King Of Possessive

King Of Possessive
6. Tolong!


__ADS_3

Aku menghabiskan waktu dengan membaca ayat-ayat suci ditengah malam walaupun aku hanya sendirian dikota ini, tapi itu semua tidak menghalangkan niatku untuk belajar mandiri disini. Meskipun kadang memikirkan kedua orang tuaku yang berada dijakarta.


tentang kejadian di kampus aku benar-benar terkejut dia kembali lagi dikehidupan baruku, kenapa setelag aku melupakannya dia malah datang?


Aku bahkan sudah berhasil mengubur semua perasaanku padanya. Lalu untuk apa dia kesini?


"Aku sudah hidup dengan nyaman dan tenang semenjak berada dikota ini apalagi saat tuhan menghadirkan Zain,"


"Iss, ada apa dengan diriku? Kenapa terus menerus membicarakan orang nyebelin itu sih!"


"Sadar Wa, kamu itu cuma secuil batu kerikil, Sedangkan Zain dia itu dari keluarga terkaya pasti mereka tidak mau menerima diriku yang biasa-biasa saja,"


"Lah, kok aku malah berharap sih, argghh makin gak jelas aja nih!"


Mataku terfokus pada ponselku yang memperlihatkan sebuah pesan dari Zain, tanganku beralih mengetik membalas pesannya. Zain hanya memberi pesan yang tidak-tidak tentang menanyakan kabarku dan perhatian lainnya. Aku membalasnya pun hanya singkat, karena malas meladeninya.


"Hm, aku masih tidak mengerti! Mengapa Kenrick berada disini bukankah dia sudah lulus?"


Ting.


Bel apartementku mengeluarkan suara yang mengartikan ada orang yang datang, aku pergi ke pintu utamaku dan seketika aku membukanya, memperlihatkan ada seorang wanita paruh baya yang mengenakan pakaian seperti selebriti dibelakangnya ada pria memakai baju hitam sepertinya itu adalah bodyguradnya.


"Maaf, anda siapa yah?"


"Apakah kamu yang bernama Zahwa?"


"Benar saya memang Zahwa,"


"Kalau begitu saya adalah Ibu dari putra saya yang bernama Zain Hamizan!"


"Oh kalau begitu mari masuk tante!"


"Aku hanya ingin memberitahumu bahwa jangan pernah mendekati putraku lagi!"


"Maksud tante?"


"Kau ingin apa? Uang atau kekuasaan?"


"Aku tidak mengerti apa yang tante bicarakan,"


"Kalau begitu aku yang akan membuatmu mengerti!"ujarnya sambil menjentikkan jarinya kepada pengawal yang sedang memegang sebuah koper.


Aku masih menatap wanita yang mengaku sebagai ibunya Zain dengan bingung, sebenarnya apa maksud kedatangannya ?


"Buka koper itu!"titahnya.

__ADS_1


Pengawalnya mengangguk dan membuka koper yang memperlihatkan banyak sekali uang didalamnya.


"Sekarang kau ambil uang itu dan jauhkan dirimu dari putraku!"


"Maaf tante saya gak bisa, jika tante ingin saya menjauhi Zain baiklah saya akan menjauhinya, tapi saya gak akan mengambil uang sepersen pun dari tante!"


"Hm, kau benar-benar sangat sombong!"


"Saya memang dari kalangan menengah tapi harga diri saya jauh lebih penting ketimbang matrealistis!"aku menutup pintu dengan keras yang menimbulkan kebisingan.


***


Berbeda dengan Zain yang kini sedang menunggu balasan pesan dari Zahwa, ia berbaring dikasur sambil tersenyum-senyum membayangkan gadis itu saat sedang marah karena ulahnya.


"Andai saja kau tahu, Wa! Sejak dulu aku menyukaimu!"mulut Zain tak terkendalikan jika menyangkut Zahwa.


Dia sangat bahagia tiap kali berada didekatnya, hatinya terasa lebih bewarna karena kehadiran Zahwa sangat penting dihidupnya yang terkesan sangat hampa. Hidupnya dulu saat waktu berada di eropa memang sangat berubah dari hidupnya diindonesia, Zain selalu berfoya-foya hidupnya luntang-lantung tidak jelas. Keluarga Zain sangat menekankan dia menjadi pemimpin diperusahaan milik orang tuanya.


