King Of Possessive

King Of Possessive
14.


__ADS_3

Dorrr..


Dorrr..


Suara tembakan jelas menggema digendang telingaku dan menghentikan kakiku ditempat.


"ZAINN,"


Teriakan semua orang saat melihat peluru menembus lengan dan dada Zain hingga membuatnya terjatuh.


Mataku membeku saat Zain meringis kesakitan, aku berlari kearahnya.


"Zain,"


"Wa, ke-napa kau tak lari?"


"Mengapa aku harus meninggalkan suamiku!, hiks hikss aku takut kehilanganmu"air mataku tak terbendung lagi hingga jatuh mengenai wajah Zain.


"Hey, aku tak selemah itu,"ucapnya disela sela lukanya.


"CEPATT! BAWA DIA KEMOBIL!"


Dua pengawalnya menangkapku dan memaksaku menjauhinya, tapi aku memberontak meronta-ronta minta dilepaskan.


"Lepasss, tolong ayahh bundaaa, tolong, zainn!"


"Ja-ngan ba-wa istriku,"Zain mengucapkan kata-katanya dengan nafas terakhirnya dan menutup matanya.


"HUAAA, TOLONGG!! AYAHHH TOLONGG, BUNDAA TOLONG ZUAAA!"Mereka mengalihkanku pada Sosok penjahat dimataku.

__ADS_1


"Diamlahh, Biarlah ******** itu matii,"


"******** !! kau yang ********, Ken!"


Plak


Dia, dia menamparku dengan sangat keras,


Ayah dan bunda melihatku sambil bergerak kearahku, rasa ingin menolong terlihat jelas pada mata mereka.


"Jika kalian mendekat, maka jangan salahkan aku semua orang yang disini akan mati secara bersamaan,"


Mereka mundur secara perlahan ketakutan jelas diwajah ayah dan bundaku termasuk keluarga Zain.


Mataku semakin menegang mendengar perkataannya yang terakhir. Tolong tuhan, berikan aku ramuan penghilang atau tongkat ajaib agar bisa menghilangkan pria jahat ini.


Seumur hidupku aku baru tahu jika pria yang pernah kucintai ternyata adalah seorang penjahat. Aku menangis saat banyak darah yang menyelimuti Zain ditangan dan dadanya.


Dadaku sesak saat melihat suamiku terkujur tak sadarkan diri. Sementara tanganku dipegang erat olehnya.


"Lepaskan, akuu ingin menghampiri suamiku, tolong dia kesakitan."


"Apa kau gilaa? Dia sudah mati Zahwaa, sudahh matii,"


"Hikss, hikss nggak nggak suamiku tidak matii,"


"Sekarang kita pergi dari sini dari mereka dan juga dari negara ini."Ucapnya sembari membawaku keluar dari rumah tapi aku berusaha memberontak tapi tidak bisa tenaganya sangatlah kuat dibanding dengan kekuatanku.


"Tidak, aku tak mau ikut denganmu, tolong jangan seperti ini, aku sudah menjadi istrinya kau tak berhak membawaku,"

__ADS_1


"Berhak, aku berhak atas dirimu."dia memanggulku seperti karung beras dan aku berusaha memukul pundaknya dengan sekuat tenagaku. Tapi nihil dia tak merasakan apapun malah mempercepat jalannya kearah mobil yang sudah disiapkan oleh para Bodyguard yang sudah sedia didepan mobilnya.


Saat mereka membuka pintu mobilnya, disitulah aku mulai menggerakkan aksiku dengan menendang kakinya secara keras dan itu berhasil membuatmu menjerit kesakitan. Aku mulai berlari darinya tanpa menoleh kedepan dan berhasil menubrukkan kepalaku pada tiang depan rumahku sendiri.


"Zahwa,"


Sebuah tangan menangkapku dengan sangat sigap saat aku mulai terjatuh tak sadarkan diri, orang terakhir yang kulihat hanya dia, penjahat. Lebih tepatnya seorang pembunuh.


-0-0-0-


Kenrick


"Mengapa? mengapa kau tega menikah dengan pria lain, saat aku hanya meninggalkanmu sebentar,"


Pria itu sedari tadi hanya melihat gadis dipangkuannya yang sedang tak sadarkan diri. Tangannya beralih mengelus pipinya dengan lembut agar tak bangun.


"Tuan kita sudah sampai dibandara dan jet pribadi tuan sudah disiapkan,"Ucap sang sopir.


Kenrick keluar dengan memangku gadisnya ala bridal style dan dengan sangat hati-hati masuk kedalam jet pribadinya. Para bodyguard-nya menunduk hormat pada tuannya.


Dia menidurkannya ditempat tidur yang berada dijetnya dan menyelimutinya secara perlahan-lahan.


"Kau pasti sangat lelah hari ini karena dari tadi kau hanya mengeluarkan air mata dan membuat dirimu sendiri terluka,"


"Aku sudah benar-benar salah karena menyerahkanmu padanya, sangat sangat salah. Maafkan aku sayang, sungguh aku minta maaf,"Ucapnya sembari memegang tangannya dan mencium punggung tangan gadisnya.


"Beri dia obat bius agar tak bangun selama seharian ini, karena jika dia bangun gadis ini akan memberontak,"


"Satu lagi ganti pakaiannya dan obati luka dikeningnya, aku ingin menyiapkan keperluanku dulu."

__ADS_1


Sang pramugarinya mengangguk patuh,


__ADS_2