King Of Possessive

King Of Possessive
12. Rumah sakit.


__ADS_3

Gadis yang tengah dipakai alat pernafasan disekujur tubuhnya itu sedari tadi tak kunjung membuka matanya. Sementara pria disampingnya memegang tangan gadis itu dengan erat.


"Maafkan aku baby, aku telah membuatmu seperti ini lukamu begitu membuatku semakin tak sanggup, hatiku sakit melihatnya, aku pasti akan membalas semua rasa sakit yang pernah ia buat padamu, aku janji padamu dia akan membayar dengan sangat mahal."


Cup.


Kenrick mencuri ciuman pertama dikening gadis itu dengan hati-hati agar tak bangun dan segera pergi keluar.


Dreet


"Hallo Jack,"


"Tuan, ada yang berani mencuri sebagian saham perusahaan ,"


"Bagaimana itu bisa terjadi Jack?"


"Dia ternyata tidak lain adalah karyawan tuan sendiri,"


"Beraninya Bajingann itu, baiklah aku akan mengatasi ini dan pergi kesana,"


"Tapi bagaimana dengan nona Zahwa tuan,"


"Dia akan baik-baik saja disini, kau atasi saja pencuri itu dan bawa dia padaku secepat mungkin,"


"Segera saya laksanakan tuan,"


Kenrick mematikan smabungan telfonnya dan beralih memanggil pengawalnya yang sedang bertugas didepannya.


"Kau panggil temannya yang bernama Zain, beritahu dia bahwa kau menemukan Zahwa digedung kosong dekat hutan saat dia sedang pingsan,"


"Ingat jangan beritahu bahwa aku adalah tuanmu, beritahu saja bahwa kau tidak sengaja menemukannya sedang tergeletak digedung kosong itu. Aku akan pergi menyelesaikan pekerjaanku disana dan jaga gadisku disini beritahu yang lain juga awasi gadisku jangan sampai ini terjadi lagi."


"Baik tuan,"


Kenrick kembali keruangan yang ditempati Zahwa.


"Baby, aku pergi dulu maafkan aku sayang, ini hanya sebentar aku harus cepat menyelesaikan ini. Aku pasti akan kembali,"


"Aku yakin kau pasti sembuh."


Kenrick pergi dari rumah sakit dan bergegas meninggalkan negara ini untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang sudah tertunda.


••••


Sementara pria dengan pakaian santai sedang terburu-buru pergi kekamar tujuan dirumah sakit, dia baru saja mendapatkan panggilan bahwa Zahwa berada disini. Tibalah dia dikamar tersebut dan menemukan penelpon yang tadi menghubunginya.


"Maaf, ada apa dengannya?"


"Saya hanya menemukan dia digedung kosong dengan keadaan seerti itu dia tak sadarkan diri disana dan banyak sekali luka diwajahnya."


"Lantas siapa pelakunya?"


"Pelakunya sepertinya sudah ditangkap, kau tidak perlu khawatir sekarang kau hanya perlu membantu temanmu yang sedang sakit. Aku harus kembali bekerja, sekali lagi maaf aku harus pergi."


"Baiklah terima kasih"

__ADS_1


Penelpon itu pergi dari hadapannya sementara Zain langsung masuk kekamar inap yang ditempati oleh Zahwa. Dia menatap gadis itu dengan sangat terkejut melihat wajah gadis itu penuh luka dan keheningan mulai menempati ruangan itu. Dia duduk disamping gadis itu sembari menatapnya dengan sendu,


"Wawa, kenapa ini bisa terjadi padamu?"


"Seharusnya aku memperhatikanmu lagi, seharusnya aku bisa menjagamu setiap waktu, maafkan aku sungguh Wa. Gara gara aku yang tidak bisa disampingmu setiap waktu kau jadi merasakan ini semua."


"Aku janji Wa, aku akan setiap waktu menjagamu, aku akan selalu menemanimu, kumohon bangunlah"


Kepala Zain menunduk dan menangis ditangan Zahwa tanpa dugaan jari jemarinya bergerak menandakan bahwa dia mulai sadar. Zain yang merasakan itu langsung menatapnya sambil menghapus semua air matanya.


Airr..


Airr..


