Kingdom Of Heaven

Kingdom Of Heaven
Luka yang Tak Terobati


__ADS_3

General dan Colonel berhasil mengalahkan dua troll raksasa—yang langsung membuyar menjadi seperti gumpalan asap. Akan tetapi semakin banyak makhluk aneh yang bermunculan dimana-mana.


“Subhanallah, Ini tidak ada habis-habisnya—”


“Arrai, Awas dibelakangmu!!” Anna mendorong Arrai untuk menunduk. Muncul seekor naga yang menghembuskan napas berapinya.


''Sroom'' General mengubah mode Hirenya dari Lazer menjadi Ice. Menembak kepala naga tersebut. Naga itu pun membuyar. C. Anna juga baru selesai menyelesaikan dua monster sekali- gus dengan panah apinya. Namun monster- monster lain—kembali bermunculan. Samar- samar mulai terlihat kembali bayangan Craszyor dengan ribuan pasukan dibelakangnya.


“Anna, Menyingkir!!” Kini gantian General yang menyelamatkan Colonel. G. Arrai menendang C.- Anna demi menghindari hantaman serangan palu godam seorang prajurit. G. Arrai turut terlempar menuju sudut lorong istana karenanya, Sedang- kan C. Anna terpental menuju dinding. Anna sudah memejamkan mata—bersiap menahan rasa sakit menghantam dinding. Ketika tubuhnya malah menembus dinding tersebut. Sekejap pemandangan disekitarnya kembali seperti biasa. Lorong kastil yang lenggang dan sepi. Tidak terlihat sorak sorai pasukan craszyor, Tidak terlihat prajurit bersenjata godam yang gemar meremukkan lantai dan dinding 'istana'. Dan juga tidak terlihat—General Arrai.


“Arrraaaaiii...Dimana Kamu...Segeralah lari menuju dinding arah kamu menendangku!!” Colonel teriak sekeras mungkin—Namun tiada jawaban. Tetap sepi dan lenggang. Dada C. Anna terasa sesak. Air matanya mulai meleleh membasahi pipinya. Perasaan takut kehilangan dan tidak bisa bertemu Arrai untuk selamanya memenuhi jiwanya. Sang Colonel hanya bisa menangis 'dalam diam'. Saat sinar matahari mulai menyongsong lorong-lorong kastil ia baru kembali menuju kamarnya yang terletak balkon kastil. Perasaannya semakin remuk. Ketika dia melewati balkon. Terlihat taman yang sangat indah, Tempat semua kejadian ini bermula. Teringat saat-saat bersama Arrai. Anna langsung berlari menuju kamarnya. Membuka, Masuk. Dan menutupnya kembali. kali ini ia tidak kuat menahan tangisnya dan menangis tersedu-sedu.


...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...


“Haah—acara jamuan makan malam tadi benar-benar kacau!” Keluh M. Jazzura.


“Iya, Banyak hal yang mencurigakan!!, Seperti pemanah tersembunyi, Hubungan Clarissa dengan Prince Henry dan Assassins yang tiba-tiba muncul merusak suasana.” Jawab Azzura membenarkan perkataan Jazzura.


“Sepertinya kita butuh bantuan kakakku untuk menyelidiki 'apa yang sedang terjadi' kakakku kan ahli dan suka dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan misteri.” Usul Cap. Fazzura.


“Setujuu!!” Seru Azzura dan Jazzura nyaris bersamaan.


...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...


Pria berpakaian serba putih dengan zirah di beberapa bagian, itu melompat memegang pembatas balkon dengan erat, Lalu menjadikan- nya sebagai tumpuan untuk menarik tubuhnya.


Tubuhnya melompat melewati pembatas balkon, Dan menuju salah satu kamar dari enam kamar—Kamar milik Navy dan Air Force.


...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...


“Acara jamuan tadi benar‐benar merendahkan harga diri kita.” kata N. Scouth memulai pembicaraan.


“Yaah, kali ini aku setuju denganmu.” Jawab A.F. Zilver.


“Wow, Tumben?, Akan tetapi aku penasaran. Dengan orang berpakaian seperti Assassins tadi.”


''Tok, tok, tok'' Terdengar suara pintu diketuk.


“Scouth—Bukakan pintunya!!” Perintah Zilver.


“Mengapa harus selalu aku?!” Zilver melotot. Hingga akhirnya scouth mengiyakan. Saat pintu terbuka muncul bayangan seorang pria berpakai- an serba putih dengan zirah di beberapa bagian.


