King Mafia My Husband

King Mafia My Husband
Chapter 6


__ADS_3

"Ba-bagaimana mungkin Perth berhubungan dengan semua ini" tanya Kana tidak mengerti.


"Ini hanya kecurigaanku saja" jawab Mew.


Kana pun menemani Mew disaat dia tengah mengeluarkan peluru itu dari perutnya. Terkadang wajah Kana meringis, seakan bisa merasakan apa yang dirasakan Mew. Setelah peluru itu keluar, Mew menjahit lukanya dibantu Kana. Setelah Kana memastikan Mew beristirahat, dia pun keluar kamar membuat bubur untuk Mew.


"Miu .. Miu bangunlah. Makanlah dulu" panggil Kana.


"Nnnggghhh sayang. Kana buatkan apa untukku?" Tanya Mew.


"Bubur. Makanlah" jawab Kana.


Mew berusaha bangun dibantu Kana setelah meletakkan buburnya diatas nakas. Dengan penuh cinta Kana menyuapi Mew, walau terkadang Mew agak sedikit meringis menahan kesakitan.


"Miu, apa rencanamu?" Tanya Kana.


"Aku akan menyelidiki siapa dalang dibalik ini semua" jawab Mew.


"Tapi apakah Perth juga kamu curigai?" Tanya Kana.


"Bisa saja kan. Karena hanya dia saja yang tahu kalo aku yang mengantarmu pulang" jawab Mew.


"Apa Perth bekerja sama dengan Joe?" Tanya Kana kembali.


"Bukan. Tapi dia bekerja sendiri" jawab Mew.


"Tujuannya?" Tanya Kana


"Justru itulah yang kuselidiki sekarang" jawab Mew.


"Baiklah. Sekarang kamu istirahatlah. Aku akan menyiapkan makan malam untuk kita" ujar Kana.


"Jangan pergi sayang. Tetaplah bersamaku" ucap Mew sambil menarik tangan Kana.


"*Miiuuu...."

__ADS_1


"Tidak ada bantahan. Tetaplah bersamaku*" ujar Mew.


"Baiklah. Sekarang istirahatlah. Aku akan disini sampai kamu tertidur" jawab Kana sambil membetulkan bantal agar Mew bisa beristirahat.


Selama Mew sedang beristirahat, Kana terus menemaninya dan membuat Kana berpikir kenapa Mew bisa mencurigai Perth. Saking lelahnya berpikir, akhirnya Kana pun tertidur disamping tempat tidur Mew. Malamnya Kana terbangun dan menemukan Mew sudah tidak ada di tempat tidurnya. Kana yang kuatir pun langsung mencari yang ternyata Mew berada di dapur sedang membuatkan makan malam.


"Miiuuu ... kenapa tidak bangunkan Kana?" Tanya Kana sambil mengucek matanya.


"Sudah jangan dikucek lagi. Ayo duduk. Aku menyiapkan makanan kesukaan kamu" jawab Mew membawa tubuh Kana untuk duduk.


"Hmmmmm ... harumnya. Inikan beef basil kesukaan Kana" ucap Kana dengan mata berbinar.


"Iya. Makanlah" ujar Mew.


Mereka pun makan malam dengan sangat tenang. Sekali kali Mew melihat kearah Kana karena dia tidak tahan dengan manisnya Kana. Sementara Perth yang berada di rumah sangat kuatir dengan apa yang dia lakukan pada Mew. Dia terus berdoa semoga tidak terjadi apa-apa pada kakaknya itu.


"Maafkan aku kak. Aku terpaksa melakukan ini karena kakak tidak pernah mau jujur pada hati kakak sendiri. Semoga saja kakak tidak apa-apa" gumam Perth sambil mengusak kasar rambutnya.


*Tok .. tok .. tok


"Masuk*" pinta Perth.


"Baiklah. Siapkan makan malam" pinta Perth.


"Baik tuan" jawab maid


Makan malam pun disiapkan maid atas perintah Perth untuk menjamu para tetua yang merupakan kepala mafia yang sudah pensiun dan Mew menjadikan mereka sebagai penasehatnya. Perth kemudian turun dari atas dan menyambut ramah para tetua itu.


"Selamat malam paman" sapa Perth ramah.


"Malam. Dimana Mew?" Tanya Seorang pria tua yang berusia uzur.


"Kak Mew sedang keluar. Aku yang akan menjamu semua paman untuk makan malam dirumah" jawab Perth.


"Oh. Kapan dia kembali? Dengar-dengar kalian diserang oleh orang tak dikenal. Sudah tahu siapa dia?" Tanya pria uzur tadi.

__ADS_1


"Masih dalam penyelidikan paman" jawab Perth sambil memberi tanda dan mereka pun tahu siapa dalang dibalik itu.


