Kingdom Of Heaven

Kingdom Of Heaven
Pengakuan Sang Pangeran


__ADS_3

Peperangan berlangsung dengan sangat dahsyat. Hingga akhirnya pemimpin pasukan musuh meneriakan semboyan mereka ketika terdesak dengan lantang. “Muunnduurrr!!” Setelah dia mengatakan itu seketika secara serentak semua pasukannya lari terbirit-birit.


Namun tentu saja G. Arrai tidak akan membiarkan mereka lolos terlebih komandannya.


“Berani sekali kamu melarikan diri?. Jangan harap bisa keluar dari sini hidup-hidup!” Dia langsung berlari menuju kudanya lalu menungganginya dan segera mengejar Pemimpin musuh. Mereka terus berkejar-kejaran. Terkadang General Arrai menembak musuh menggunakan Hirenya. Hire adalah machine gun yang terpasang pada lengan kiri General. Hingga tanpa sadar G. Arrai telah sendirian di dalam hutan bersama musuh.


“Pasukan Berhenti!” Ucap Pemimpin musuh sembari mengangkat tangannya memberi isyarat berhenti. Lalu komandan itu berbalik kearah G.Arrai dan berkata dengan pandangan mengejek.


“Aku sangat kagum dengan keberanianmu General. Namun kini kau tahu bahwa kau sendirian?” General yang masih berumur 17 tahun tersebut tertegun sejenak.


“Mengapa General?, Apakah kamu terkejut?. Sekarang saatnya menamatkan riwayatmu!” Komandan musuh mengeluarkan sebuah mini gun. Sekali berputar terlontarlah 50 peluru sekaligus. General yang masih tertegun karena terkejut, langsung tersadar dan melompat kesamping. Dia pun bergegas menuju pohon terdekat dan berlindung di sebaliknya.


Namun nasib kudanya tidak seperti dirinya. Dalam sekejap kuda pemberian Prince tergeletak mati. Kini G. Arrai sangat terdesak karena musuh menembaknya tanpa henti. Sampai-sampai pohon tempat berlindung G.Arrai hampir roboh.


“Menyerahlah saja General. Kau pikir pohon tempat mu berlindung adalah tembok Zulqarnain hah?” Sesaat setelah Pemimpin pasukan musih mengucapkan kalimat Zulqarnain, dari belakang pasukan musuh muncul seekor pegasus dengan mahkota diatas kepalanya. Dia meringkik kuat-kuat dan menubruk Pemimpin pasukan musuh.


“Hah, Zeeking!!!” Ucap G. Arrai senang dia tidak mensia-siakan kesempatan tersebut. G. Arrai segera melompat dan menunggangi Zeeking lalu menembak pemimpin pasukan musuh yang masih terkapar karena serudukan Zeeking dan pergi.

__ADS_1


...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...


“Zetto terimakasih karena telah menolongku, Dan aku sangat minta maaf karena telah salah paham terhadapmu” Ucap Queen malu-malu.


“Tidak mengapa Queen ku tersayang” K.Zetto memeluk Q.Qlarion. Disaat itulah Prince menghampiri mereka.


“Mmm, King, Queen. Maaf kan aku!, Karena semua kehancuran ini akibat diriku!” Prince Al Fatih mendatangi King dan Queen yang mendadak melupakan perselisihan mereka.


“Apa maksudmu Prince?, Coba ceritakan padaku semua yang terjadi!” Tanya King tegas.


“Jadi sebenarnya tiga hari yang lalu.....” Prince memulai bercerita.


“Ayo ulangi sekali lagi kuda bodoh!!” Seorang pria bertampang sangar dan bertubuh kekar mencambuk seekor kuda. Tentu saja kuda itu meringkik kesakitan.


Dari sebuah lembah Aku melihat kejadian itu semua.


“Manusia hina, Darimana itu?”Ucapku lirih. Lalu aku pun mendatangi peternakan tersebut. Seketika semua orang bersiaga atas kedatanganku

__ADS_1


“Siapa kau Bocah? Sepertinya kamu ingin mencampuri urusan kami!” Bentak Pria sangar terhadapku.


“Maaf pak tua aku hanya merasa kasihan saja melihat kuda itu disiksa sehingga bisa saja kuda yang awalnya gagah menjadi lemah karena penyiksanya!” Sindir ku iba.


“Kamu tidak mengerti apapun bocah, Kita ini melatih kuda ini agar menjadi kuda perang bukan membunuh!” Lanjut pria itu geram.


“Namun kuda itu sangat kasihan!. Bisa-bisa sebelum menjadi kuda perang—kuda itu akan mati duluan!” Ejekku


“Bocah, Kamu, Menantang kami ya?” Pria bertampang sangar itu mengenggam erat pecutnya sembari memecutkannya ke udara kosong.


“Memangnya jumlah kalian berapa sehingga berani berhadapan dengan bocah ini!” Kataku menghina.


”Bocah sombong—Teman-teman serang dia!!“aku terdiam dan terpaksa menghunus pedangku.


“Lumayan kami sebenarnya sedang tersesat. Terimakasih karena telah menyediakan kuda untuk kami!” Lalu semua orang yang berada disitu merengsek maju menuju diriku sembari mengenggam senjata yang mereka punya. Ada yang menggunakan Pisau, Cambuk, Tongkat Besi dan ada yang meruncingkan ujung batang kayu untuk dijadikan tombak.Tentu saja mereka tidak mampu berhadapan denganku yang membawa sebilah pedang dan memakai zirah.


“Uugh!!” Pria sangar itu terpental dan berdebam di tanah.

__ADS_1


“Boccaahh, Kau jangan senang dulu!! Pasti kelompokku akan membalas dendam terhadapmu!!” Lalu setelah mengucapkan kalinat tersebut Pria tua itu tertawa melengking dan terbahak-bahak.


''Crrrassh'' “Ajal sudah diambang mata masih sempat-sempat nya kamu tertawa” Karena berisik, aku pun memenggal kepala Pria tersebut.


__ADS_2