
“Al Fatih, aku permisi, aku ada urusan lain.” Kata Henry. Dia bergegas pergi sebelum Al Fatih sempat berucap. Al Fatih sudah tidak peduli dengan sikap Henry yang mencurigakan. Ia tetap melanjutkan langkahnya menuju kamar Navy dan Air Force. Sesampainya di depan kamar milik Scouth dan Zilver, Al Fatih mengetuk pintunya beberapa kali.
Setengah Jam Kemudian
Tetap tidak ada jawaban, Prince mengintip dari celah gagang pintu—namun belum sempat melihat ke dalam, Princess Azusa datang menghampirinya dengan membawa seluruh bangsawan KOH yang berada di kamar.
“Al Fatih! Apa yang kamu lakukan?” Tanya Azusa heran sekaligus curiga.
“Navy dan Air Force sedang tidak berada di kamarnya! Kemungkinan perkataan Henry benar, saat ini mereka sedang di panggil oleh King Alex!” Jawab Al Fatih dengan raut muka panik.
“Kalau begitu kita harus bergegas!” Ucap King Zetto.
“Benar! Kita harus segera bergegas!! Scouth dan Zilver dalam bahaya!” Sambung Queen membenarkan ucapan King. Lalu mereka berlari, menuju perpustakaan Kingdom Of Black.
“Kakak...Semoga kamu baik-baik saja.” Kata Fazzura berdoa dalam hati.
...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...
“Sekarang, pergilah menuju rak terbesar, lalu ambilah buku dengan judul jenis-jenis kekuatan di Kingdom Of Black! Bukalah halaman 1.531! Maka halaman selanjutnya akan membawamu kembali menuju duniamu.” Kata King Alex kepada Zilver. Saat Zilver dan Scouth lengah—diam-diam King Alex menghunus pedangnya yang bergagang emas.
Arrai dan lainnya masih terdiam, melihat situasi. Zilver melangkah menuju rak yang di tunjuk oleh Alex. Lalu mengambil buku yang di maksud dan membuka halaman 1.531, akan tetapi halaman tersebut robek di beberapa bagian. Zilver menoleh dan mengajak Scouth untuk mengikutinya, namun Alex lebih dulu bertindak—ia menghunus pedangnya dan mengarahkannya ke leher Scouth. Zilver terperanjat dengan perbuatan Alex.
“King Alex, Apa yang engkau lakukan?” Desis Zilver. Zilver segera mengaktifkan meihuwabang miliknya.
“Apakah kau pikir kau bisa meloloskan diri dariku dengan kembali ke duniamu?” Jawab Alex sembari tersenyum licik.
“Kalaupun aku kembali dengan Scouth, aku selalu menepati janji! Lagipula aku masih memiliki keluarga dan teman-teman disini!!” Zilver menggeram.
“Sudah tidak usah banyak bicara! Cepat buka halaman selanjutnya dan carikan untukku bahan utama ramuan penyembuh!” Perintah King Alex sembari menekan pedangnya di leher Scouth, Zilver terpaksa membuka halaman selanjutnya. Suasana menegang—namun tidak terjadi apapun. Zilver telah membuka halaman selanjutnya yang hanya putih polos.
“Me...Mengapa tidak terjadi apapun?” Tanya King Alex kepada dirinya sendiri. Lalu dia menyeringai kepada Scouth.
“Kalau begitu tidak ada gunanya kalian hidup!” King Alex menggerakkan pedangnya hendak memotong leher Scouth, namun sebelum itu terjadi, Kaito lebih dulu bertindak. Kaito melepas sebuah anak panah dan menancap di punggung tangan hingga tembus ke telapak tangan kanan King Alex, membuat pedangnya terpental.
Lalu Arrai, Silver Black, Kaito dan Idzhar keluar dari tempat persembunyian mereka. Membuat keringat dingin bercucuran membasahi tengkuk Alex. Tanpa berpikir panjang, King Alex segera melarikan diri. Keluar dari perpustakaan.
