
Selepas aku dan Kenrick makan, kami langsung bergegas pergi dari sana. Di dalam mobil aku hanya terdiam merutukki pria disampingku yang sangat egois, oh lebih tepatnya pemaksa.
"Ken, aku mau pulang ini sudah sore!"ucapku.
Dia masih tetap diam, matanya masih melihat ke arah jalanan. Aku menatapnya dengan kesal, bersyukur saja aku tidak menyukainya lagi. apa jadinya jika dia benar-benar menjadi pasanganku, pasti tidak akan seru kalo diajak curhat. Lebih mending Zain dari padanya, Zain masih sedikit lucu jika diajak mengobrol.
Oh ayolah, mengapa pikiranku hanya Zain saja baiklah sekarang aku baru ingat, aku melupakan untuk memberikan kabarku padanya. Kau ini bodoh apa pikun sih Zahwa ingat ibunya telah melarang untuk mendekatinya kembali.
Aku menepuk jidatku dengan kesal dan membuat pria dingin disampingku menoreh kearahku dengan tatapan tajam.
"Ehh, Ken. Kumohon kembalikan ponselku, aku tak bisa mengabari pada siapapun dari tadi dan kau sudah janji bukan!"
Kenrick merogoh sakunya dan mengembalikan ponselku dengan cepat tanpa bicara sedikit pun.
Aku seperti bicara dengan patung saja, apa dia bisu??
Kurasa tidak, ahh lebih baik aku secepatnya pergi darinya daripada aku berlama-lama dengan patung es kerutt ini.
Dia laganya seperti billionaire, tapi sifatnya seperti es kulkul, luarnya memang manis tapi saat dimakan keras seperti batu.
Kenapa aku malah mengoceh dalam hati seperti ini kaya sinetron aja deh,
Udah udah lagi juga kalian pada tau kan aku ngomong apa! Cuma pria disampingku saja tidak mengetahui apa yang aku bicarakan dari tadi.
Eitt tadulu kalian jangan pada suka yah ama pria kerutt ini dia tuh sombong banyak gaya, diluar manis didalam keras kaya kulkul.
Batinku terus merutukki dirinya tanpa henti, entah mengapa dia benar-benar membuat darahku naik.
Tin.
Bunyi klakson terdengar keras membuyarkan lamunanku dari arah tepat sampingku.
"Kau ingin pulang kerumahmu apa rumahku!"cibirnya dengan nada dingin.
Ternyata ini memang sudah sampai di apartemenku, berapa lama aku melamun yah? Tapi tidak apa-apa yang penting aku pulang dengan keadaan selamat.
__ADS_1
"Baiklah terima kasih"
Aku turun dari mobilnya dengan wajah yang murung, bukan karena pergi darinya tapi seperti ada seseorang yang memanggilku dari tadi.
Tapi siapa?
"Sampai jumpa besok!"ucapnya dan pergi bersama mobilnya.
Aku mengangguk dan beralih masuk ke apartementku dan membaringkan tubuhku yang penat diatas tempat tidur.
•••
"Tuan, tuan sudah pulang!"ucap pengawal yang sedang membukakan pintu mobil Tuannya.
Kenrick mengangguk tanpa mengeluarkan suara sedikit pun dan berjalan ke arah mansionnya. Setelah masuk Kenrick menepuk tangannya sekali dan para pelayan datang berbaris didepannya.
"Ambilkan dua botol minuman khusus ke kamarku, kau mengerti !"bentaknya kepada para pelayan.
Salah satu pelayan itu mengangguk, Kenrick langsung menaiki anak tangga satu persatu dalam keadaan pening, ia tidak tahu kenapa belakangan ini kepalanya berputar-putar setelah pergi kencan dengan gadisnya.
Saat ini pikirannya sedang kacau, yang ada di otaknya hanya wajah Zahwa dan Zahwa.
"Zahwa! Kenapa kau selalu muncul dalam pikiranku? apa kau buta! Selama ini aku mencintaimu, memikirkanmu dan ingin selalu berada disampingmu!"