"Semoga saja cepat ditemukan" ujar pria uzur yang lain.


"Iya paman. Ayo silakan dimakan" jawab Perth mempersilakan para tetua untuk makan.


Selesai makan para tetua itu pun diundang Perth untuk ke ruang kerjanya membicarakan masalah perusahaan. Para tetua itu cukup mengenal Perth sebagai pengusaha yang jeli dan pintar dalam membaca situasi. Di umur 15 tahun, mainan Perth adalah saham dan dia sangat pintar dalam memprediksi kapan saham akan naik, turun bahkan anjlok. Perth juga pengalaman dalam membuat saham anjlok sampai ada beberapa pengusaha yang dibuatnya bangkrut kemudian bunuh diri hanya dengan menyebarkan gosip palsu.


Kali ini kehadiran daripada para tetua itu selain mau makan malam bersama Mew juga mempunyai tujuan yang lain, yaitu memberikan tugas kepada Perth agar membuat perusahaan saingan mereka bangkrut dan mereka bisa dengan bebasnya menguasai saham perusahaan saingan mereka. Perth juga tidak begitu bodoh menerima tugas itu begitu saja tanpa menyelidiki perusahaan itu terlebih dahulu.


Setelah kepergian para tetua itu, Perth menelepon orang kepercayaannya untuk menyelidiki perusahaan milik Yacht yang merupakan teman masa kecil Perth yang akan dikuasai oleh para tetua itu.


Pikiran Perth mulai melayang saat dia berumur 7 tahun, dimana di sekolah dia adalah seorang murid yang tidak ada 1 pun yang mau berteman dengannya karena dia merupakan bagian dari keluarga mafia. Mereka takut keluarganya akan dibunuh juga oleh keluarga Jongcheveevat. Hanya ada 1 saja yang mau berteman dengannya tanpa memandang status sosial, yaitu Yacht.


Sejak itu mereka selalu berteman. Kemana ada Perth, disitu ada Yacht dan mereka tidak terpisahkan. Setelah mereka tamat dari universitas, Yacht pun memulai untuk membuka perusahaan di New Zealand dengan ½ dari hasil warisan ayahnya. Awalnya mereka sempat berkomunikasi, tapi kemudian komunikasi terputus dan Perth tidak tahu lagi kabar Yacht sampai pada saat dimana para tetua itu menugaskan Perth untuk membangkrutkan perusahaan milik Yacht.


1 minggu setelah kejadian itu, Perth yang tidak tahu kabar Mew pun langsung pergi menghampiri rumah Mew yang berada di hutan. Perth dengan hati-hati berjalan di hutan tersebut, karena banyak jebakan yang dipasang oleh Mew, berupa ranjau dan bom. Jika diinjak maka alarm yang tersambung ke rumah Mew akan berbunyi dan dalam hitungan detik, tubuhnya akan terpisah dari badannya.


*Tok ... tok ... tok ... tok


"Lama banget sih bukanya. Nih orang kemana ya? Mobilnya juga gak ada. Ckckck ... apa lewat pintu belakang aja kali ya*" gumam Perth yang berjalan ke pintu belakang dan ternyata pintunya tidak dikunci. Perth pun melenggang masuk ke dalam dan menemukan Mew serta Kana sedang makan bersama. Perth hanya bisa melihat dan sesekali menggeleng-gelengkan kepala.


"Perth ... sejak kapan kamu berada disitu?" kaget Mew.


"Udah dari tadi kak. Masa kakak gak waspada sih kalo pintu belakang gak dikunci" kesal Perth.


*BUUUGGGHHH ... BUUUGGGHHHH


"Aaaawwww ... apa-apaan sih Kana? Kenapa kamu pukul aku*?" Tanya Perth dengan kesal.


"Aku memukul seorang penghianat. Dimuka bumi ini seorang penghianat seperti kamu gak bakalan diterima" kesal Kana.


"Penghianat? Maksudnya apaan sih? A-aku gak mungkin hianati kakakku sendiri. Kak Mew, belain aku dong" ujar Perth yang meminta pembelaan dari Mew.


"Hahhahahhahahhaha" tawa keras Mew.

__ADS_1


"Malah ketawa. Bukannya dibelain. Dasar kakak aneh" kesal Perth.


"Kana, sebenarnya Perth bukanlah pengkhianat. Ini semua hanyalah permainan dari kami saja untuk mencari pengkhianat diantara para tetua yang lain. Karena kami telah menerima kabar kalo ada diantara para tetua itu yang bekerjasama dengan Joe untuk memusnahkan perusahaanku" cerita Mew yang membuat Kana mengangakan mulutnya tidak percaya.


__ADS_2