
"Halo ... aku minta kamu untuk menyelidiki masa lalu seseorang yang bernama Kana. Dia berasal dari keluarga Traitipattanapong. Aku tunggu 3 hari" pinta Mew.
"Baik tuan. Laksanakan" jawab seseorang sambil mematikan telepon nya.
Tok .. tok .. tok
"Masuk" pinta Mew.
"Ada apa kakak memanggilku?" Tanya Perth.
"Aku mau tahu pandanganmu soal Kana. Bagaimana dia?" Tanya Mew.
"Bagaimana apanya? Menurutku dia anaknya polos, walau terkadang aku melihat kalo dia selalu asik di dunianya sendiri. Memangnya kenapa? Jangan katakan kalo kakak tidak mengerti tentang kekasih kakak sendiri" ujar Perth.
"Bukan itu. Aku hanya ingin tahu pandanganmu padanya. Kamu tahu sendiri kan kalo aku tidak mau salah langkah dalam mencari seorang pasangan" alasan Mew.
"Memangnya kakak benar-benar sudah jatuh cinta sama Kana?" Tanya Perth.
"Ya pastilah. Sejak pertama kali aku melihat Kana di mansion nya, aku sudah jatuh cinta padanya" jawab Mew.
"Kak, ada 1 hal yang boleh kukatakan?" Tanya Perth.
"Tentu saja. Ada apa?" Tanya Mew kembali.
"Semalam sewaktu aku datang ke mansion nya untuk mengajaknya sarapan pagi, entah perasaanku ato bukan sepertinya aku melihat sisi lain dari seorang Kana. Secara mendadak aku bisa merasakan kalo mood Kana itu bisa berubah dalam sekejap. Tapi dia tidak menunjukkan nya padaku, malah sikapnya seperti biasa saja" jawab Perth.
"Maksudmu matanya ketika memandang? Tajam? Begitu?" Tanya Mew memastikan.
"Iya. Benar sekali. Walaupun tajam, tapi dia tidak menunjukkan kalo dia sedang marah" jawab Perth.
"Itu yang kurasakan tadi sewaktu bersamanya ke kantor polisi membawa Jade pulang ke rumahnya kembali" ujar Mew.
"Jade? Di kantor polisi? Apalagi yang dilakukan Jade?" Tanya Perth.
"Dia tidak melakukan apapun. Justru sebaliknya, Jade melaporkan Kana telah menyiksanya" jawab Mew.
"Apa?! Jade melaporkan Kana telah menyiksanya? Tidak mungkin Kana menyiksa Jade. Yang ada Jade yang menyiksa dirinya sendiri supaya Kana yang disalahkan" ucap Perth yakin.
"Awalnya aku juga berpikiran seperti itu. Tapi semakin dilihat, aku merasa sepertinya memang Kana yang telah menyiksa Jade" jawab Mew.
__ADS_1
"Kenapa begitu? Apa alasan Kana menyiksa Jade?" Tanya Perth.
"Entahlah. Untuk saat ini aku sedang menyuruh orang untuk menyelidiki latar belakang Kana. Kamu tahu ketika aku melihat matanya saat dia memandang Jade, yang ada hanya marah dan dendam. Sangat lain ketika Kana memandang kita" jawab Mew.
"Yah ... aku juga bisa merasakan itu. Tapi diluar dugaan kalo Kana bisa menyiksa Jade" ujar Perth.
"Apa menurutmu apa yang dilakukan Kana pada Jade merupakan balasan dari yang pernah dilakukan Jade padanya?" Tanya Mew.
"Hmm ... bisa saja. Memangnya bagaimana Kana menyiksa Jade?" Tanya Perth.
"Menyilet wajahnya dan menyiramnya dengan air panas" jawab Mew.
"Jika memang benar itu yang dilakukan Jade kepadanya, berarti Jade adalah wanita yang sangat kejam" ujar Perth.
"Iya. Dan apa yang dilakukan Kana hanyalah sebuah pembalasan" jawab Mew sambil menyeruput teh hijaunya.
"Oh ya ka, bagaimana Denki? Bukankah kakak mau kesana hari ini?" Tanya Perth.
"Iya. Tapi sepertinya aku akan meeting sampai tengah malam. Aku kuatir pada Kana di mansion nya" jawab Mew.
"Kakak beneran kuatir pada Kana ato Jade?" Tanya Perth.
"Baiklah. Bagaimana kalo aku yang mengawasinya?" Tanya Perth.
"Bagaimana kamu akan mengawasinya?" Tanya Mew.
"Apa kakak sudah lupa kalo aku adalah seorang IT handal yang bisa hack apa saja termasuk cctv yang dipasang di rumah Kana?" Jawab Perth sambil mengambil laptop Mew.