“Bukankah, Ini Assassins yang tadi.” Refleks N. Scouth mengaktifkan bola berapinya, Begitu pula dengan A.F. Zilver—ia turut mengaktifkan meihu- wabang miliknya.


“Eh, Navy-A.F, Tenang ini aku.” Assassins tersebut membuka tudungnya sehingga terungkaplah bahwa ia adalah Prince Al Fatih.


“Al Fatih!!” Sahut Navy dan Air Force secara bersamaan.


“Ini serius kamu? Kamu nekat banget lho, melempar 'Alex' menggunakan pisau.” Serbu Zilver dengan kata-kata.


“Oleh karena itu aku ingin meminta tolong kepadamu A.F. Zilver.”


“Meminta tolong apa?” Tanya Scouth.


“Aku belum menyelesaikan kalimatku N. Scouth.” Jawab Prince yang membuat Navy tersipu malu.


“Aku ingin meminta tolong Air Force untuk menyembuhkan luka King Alex.” Hanya segelintir orang yang tahu bahwa Air Force Zilver ahli dalam pengobatan, Salah satunya adalah Prince.


“Aapaa!” Teriak Zilver kaget.

__ADS_1


“Aapaa!!” Teriak Scouth lebih kaget, Dia tidak menyangka kalau selama ini Zilver bisa menyembuhkan berbagai luka.


“Pisau yang kulempar itu beracun. Para dokter kerajaan ini tidak akan ada yang bisa menyembuhkannya. Jika dalam sehari tidak disembuhkan, Tangannya akan membusuk. Jika dalam seminggu tidak disembuhkan maka racun itu akan menyebar ke seluruh tubuhnya. Dan tubuhnya bisa ikut membusuk.” Zilver menelan ludah, Dia tahu itu racun jenis apa. Namun Prince belum selesai menjelaskan keinginannya.


“Mereka pasti mencurigai King Zetto sebagai dalang penyerangan tadi. Aku ingin Air Force datang menyembuhkan 'Alex' atas perintah K. Zetto untuk menunjukkan niat baik. Sehingga mereka tidak lagi curiga kepada kita.” Zilver menghela napas pelan. Dia tahu ini buka misi yang mudah. Bagaimana jika ternyata ia malah ditangkap—hubungan mereka dengan Kingdom Of Black sedang merenggang.


“Aku akan menemani Zilver menghadap King Alex.” Ucap N. Scouth memevah keheningan.


“Heh—Aku tidak perlu ditemani!” Muka Sang Air Force memerah.


“Kau perlu Sayang, Jangan sok berani. Apapun bisa saja terjadi.” Rayu N. Scouth, Kini wajah A.F. Zilver semakin memerah dan tak bisa berkata- kata.


“Lalu Prince—setelah ini, Apa yang hendak kau lakukan?” Tanya Scouth.


“Aku akan kembali ke kamarku, Berganti kostum dan menemui—Azusa.”


“Wow, Kau pasti hendak mengejutkan Princess.” Kini giliran Zilver yang bersuara. Prince mengge- lengkan kepala.


“Sayangnya Princess, sudah mengetahui hal itu, dia bahkan sempat marah saat melihatku berpakaian seperti ini.” Setelah mengucapkan kalimat tersebut Prince pamit dan menuju kamarnya.


Setelah melangkahi bingkai pintu kamar milik Navy-A.F. Ia melihat siluet seseorang di depan kamarnya. Prince Al Fatih pun mendatangi Siluet tersebut yang ternyata adalah Alim atau Prince palsu.


“Halo diriku.” Sapa Prince.


“Hai juga diriku yang 'sebenarnya'.” Jawab Alim.


“Aku minta maaf, Akan tetapi, Tugasmu telah selesai.” Ujar Prince kepada dirinya sendiri.


“Eh, Sejak kapan kamu menjadi begi—” Sebelum Alim melanjutkan kalimatnya Prince sudah men- cairkannya kembali. Dia sudah bosan berbicara dengan dirinya sendiri. Karena itu sama saja dengan berbicara dengan hati. Mereka satu jiwa namun beda tubuh. Jadi Prince seperti men- skenario percakapan yang mereka lakukan.


Prince melanjutkan langkahnya hingga diambang pintu. Setelah mengetuk beberapa kali—pintu itu terbuka. Muncul sosok Princess dibalik pintu tersebut.


“Itu juga sifatku yang lain—jarang kupakai.” Al Fatih tertawa pelan.


