
''DUUAR'' dalam sekejap UFO itu meledak karena serangan gabungan Navy dan AF.
“Uhuk, uhuk, Apa yang terjadi?” Ucap Queen dari kerajaan surga itu perlahan membuka mata.
“Queen, ini kami.” Ucap Azusa lirih.
“Ah, Azusa, Zilver, Scouth. Apa yang terjadi?” Entah mengapa sepasang mata Q. Qlarion mendadak bersinar.
“Tunggu, Dimana Zetto?” Tanya Queen Qlarion.
“Queen, Kau baru sadar tidakkah lebih baik kau beristirahat dahulu, masalah K. Zetto aku akan meminta tolong Al Fatih.” Kata P. Azusa.
“Aku disini, Ada apa?”Ucap P. Al Fatih tiba bersama Triple Zura.
“KAKAAK!!!” Ucap Cap. Fazzura berlari menuju kakaknya yaitu Air Force Zilver.
“Aku sangat merindukanmu kak, selama di Kingdom Of Heaven kau jarang menemuiku.” Ucap Cap. Fazzura sembari memeluk kakaknya.
“Oh ya, Aku sama sekali tidak!” Ucap AF ketus.
“Hei kau itu dengan semua orang ketus ya. Tidak suamilah, adiklah.” Ejek Navy.
“Queen!!, Apakah engkau baik-baik saja? Queen maafkan kami yang membiarkanmu sendirian di tengah hutan!!” Ucap M. Jazzura menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
“Sudahlah, Jazzura, kau tidak bersalah aku sendiri yang memerintah kalian untuk tidak mengikutiku” Ucap Q. Qlarion menghibur.
“Azusa, Ayo ikuti aku!” Ajak P. Al Fatih. Princess Azusa pun mengikuti Prince Al Fatih. Mereka terus berjalan hingga hari menjelang malam.
“Al Fatih, Kita mau kemana? Hari sudah gelap” Tanya Azusa Ketakutan.
“Sabarlah sebentar lagi kita sampai” Ucap Al Fatih
“Tunggu apakah kau mau mengajakku menuju puncak gunung? Itu terlalu berbahaya!” Kata Azusa.
“Tidak ada yang berbahaya bagimu jika ada aku disini” Ucap P. Al Fatih. Setibanya mereka di puncak gunung. Terlihat batu yang memancarkan air yang sangat jernih dan membentuk sebuah sungai.
“Tunggu apa lagi, Ayo!” Al Fatih menarik lengan Azusa hinga mereka berdua masuk kedalam air.
Prince Al Fatih sedari tadi telah membuat kapal boat dari air. Mendadak air menjadi lebih deras sehingga mereka meluncur dengan keras. Ketika sampai di ujung yang ternyata air terjun. Mereka langsung menuju tepi dan loncat ke bawah. Saat itu terlihat sebuah telaga yang sangat indah. Disana ada beraneka jenis ikan dihiasi oleh beragam bunga yang ada di tepi telaga.
“Siapa yang merindukanmu, sedari tadikan kita sudah bertemu.” Ucap Azusa dengan pipi merah merona.
“Baiklah jika kamu tidak merindukanku. Akan tetapi kemarilah!” Kata Al Fatih yang langsung terkejut ketika tiba-tiba Azusa berlari dan memeluknya, sontak dia tersenyum. Mereka pun berpelukan dibawah Sinar rembulan.
...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...
“Al Fatih , Apakah aku boleh meminta tolong?” Ucap P. Azusa memohon.
__ADS_1
“Tentu saja jika istriku yang cantik ini yang meminta mana bisa aku menolak !” P. Al Fatih tersenyum.
“Queen Qlarion mengkhawatirkan keadaan King. Jadi aku meminta tolong untuk mencari keberadaan K. Zetto.” Kata P. Azusa.
“Baiklah, Namun sebelum itu aku ingin menjemput G. Arrai beserta Military Elit laki-laki.” Jawab P. Al Fatih
“Kalau begitu tidak masalah. Jazakallah suamiku” Ucap P. Azusa sambil tersenyum bahagia.
...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...
Setelah menjemput G.Arrai dan Military laki-laki. Q. Qlarion pun menyarankan agar mereka membagun perkemahan di padang rumput tempat ia pernah diculik UFO.
“Ah, Akhirnya selesai.” Desah G. Arrai.
“Azzura, kemari biar kuajari kamu cara berkuda yang benar!!” Ajak C. Anna karena mendengar bahwa Horice berkali-kali terluka karena M. Azzura tidak bisa berkuda dengan benar.
“Ah, Baiklah, Sebentar lagi aku masih memiliki banyak pekerjaan, Colonel.” Kata M. Azzura beralasan.
“Ah, Banyak alasan kamu ini, kesana! Laksanakan perintah Colonel !” M. Jazzura mendorong M. Azzura.
“Hei bisa sabar gak sih kamu” Gerutu Azzura.
“Ehmm, Baru aja bisa menunggang kuda kamu sudah sok-sok an mau mengajari yang lain nya” Ejek G. Arrai.
__ADS_1
“Tentu saja, Ilmu itu jangan di pendam sendiri kita harus membagi nya agar bermanfaat” Ucap C. Anna bijak.
Begitulah yang terjadi dengan sekelompok petinggi Kingdom Of Heaven yang tersesat di Houyya Baciu. Mereka sudah berhasil bertahan hidup dengan membuat perkemahan yang dipagari Tembok kayu dan di bagian luar nya digali sebuah parit. Tidak lupa mereka membuat bendera mereka dengan bahan yang ada sebagai simbol kemegahan mereka.