
Aku mulai mencari cela agar bisa membuka pintu ini tapi nihil ini semua tak berhasil.
Ting.
Pintu itu terbuka secara otomatis saat pelayan lebih muda datang kekamar. Ia membawa sebuah pakaian yang terlihat mewah.
"Nyonya maaf saya membawakan pakaian ini untuk nyonya kata tuan nyonya harus memakainya,"
"Kau siapa, mengapa bukan bibi Ema yang kesini?"
"Aku Gea nyonya pelayan juga disini bedanya bibi Ema adalah kepala maid dan aku pembantunya"
"Tolong jangan panggil aku nyonya, kupingku benar-benar sakit saat orang lain memanggilku seperti itu"
"Lantas saya harus memanggil nyonya apa?"
"Zahwa saja, lagi pula kau denganku sepertinya seumuran"
"Tapi-"
"Ststtst, udah gak usah nolak ini permintaan untukku,"
"Oh yah baju apa itu?"
"Pakailah nyo- maksudku Zahwa! Ini pakaian yang didesain oleh desain terkenal diperancis,"
Aku yang meneliti setiap bajunya mataku terlonjak kaget saat baju itu hanya berbahan ketat dan tak berlengan, sungguh menjijikan.
"Dasar idiot, tidak mungkin aku memakai baju seperti ini, modelnya saja bolong-bolong ditambah lagi sangat ketat seperti karung beras Memangnya aku ini boneka butik apaa??"
"Tuanmu itu benar-benar tak waras otaknya diganti dengan otak ikan kedut apa? Oh yah ikan aja masih punya otak lah dia,"
"Mmtptpt, maaf nyonya emm maksudku Zahwa. Saya akan bicara pada tuan,"
"Ehh gak usah kamu bisa tolong ganti baju kamu dengan baju ini tidak sepertinya jika kamu yang pakai pasti sangat bagus,"
"Maaf, saya tidak bisa"
"Tidak apa-apa lagi pula ini dikamar"
__ADS_1
"Tapi-"
"Ayolah kumohon aku ingin melihatmu memakai gaun itu, sekali saja, oh yah lagipula Kenrick tak ada dirumah kan?"
"Tuan sedang pergi kekantor,"
"Nah kan bagus jadinya dia tidak akan ada yang tahu"
"Tapi saya takut"
"Hey disini ada aku tak apa, pakailah aku tahu kau sangat cantik jika memakainya,"
"Baiklah jika nona memaksa,"
Dia pergi kekamar mandi sambil membawa gaun itu, aku yang melihatnya itu pun tersenyum karena rencanaku sepertinya akan berhasil.
Aku sengaja menyuruhnya mengganti bajunya agar aku bisa menjalankan aksiku.
"Gea, kemarikan bajumu aku ingin merapihkannya!"
"Iyah nona tunggu sebentar,"
'Oh tuhan maafkan aku ini semua demi menghindarinya,'
aku berdiri didepan pintu dan menundukkan kepala, untung saja tinggiku dan tinggi Gea tak jauh beda.
Ting.
Pintu itu terbuka secara otomatis, segera ku keluar dari kamar.
'Akhirnya!'
Aku meneliti setiap rumah yang sebesar ini dan menunduk agar tak ada yang mengenalku membawa piring dan gelas.
3 jam berlalu
Aku berlari sekuat tenaga tak memikirkan kakiku yang sangat sakit akibat tak memakai alas. Kenapa dari tadi aku hanya bertemu dengan pohon dan jalanan sepi saja, berapa lama lagi aku harus sampai ditempat keramaian?
'Tolong, kumohon tolong aku!'
__ADS_1
Aku mulai frustasi saat jalan yang kulalui hanya sia-sia, jalanku semakin lamban. Beristirahat sejenak itu yang kubutuhkan.
"Sepertinya dia sudah memikirkan matang-matang saat menculikku,"
"Dinegara bagian mana ini? Mengapa mataku hanya melihat hutan tak ada cahaya satupun mana ini sudah malam lagi,"
"Aku sangat hauss,"
"Aku tak mungkin jika harus kembali kerumah itu,"
"Lebih baik aku lanjut untuk berjalan menemukan setidaknya rumah kecil disini,"
Kakiku terus melanjutkan perjalanan, tapi tubuhku sangatlah tak kuat.
"CEPATT, CARI NYONYA SAMPAI KETEMU,"
Telingaku menggetar sat mendengar sebuah teriakan lelaki yang berada dibelakangku. Mataku membesar jantungku terus berdegup kencang.
Aku bersembunyi diatas pohon setidaknya dulu aku sering memanjat pohon saat waktu kecil.
Terdapat setidaknya 4 pengawal yang mencariku.
"Bagaimana ini jika tuan sampai tahu, kita tak akan melihat matahari terbit besok,"
"Aku yakin nyonya masih disekitar sini, dia tak mungkin keluar dari sini"
"Bahkan jarak dari sini ke kota hampir 200 km,"
Aku membuka mulutku tanpa mengeluarkan suara saat salah satu dari mereka memberi tahu jarak dari sini kekota.
"Belum lagi untuk sampai saja harus melewati rintangan dari banyaknya hewan buas,"
Mereka pun langsung pergi dari hadapanku.
'Ini akan sangat mustahil untuk aku bisa keluar dari sini,'
'Ya Rabb, aku takut aku ingin keluar dari sini,'
'Lebih baik aku beristirahat sejenak diatas pohon ini, lagipula ini sudah terlalu malam,'
__ADS_1