"Apa di mansion Kana dipasang cctv?" Tanya Mew.
"Iya. Seluruh mansion termasuk basement dipasang cctv. Sekarang kita akan melihat apa yang dilakukan Kana di mansion nya" jawab Perth.
Setelah Perth mengutak atik laptop Mew, terlihatlah semua ruangan yang telah dipasangi cctv oleh Kana. Terlihat juga Kana dengan sangat kejamnya menyiksa Jade memakai silet pemberian Mew menyileti semua tangan, kaki dan badan Jade.
"Kak, jangan katakan padaku kalo yang aku lihat ini adalah Kana" ujar Perth dengan wajah meringis.
"Kana telah berubah menjadi sosok yang kejam dan bengis. Menurutku, dia memang cocok bekerja sebagai mafia" jawab Mew.
"Astaga kakak ...." ujar Perth.
__ADS_1
"Aku bercanda, Perth. Tapi kemungkinan yang dilakukan nya adalah bagian dari masa lalunya. Aku telepon dia sebentar ya" jaqab Mew sambil mengambil hp nya dan menekan speaker.
Tuut ... tuuttt ... tuuuttt
"Kak Mew" sapa Kana yang naik dari basement menuju ruang tamu.
"Sayang, sudah makan?" Tanya Mew sambil melihat ke komputer.
"Sudah. Kakak sudah makan?" Tanya Kana.
"Sudah sayang. Jade bagaimana sekarang?" Tanya Mew.
"Baik. Sekarang Kana sedang merawat luka-luka mae. Mungkin setelah mae sembuh, Kana akan kembali ke mansion kakak." Jawab Kana sambil turun ke basement dan menaruh cuka di luka Jade dan membungkam mulut Jade untuk berteriak.
"Oh. Baiklah. Welcome home honey. Oh ya, hari ini aku ada rapat di perusahaan. Agak malam sepertinya baru aku bisa pulang ke mansion. Kalo ada apa-apa Kana bisa mencari Perth" ujar Mew.
"Iya. Kakak harus makan dan menjaga kesehatan ya. Kana gak mau kalo kakak jatuh sakit" jawab Kana.
"Iya sayang. Aku pergi dulu ya. Bye" ujar Mew.
"Bye" Jawab Kana sambil mematikan hp nya.
"Astaga ... Kana benar-benar kejam sekali pada Jade. Tapi pada kakak dia terlihat biasa saja" ujar Perth.
"Dalam 3 hari kita akan mengetahui apa yang terjadi, Perth" jawab Mew sambil berdiri dan pergi dari ruangannya diikuti Perth.
"Kita ke Denki?" Tanya Perth.
"Iya" jawab Mew.
Mew yang biasa memakai supir untuk membawa nya kemana-mana malah disuruh untuk pulang karena sudah ada Perth. Sementara anak buahnya juga Mew memerintahkan agar ke lokasi proyek mengawasi pembangunan disana. Perth pun membawa Mew ke perusahaan Denki yang berjarak kira 7 km dari kantor Mew. Dalam perjalanan ke Denki, mendadak mobil mereka diberondong peluru yang asalnya entah darimana. Perth dan Mew saling melindungi, lalu Mew mengeluarkan pistol dari pinggangnya dan dari kaca spion mobil terlihat kalo ada seorang pria memakai jaket kulit, berkacamata hitam mengendarai sepeda motor memberondong mobil mereka dengan senapan.
Mew pun menembaki pria tersebut sampai jatuh dan mati. Lalu datang lebih banyak lagi dan Mew pun mulai menembaki sampai pelurunya habis. Perth memberikan pistolnya kepada Mew sambil berbalik arah menabrak sepeda motor yang dikemudikan oleh mereka. Mew yang tertembak di bagian perut menyuruh Perth untuk langsung ke Denki setelah dia mengambil kotak P3K dari dashboard mobil untuk mengobati lukanya.
"Siang tuan-tuan" sapa Mew pada semua pemegang saham di Denki.
"Siang tuan Mew. Joe mengatakan kalo tuan tidak datang dan dia datang untuk mewakili tuan" ujar salah 1 pemegang saham yang bernama Dave.
"Hahahaha ... ada-ada saja dia. Mungkin semakin tua telinganya semakin bermasalah. Sudah kubilang kalo aku akan datang, tapi terlambat. Bukan berarti aku tidak akan datang" jawab Mew sambil menahan luka di bagian perutnya.
__ADS_1
Mew pun menyelenggarakan rapat dengan semua para pemegang saham lainnya. Sementara Joe diusir oleh para pemegang saham lain untuk keluar dari ruangan, karena dia hanyalah seorang pelayan yang tidak mengerti apapun soal perusahaan. Joe pun merasa terhina dan memikirkan langkah selanjutnya untuk membalas dendam pada Mew.