“Soal kejadian tadi malam...” Raut wajah Princess Azusa berubah menjadi serius.


“Aku tidak menyangka, kamu akan melakukan hal seperti itu.” sambungnya.


“Aku juga tidak menyangka kamu akan memanas- kan lantai tersebut. Aku tahu itu kamu, Aku merasakan suhu lantai yang semakin meningkat. Oleh karena itu aku buru-buru lari.” Jawab Al Fatih jujur.


“Hmm, Jadi kamu lari bukan karena takut terungkap, Namun takut panas ya?. Seandainya aku tahu dari dulu. Akan kubakar kamu jika macam-macam.” Princess menyalakan apinya dengan senyum merekah.


“Soal takut terungkap, itu hanya sebagian kecil yang membuatku ingin lari.” Prince memalingkan pandangan—tidak sanggup menatap wajah Princess Azusa.


“Ada apa?” Tanya P. Azusa heran.


“Bukan apa-apa, Hanya saja aku tidak sanggup menatap wajahmu yang bertambah cantik ketika tersenyum.” Kali ini senyum Princess Azusa semakin melebar dengan pipi merona.


“Gombal!” Katanya sembari menampar pelan pipi Prince.


...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...


Pagi itu—Aku dan Scouth datang menghadap King Alex di kamarnya. Akan tetapi penjaga belum mengizinkan kami masuk, entah apa alasannya.


“Maaf King, Kami tidak bisa menyembuhkan luka beracun itu. Racun itu tidak ada dalam buku pengobatan manapun di Kingdom Of Black.” Pendengaranku yang tajam mampu menangkap pembicaraan di dalam kamar itu. Sepertinya dugaan Prince benar—tidak ada dokter di KOB yang mampu menyembuhkan racun yang dibuat- nya.


Beberapa menit kemudian dokter itu keluar dari kamarnya. Dan para penjaga itu mempersilahkan kami masuk. K. Alex sedang duduk di kasurnya. Terdapat balutan perban di bahunya. Namun darah masih merembes menembus balutan perban tersebut.


“Sepertinya luka itu dalam sekali.” Bisik Scouth yang juga menyadari hal tersebut.

__ADS_1


“Katakan—Apa tujuan kalian datang kesini? Apa yang kalian inginkan dariku?” King Alex memulai pembicaraan.


“Maaf jika mengganggu waktunya King Alex, Akan tetapi King Zetto memerintahkan kami untuk datang membantu menyembuhkan luka yang mulia. Sebagai wujud balas budi atas pemberian yang mulia kepada kami semua.” Kataku berbasa-basi.


“Lalu apa yang kau tunggu?! Segera lakukan!”


Aku mengaktifkan meihuwabangku dengan wujud tongkat logam panas dengan permukaan yang berwarna merah menyala. Aku juga menge- luarkan sepasang kaus tangan berbulu milikku dari saku. Dan mengenakannya di kedua tangan- ku.


“Pertama-tama, Kita akan menghentikan pendarahanmu King.” Aku melepas perban yang membalut bahu King Alex. Dan menempelkan meihuwabang pada luka. Suara ''Sssshh'' terdengar ketika meihuwabang menyentuh luka King Alex. King Alex menjerit pelan. Lalu aku mulai memulai mengidentifikasi jenis racun tersebut dengan menuangkan beberapa ramuan ke dalam luka. Setelah aku menemukan jenis racun maka aku mulai menulis resep dan bahan-bahannya.


“King, Aku ingin meminta tolong agar seluruh dokter kerajaan ini dikumpulkan disini!” K. Alex mengangguk. Segera dia memerintahkan penjaga untuk mengumpulkan seluruh dokter. Selang beberapa jam kemudian. Kamar itu sesak oleh dokter-dokter dari seluruh Kingdom Of Black.


“Tuan dan nyonya sekalian—ini adalah daftar resep dan bahan-bahan penawar racun King Alex. Dimanakah Kepala dokter disini.” Seseorang me- ngacungkan tangan dan maju. Lalu kuserahkan daftar tersebut kepadanya. Setelah menerima daftar resep tersebut—ia membacanya lalu berbisik kepada orang disebelahnya. Kejadian tersebut menukar hingga kamar tersebut bising oleh bisikan-bisikan para dokter.


“Semuanya, Diaaamm!!” Bentak K. Alex.


“Ada apa semua ini, Pak kepala dokter?” Lanjutnya.


