya Kana.
__ADS_1
"Lihat mobil hitam itu. Aku yakin itu mobil kak Mew. Dorong aku kesana untuk melihat lebih jelas" jawab Perth.
"Baik tuan" ucap Kana sambil mendorong kursi roda Perth menuju mobil yang dimaksud Perth.
"Benar. Itu memang mobil kak Mew. Kita tunggu kak Mew disini" pinta Perth.
"Tuan, apa tuan yakin kalo mobil itu mobil yang dinaiki tuan Mew?" Tanya Kana.
"Aku yakin kalo mobil ini mobil kak Mew. Kenapa Kana bertanya seperti itu?" Tanya Perth kembali.
"Kana takut bukan tuan Mew yang berada di mobil itu. Tapi hanya supir aja yang berada di mobil tersebut" jawab Kana.
"Kalo begitu kita tunggu saja kak Mew disini" pinta Perth.
"Bagaimana kalo kita langsung maauk ke kantor tuan Mew saja? Mumpung kita sudah disini dan tidak ada pengawal yang menghalangi kita" saran Kana.
"Ide yang bagus. yuk" ucap Perth.
Kana pun mendorong kursi roda Perth menuju lift yang ada di basement dan menekan lantai 20 yang merupakan ruangan Mew yang juga merupakan rooftop. Saat lift terbuka tidak ada seorang pun dan Perth meminta agar didorong menuju ruangan Mew yang ternyata dia berada didalam & menyambut hangat Perth dengan pelukan.
"Bagaimana? Apa Kana lolos tes?" Tanya Perth pada Mew.
"Hebat. Aku menyukainya" jawab Mew sambil memberikan jempol pada Kana.
"Sudah kukatakan kalo Kana bisa dipercayai" ujar Perth sambil berdiri dari kursi rodanya.
"*Tu-tuan Perth ... i-ini......"
"Iya Kana. Ini hanya sandiwara untuk membongkar kebusukan Joe. Jadi aku berpura-pura cacat. Siapa sangka malah Kana kebawa-bawa. Kana, terima kasih atas perlindunganmu*" ujar Perth.
__ADS_1
"Kana, sampai dirumah aku akan menjelaskan semuanya padamu" ucap Mew yang disertai anggukan Kana.
Mereka pun berjalan menuju basement dan ternyata orang suruhan dari Joe sudah mengetahui sandiwara yang dibuat Perth. Langsung saja orang suruhan Joe tersebut mengambil pistol dan diarahkan pada Perth, yang kemudian Kana memberikan tubuhnya untuk melindungi Perth. Kana pun roboh di pelukan Mew.