"Lalu mengapa kau selalu menjauh dan terus menghindar dariku?"
Kenrick mengerjapkan matanya dan terus membayangi gadisnya saat berada didekatnya. Saat ini dia sangat butuh pelampiasan.
Klub!
Hanya itu yang ada dipikirannya, biasanya pelampiasannya hanyalah kesenangan duniawi tak lagi memikirkan apa urusan dengan agamanya. Iyah Kenrick islam sejak ia mengenal Zahwa, dia memutuskan masuk islam tapi percuma niatnya hanyalah untuk gadis itu bukan dari hatinya yang terdalam.
Dia tak pernah memenuhi kewajibannya sebagai seorang muslim dan tidak ada bedanya saat ia tidak mempunyai agama sejak lahir. Sejak kecil Kenrick tak pernah mengenal tuhan karena orang tuanya tak pernah ada dikehidupannya. Hingga saat ia diadopsi oleh orang kaya, ia menjadi anak yang cerdas dan penuh kegigihan supaya bisa membangun kehidupannya sendiri dan itu berhasil sampai saat ini. Marga Addison yang ia pakai adalah marga keluarga angkatnya.
Dan itu berakhir saat Kenrick masih tak punya perasaan apapun bahkan rasa terima kasih pun tak ada dibenaknya untuk keluarga angkatnya. Dia sama sekali tak peduli bagaimana orang tua angkatnya membesarkannya yang ada diotaknya adalah kesuksesan, kesenangan dan kekuasaan.
__ADS_1
Dan itu mutlak baginya.
Pelayan mulai memasuki kamar Kenrick dan memberinya minuman.
"Tuan, maaf ada tamu yang ingin menemui tuan,"ucap pelayan itu dengan tertunduk.
"Siapa?"
"Dia bilang dia adalah tunangan tuan!"
"Dimana dia?"
"Dia ada di-"
"OH MY DARLING!"
Seseorang wanita dengan gaun sepaha dan ketat serta rambut sebahu dengan make up yang agak tebal membuat satu ruangan menoreh kearahnya termasuk Kenrick. Pelayan itu pun keluar tanpa disuruh oleh tuannya karena ia tahu bahwa disini bukan tempatnya untuk menguping pembicaraannya.
"Natasha! Sejak kapan kau disini!"
"My sweety, kenapa kamu malah nanya begitu sih! Aku baru datang loh dari Amerika, aku capek dan kamu bukannya nanyain kabar aku malah nanyain yang buat aku sedih!"
"Ingat Nat! Kita bukan tunangan lagi lebih baik kau pergi dari sini!"bentaknya dengan tegas.
Natasha tersentak mendengar perkataan Kenrick yang membuatnya mengerucutkan bibirnya.
"Ken! Aku masih gak setuju yah kita batal tunangan! Memang apasih yang membuat kamu berubah! Atau jangan jangan kau sudah menyukai gadis lain, HAH? siapa gadis itu katakan padaku, biar ku habisi dengan tanganku sendiri!"
"Dengar ini, *****! KAU KELUAR DARI KAMARKU ATAU KU TEMBAK KEPALAMU DENGAN PISTOL KESAYANGANKU DAN KUBUANG JASADMU KEPADA BINATANG BUAS YANG SEDANG KUPELIHARA!"
"Ken! Beraninya kau mengancamku hanya karena satu gadis sialan !"
"JIKA AKU MASIH MELIHATMU LAGI DISINI, AKU SENDIRI YANG AKAN MELIHAT JASADMU HABIS DIMAKAN OLEH WOLFIE!"
Natasha pergi dengan wajah yang sedih dan tak percaya melihat pria idamannya telah membuatnya bergidik ngeri atas ancamannya karena satu perempuan.
__ADS_1
"Lihat saja Ken! Jika ada perempuan yang berhasil membuatmu menjauhiku bukan hanya kubunuh akan kusiksa dia sampai dia memohon untuk mengakhiri hidupnya! CAMKAN ITU."batin Natasha.