
Ketika mobil sudah sampai digerbang depan rumah, mataku terpejam berdoa agar dia tak berbuat aneh-aneh. Terlihat beberapa banyak anak buah yang sedang menunggu didepan pintu rumah, mataku membesar seperti yang kuingat sebelumnya bodyguard yang kemarin berjaga tak sampai sebanyak ini.
"TURUNN!"
Aku menggeleng ketakutan saat dia memasang wajah yang sangat marah.
"Kau sungguh memaksa untuk memakai cara kasar,"ucapnya langsung menarik pergelangan tanganku yang sedang diborgol. Dia memegang sangat erat belum lagi besi diborgol itu semakin tertekan ditanganku.
"Akhhhh, tolong ini sakittt!!"
"Bahkan aku belum memulainya,"
Pintu terbuka secara otomatis memeperlihatkan banyak para pelayan yang sedang dicambuk oleh para anak buahnya. Aku tak percaya melihatnya.
"Apa yang kau lakukan hentikan tolong jangan siksa mereka!"
"BIBI EMAA, GEAA!"
"Tolong hentikaann kumohonn jangan cambuk mereka semua mereka tak bersalah."
Pletakkk
Satu cambukan mengenai bibi Ema dan Gea serta para pelayan lainnya.
"Ken, kumohon hentikann!!"
"Kau jangan memohon seperti itu sayang, hukumanmu akan lebih menyakitkan daripada mereka,"
"Tidakk,"
Dia mulai menarikku kearah kamar itu lagi, kali ini aku benar-benar memohon pada tuhan semoga dia tak melakukan hal yang aneh.
"Huaaa, lepasss Zuaaa gakmauu,"
Aku masih memegang dinding agar tak masuk kekamar itu lagi. Tapi tangannya lebih kuat dariku sehingga tanganku terlepas.
Dia menghempaskanku kekasur, aku semakin ketakutan saat dia menjentikkan jari dan menutup pintu secara otomatis.
"Jangann,"
Kenrick tersenyum bak iblis mengunci pergerakan kakiku yang semakin memberontak mengikatkannya dengan sebuah tali.
"Kau mau apaa??"
"Tidak baby, kau akan menikmati permainan ini pasti akan seru,"
Degg
Kata-kata itu tidak terlalu asing ditelingaku, saat dia bicara tentang permainan yang seru, aku seperti mengingat sebuah kejadian tapi dimana.
Dia mulai bergerak kearah lemari mengambil sesuatu yang mistis, dan berbalik setelah mengambilnya.
"Lihat baby kita akan bermain dengan benda kecil tapi tajam,"
"Jangann!! apa kau gila?"
__ADS_1
"IYAH, AKU GILA KARENAMU ZAHWA!! SAAT KAU MELARIKAN DIRI SAAT ITU JUGA KEGILAANKU DIMULAI,"
"Karena aku sangat mencintaimu, tak bisakah kau mengerti cintaku!! Hah?"
"Ini bukan cinta!! Kau tidak pernah mencintaiku, rasa ini hanya sebuah obsesi semata,"
"Kali ini kau benar-benar membuat amarahku diujung tanduk Zahwa,"
"Dan aku akan membuatmu mengerti bahwa kau hanya milikku,"
"MILIKKU"
Dia mengambil sebuah pisau lipat yang berada dibalik jasnya dan menghempaskan jasnya disembarang tempat. Semakin mendekat kearahku menatap kakiku dengan mata horornya.
"Sepertinya jika aku melukis namaku dikaki indahmu akan sangat cantik dan kau akan melihat seumur hidupmu sayang,"
"TOLONG BIBI EMAA, GEAAA TOLONG AKUU,"
Sreett.
"HUAAA SAKITT, HENTIKAANN MAAFIN ZUAAA"
"Sayang kau sangat berisik aku baru saja memulai huruf pertamaku, diamlah jika kau terus bergerak atau berteriak namaku akan jelek nantinya,"
Sreeettt
"AKHHH, TOLONGG HENTIKAN ZUAA GAK TAHANN"
"Bibi Emaa tolong Zuaaa,"
Bukan kau yang membunuhnya bodoh tapi pria keji itu..