Aku mulai merasakan semua rasa sakit ditubuhku sangat sakit, tenggorokanku yang semakin panas membuatku tersadar. Aku perlahan membuka mataku dan melihat ada seseorang yang menangis disampingku, aku mulai meneliti siapa dia dan saat ia menatapku sembari menghapus tangisannya aku baru sadar bahwa dia adalah Zain.


"Zain,"


Zain mulai tersenyum melihatku dia bangkit.


"Wawa, kau sudah sadar ?"


"Aku butuh air,"


Lelaki itu langsung mengambilkan air yang berada diatas meja dan membawakannya pada gadis yang tengah terbangun itu.


"Minumlah,"sembari memegang dan mulai membatuku untuk minum perlahan.


Aku mulai merasakan ketenangan saat air mengalir ditenggorokanku, tapi seluruh badanku masih saja sakit.


"Bukan, ada orang yang terlebih dahulu menyelamatkanmu dia menemukanmu digedung kosong itu,"


"Dimana orangnya?"


"Sudah pergi"


"Aku tak tahu, kenapa aku tak ingat dengan kejadian itu dan kenapa badanku seluruhnya bisa sampai sakit."


"Apa ?kau tidak ingat sama sekali, Wa?"


Aku menggeleng dan benar ingatanku seperti ada masalah. Aku hanya mengingat saat aku menyelidiki kasus Angel dan kawan-kawannya saat dikampus dan saat aku pergi pulang dari sana. Hanya itu yang aku ingat.


'Ada apa sebenarnya dengan diriku?'


"Hey, tak apa mungkin lain waktu kau akan mengingat semuanya,"


"Iyah, kau benar juga,"


"Sekarang waktunya kau makan biar aku yang menyuapimu!"


"Sudahlah Zain biar aku saja"


"Tidak, kali ini kau harus menuruti perkataanku."


Zain membawa makanan yang diambilkan oleh perawat dan mulai menyuapiku dengan tangannya.

__ADS_1


"Ayo,"suapnya.


Aku memakannya terpaksa karena jika Zain sudah memaksa dia takkan berkutik lagi.


••••


Dua minggu sudah kulalui dirumah sakit ini, sekarang saatnya aku bersiap untuk pulang. Aku tak percaya selama aku dirawat Zain selalu menemaniku dan membantuku untuk bisa sembuh lagi. Dia sangat baik bahkan dia rela tidak masuk kampus hanya gara-gara ingin merawatku. Selama ini juga perasaanku kepadanya benar-benar tumbuh, benar aku menyukainya semenjak ia mulai perhatian padaku.


"Wa, aku gendong kamu yah,"


"Gak ahh biar aku masuk sendiri kemobilmu,"


"Kali ini kau tidak boleh menolaknya,"tanpa izin Zain mengangkatku dari kursi roda dan membawaku pada mobilnya.


"Zainn, kamu membuatku hampir jantungan tauu!"


"Makanya jangan nolak!"


Baru saja aku sembuh dia semakin kembali pada tingkahnya yang pemaksa.


"Wa, kita pulangnya nanti saja yah, aku mau tunjukkan sesuatu padamu,"ucapnya sambil menyetir


"Tunjukkan apa?"


"Sebentar lagi kita akan sampai,"


Dia mulai berhenti didepan restaurant yang benar-benar sederhana.


"Ayok, kita masuk!"


"Baiklah,"


Aku mulai turun bersamanya masuk kerestaurant tersebut. Sontak mataku membulat saat pelayan tiba-tiba menyiapkan sebuah meja khusus yang terlihat indah.


"Zain, apa kau yang menyiapkan semua ini untukku?"


"Tentu saja,"


Zain tiba-tiba membungkuk dan mengeluarkan sebuah kotak kecil memperlihatkannya kepadaku.


"Demi Tuhan, Wa aku sangat mencintaimu, sejak dulu aku benar-benar jatuh cinta padamu, kini tekadku sudah bulat aku ingin sekali menjadi pendampingmu sampai kesurga, biarkan aku menemanimu sampai akhir hayatku, Wa"


"Zain, A-aku-"


"Beri aku kesempatan, Wa. Kumohon"


"Aku menerimanya, tapi bagaimana dengan orang tuamu?"


"Memang ada apa dengan mereka?"


"Mereka tak menyukaiku Zain, cobalah mengerti"


"Mereka yang tidak mengerti, aku akan tetap menikahimu Wa, walaupun mereka tak menyetujuinya."


_____________________________________

__ADS_1


__ADS_2