“Maaf yang mulia—akan tetapi salah satu bahan yang tercantum dalam daftar ini tidak ada didalam dunia ini.” Jelas seseorang yang menjabat sebagai kepala dokter.


“Apa maksudmu bapak kepala dokter?” Tanya King dengan wajah tegang.


“Salah satu bahan membuat penawar racun tersebut adalah buah kelapa. Sedangkan kita tidak pernah mendengar kata ''kelapa'' itu sendiri. Lalu bagaimana cara menemukannya?” Kata kepala dokter tersebut membuatku dan scouth saling bertukar tatap.


“Apa maksudnya?, Kalian tidak tahu apa itu buah kelapa??, Itu adalah buah yang berasal dari pohon kelapa. Biasanya tumbuh di pesisir pantai” Tanya Scouth. Ruangan itu kembali ramai oleh bisikan para dokter.


“Maaf tuan, Namun apa itu, ''pantai''?” Tanya salah satu dokter. Aku dan Scouth kembali terheran-heran


“Kalian tidak tahu pantai?” Tanyaku—mereka sontak menggeleng. Scouth menghela napas pelan.


“Pantai adalah sebuah garis batas antara lautan dengan daratan.” Jelas Scouth. Namun wajah mereka terlihat seperti tidak mendapat jawaban yang memuaskan.


“Lautan? Apa itu lautan??” Tanya dokter yang lain kepada temannya. Scouth pun bertambah bingung. Dia berbisik kepadaku.


“Sepertinya dunia ini tidak memiliki lautan. Kalaupun terkadang ada kelapa yang tumbuh dekat oase. Dunia ini sepertinya juga tidak memiliki oase, Lihat saja bentuk pohon- pohonnya.”


“Maaf King Alex, Sepertinya kelapa tidak tumbuh di dunia anda walaupun didunia kami kelapa dapat tumbuh dimana saja—”


“Untuk sementara aku akan membuat penawarnya, Namun tidak menyembuhkan. Karena jika tidak segera diobati bahu yang mulia bisa membusuk.” Zilver membuat daftar resep baru dan memberikannya kepada kepala dokter.


“Semuanya bekerja!! Tidak ada yang menganggur.” Perintah K. Alex dengan raut muka merah padam. Seluruh dokter keluar dari kamar kecuali Scouth dan Zilver.


“Karena bahan utama penawar anda tidak ada disini dan hanya ada di dunia kami, Maka untuk menyembuhkan luka anda dan menghentikan pembusukan pada bahu, Anda harus membawa kami kembali ke dunia kami!” Ucap Scouth tegas.


“Akan tetapi aku tidak tahu, Bagaimana cara mengembalikan kalian ke dunia kalian.”


“Jangan membual!, Engkau pasti tahu cara mengembalikan kami yang mulia—pasti!!” Bantah Scouth. K. Alex urung untuk membuka mulut lagi, karena pintu kamar terbuka—para dokter telah kembali.


“Yang mulia!, Ini bahan-bahannya.” Ucap kepala dokter sembari menunjukkan bahan-bahan yang sesuai dengan resep A.F. Zilver.


“Serahkan kepada... Siapa namamu?”


“Maaf King kami lupa memperkenalkan diri. Aku Zilver Comandan Air Force Kingdom Of Heaven dan ini Scouth Navy Kingdom Of Heaven.” Kataku memperkenalkan diri.


“Baiklah—cepat!! Serahkan itu kepada Zilver.” Perintah Alex kepada kepala dokter. Kepala dokter itu memberikan bahan-bahan yang telah mereka kumpulkan kepadaku. Lalu aku mulai meracik penawar sementara—hingga selesai kuracik dan kuberikan kepada King Alex.


“King Alex, Minumlah ini sehari sekali, Jika anda lupa meminumnya sekali saja maka bahumu akan membusuk. Ini tidak akan menyembuhkan luka di bahumu—namun hanya dapat menahan pembusukan dan penyebaran racun.” Kataku menjelaskan sekaligus menekankan bahwa mau-tidak-mau ataupun bisa-tidak-bisa. King Alex harus mengirim kami kembali ke dunia kami demi kesembuhannya. King Alex hanya terdiam, dia memang tidak memiliki pilihan lain. Lenggang. Beberapa saat kemudian King Alex bersuara—


“Baiklah, Aku akan berusaha mengembalikan kalian ke dunia kalian. Sebisa mungkin.” King Alex mengangguk kepada kami semua dengan tatapan seolah mengatakan 'janji'.

__ADS_1


__ADS_2