Kau tahu dia membunuh kekasihku dengan sangat keji..
Teriaklah teriak sekencang mungkin, buatlah satu gedung ini menjadi tempat terakhirmu,
Cletakkk
"Akhhh tolong jangan bunuh aku,"
"BUKAN ZUA YANG BUNUH DIA,"
"Hentikann,"
Kenrick yang mulai risih dengan teriakan gadis itu pun mulai merasa aneh. Apa yang dilakukannya tidak akan sampai membunuh gadis itu. Lalu mengapa dia berteriak seperti itu.
"Hey baby! Kau kenapa?"
"JANGAN MENDEKATT,"
"HIKSSS, HIKSSS AMPUUUN TOLONGG,"
CLETAKK
"JANGAN CAMBUK ZUAAA,"
__ADS_1
"Hey baby aku tak melakukan apapun sayang, ada apa denganmu?"
"MAAFIN ZUAA, TOLONG JAUHKAN PISAU ITU DARIKUU hiksss,"
"Iyah iyah sayang aku sudah membuangnya, tolong hentikan tangisanmu,"
"AKU TAKUT HENTIKANN JANGAN BUNUH ZUAA, ZUAA TAK MELUKAI SIAPAPUN,"
"Hey kau tak melukai siapapun buat apa kau takut,"
"hikss, hiksss,"
Kenrick memeluk gadis itu dengan erat mengelus ujung rambutnya seraya berusaha menghentikan tangisan itu. Kenrick pun sudah letih dengan tangisan gadisnya yang tam kunjung berhenti, dia lalu mengambil suntikkan untuk membiusnya supaya diam.
Gadis itu tertidur dipangkuannya, Kenrick memperbaiki tidurnya dan menyelimutinya. Mencium kening gadis itu dan pergi dari kamar itu meninggalkannya sendirian.
***
"Jack, panggilkan dokter kesini dalam 10 menit!"
"Baik tuan,"
Tak lama kemudian dokter datang, sebenarnya sangat susah untuk sampai kesini. Tapi Jack tak mau membuat tuannya semakin marah, maka segala cara dia lakukan untuk bisa sampai dengan tepat waktu.
"Cepat periksa gadisku!"
"Baik tuan Reegan!"
Dokter itu memeriksa Zahwa dengan alat seadanya, Kenrick meneliti dokter itu dari caranya memeriksa.
"Bagaimana keadaannya?"
"Dia mempunyai trauma yang sangat berat, apa yang baru saja terjadi membuat tubuhnya terguncang kembali, sepertinya kejadian dimasa lalu yang membuatnya terguncang dan akibatnya dia mulai membayangkan sisi kejadian itu disetiap adegan yang sama dimasa sekarang, jadi kemungkinan besar tuan harus bersikap selembut lembutnya pada gadis ini,"
"Aku juga sudah mengobati luka ditelapak kakinya mungkin untuk dua minggu dia tak bisa berjalan normal, tapi tenang saja dia akan membaik selekas itu,"
"Baiklah,"
"Saya juga sudah menuliskan resep obat untuknya supaya bisa meredakan emosinya,"
"Jack akan mengurusnya, terima kasih,"
"Baiklah, saya pergi dulu tuan,"
Kenrick masih menatap Zahwa yang sedang tertidur pulas. Memegang tangannya,
"Aku baru ingat! Ini semua karena ulah penculik itu,"
"Tenang saja baby, dia sudah berada ditempatku dan tak lama lagi aku akan menyiksanya seperti dia menyiksamu,"
"Maafkan aku sayang,"
______________________________
Author mau nanya nih, cover terbaru dari cerita ini bagus gak? Soalnya author baru ganti lebih bagus yang kemarin apa yang sekarang? Koment dong.
__ADS_1