Oleh karena itu sifat Zain berbanding terbalik dengan kata memimpin, dia lebih suka ke arah bersenang-senang menghabiskan uang ketimbang memimpin sebuah perusahaan yang besar. Padahal papanya sangat berharap dia akan menjadi pewarisnya, tapi itu semua hanyalah imajinasi. Zain memutuskan pergi dari rumahnya dan meninggalkan negaranya, ia menemui pamannya yang tinggal di indonesia dan dia pun menginap dirumahnya.


Bayangan semua tentang dirinya dimasa lalu benar-benar menghantuinya, tapi itu semua berubah ketika Zahwa mulai memasuki hidupnya. Gadis berhijab itu berhasil menaklukkan seorang pemuda yang tidak tahu arah jalan lurus.


"Aku harus menyatakan perasaanku besok!"ucapnya dengan sedikit nada tinggi.


Drttt..


"Hallo!"


".........."


"Mom, apa yang kau lakukan disini!"


"......"


"Hah? Baiklah sekarang Zain akan ke apartement Mom!"


Zain langsung mematikan ponselnya dan bergegas mengambil kunci mobilnya mwnuju apartement milik ibunya yang baru sampai ke indonesia.


"Kenapa Mom bisa kesini sih!"


"Arghhhh."Zain mengacak rambutnya dengan kesal.


¤¤¤


Cahaya matahari membuat mataku terbangun, aku sangat terkejut atas kedatangan orang tua Zain ke apartemenku pada malam hari.

__ADS_1


"Apakah aku sehina itu?"


"Kenapa orang tua Zain tidak menyukaiku?"


"Uh, sudahlah lagipula lebih baik aku menjauhi Zain saja daripada aku harus berurusan dengan orang kaya lagi!"cibirku sambil mengambil handuk dan membersihkan diri untuk pergi kuliah.


Kali ini aku seperti biasa menunggu ojek yang kupesan secara online, namun tanpa sadar ada mobil berjenis ferrari muncul didepanku dengan nada klakson yang tinggi nyaris membuatku terlonjak kaget. Jendela mobilnya otomatis kebuka secara perlahan didalamnya ada pria dengan pakaian formal sedang menyetir dengan wajahnya yang datar tanpa ada ekspresi sama sekali.


"Naiklah..,"suara yang dingin persis waktu aku pertama kali bertemu dengannya.


Ia adalah Kenrick Reegan Addison, pria yang tidak tersentuh oleh wanita manapun selain keluarganya.


"Aku tidak mau, lagipula aku sudah memesan ojek online!"


"Kau ingin naik kemobilku dengan cara lembut atau ingin kupaksa dengan cara kasar!"


Akus sontak tidak percaya dengan kata-katanya itu terlihat seperti pemaksaan. Oh tuhan! Apalagi ini mengapa tak ada habis-habisnya hidupku dengan kehadirannya kembali.


"Tidak! Tidak tidakk!"aku langsung berjalan cepat kedepan tanpa peduli dengan ancamannya.


Kenrick memundurkan mobilnya secepat kilat, dia membuka pintu mobil dengan angkuhnya dan menarik tanganku dengan kasar.


"Apa- apaan kau ini, lepaskann!!"Langsung kutarik tanganku dari sentuhan tangannya.


Setelah itu aku membalikkan tubuhku dan mencoba lari darinya.


Grepp..


Sebuah tangan menggapai tubuhku dan memeluk dari belakang, sontak aku membulatkan mataku. Mencoba melepaskan tangannya tapi tidak bisa itu sangat kuat.


Kemudian dia mengangkatku seperti karung beras, membawaku kearah mobilnya dan meletakkanku dikursi paling depan bersama dengannya.


"Kau benar-benar seperti penculik!"bentakku dengan teriak.


Dia tak mempedulikan ocehanku dan menyetir dengan santai tanpa melirikku sedikitpun. Aku hanya terfokus ke arah jalanan enggan melihat wajahnya yang menyebalkan itu.


Setelah beberapa waktu kami menempuh perjalanan, tapi kenapa daritadi tak sampai-sampai dan benar jalanan ini bukan ke arah kampus.


Ya Rabb! Tolonglah aku!


"Heyy! Kau gila yah! Ini bukan arah jalan kampus kau ingin membawaku kemana HAH?"


Tanpa ada sebuah jawaban dia tiba-tiba tersenyum tipis mendengar ocehanku.


'Oh Tuhan. Kali ini dia benar-benar akan menculikku, kumohon bantu aku agar jauh darinya!'batinku terus berdoa.

__ADS_1


________________


Jangan lupa vote dan koment❤


__ADS_2