“Tunggulah kalian semua disini! Aku akan kembali dan menghabisi kalian semua!!” Teriak K. Alex dari kejauhan. Selang beberapa menit setelah K. Alex melarikan diri. King Zetto beserta bangsawan KOH yang di bawanya telah datang.
“Kalian baik-baik saja?” Tanya Prince.
“Alhamdulillah, kami baik-baik saja. Seandainya tadi tidak ada Kaito, mungkin saja diriku sudah tanpa kepala.” Kata Scouth. Anna dan Arrai bersitatap.
“A..arrai, kukira aku tidak akan melihatmu lagi.” Kata Anna.
“Anna” Arrai merentangkan kedua tangannya. Anna segera menghambur dalam pelukan Arrai.
Namun kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama. King Alex telah kembali, dengan membawa puluhan ribu pasukan di belakangnya.
“Cepat kunci pintunya!” Perintah General Arrai. Tanpa di perintah dua kali—Kaito dan Idzhar segera mengunci pintu tersebut. Akan tetapi—
“Jangan!! halaman tersebut tidak berfungsi karena robek dan robekannya ada di tanganku!” Kata M. Silver Black sembari menunjukkan kertas rangkuman dan merobek foto para pemilik kekuatan.
__ADS_1
“Lalu apa pendapatmu, Silver Black?” Kata G. Arrai gusar.
“Oleh karena itu, biarkan pintu itu terbuka. Kami para lelaki akan menghadapi Alex di luar! Sedangkan para wanita akan menempel foto tersebut!” Kata Silver Black. Seluruh anggota Kingdom Of Heaven yang terdapat disitu mengangguk setuju—termasuk General Arrai. Lalu seperti yang di katakan Silver Black, seluruh pria mengaktifkan senjata masing-masing dan melangkah keluar, hendak mengadang bala tentara King Alex II.
Kedua pasukan yang sangat tidak seimbang saling berhadapan.
“Lorong kastil ini sempit, itu sangat menguntungkan kita, karena mereka tidak bisa mengerahkan seluruh pasukan mereka secara bersamaan!” Bisik G. Arrai kepada K. Zetto. Yang di balas dengan anggukan pelan.
“Kami menantang kalian duel!! Tiga orang terbaik dari kami dan tiga orang terbaik kalian!!” Teriak Prince Al Fatih. Lalu Prince menunjuk Ketiga Military Elit lelaki—Kaito, Idzhar dan Silver Black. Mereka maju dengan senjata di tangan mereka. Lalu dari barisan musuh juga maju tiga prajurit. Satu bersenjata tombak dengan perisai berbentuk persegi panjang ke bawah. Dan duanya bersenjata pedang dengan perisai bulat.
“Aaargh!!” Silver Black telah merengsek maju. Ia segera mendatangi prajurit dengan pedang dan perisai bulat. Prajurit itu menangkis serangan pedangnya dengan perisai—lalu membalas serangan Silver Black dengan tebasan dari kanan ke kiri. Silver berkelit ke belakang. Lalu menendang dagu prajurit tersebut dengan kaki kanannya. Prajurit tersebut lengah dan terpental ke belakang dengan dagu terluka. Silver Black tidak mensia-siakan kesempatan ini, dia melompat dan menusuk kepala prajurit tersebut.
Sorak-sorai dan gema takbir berkumandang dari barisan Kingdom Of Heaven. Setelah itu giliran Kaito. Kaito berhadapan dengan prajurit bertombak dan berperisai persegi panjang. Prajurit tersebut berlari mendekati Kaito. Kaito melepaskan tiga anak panah sekaligus, semuanya menancap pada perisai prajurit tersebut dan meledak. Prajurit itu terpental, dia menancapkan tombaknya ke lantai untuk menahan keseimbangan. Kaito melepaskan anak panah lagi, namun secara terus menerus. Prajurit itu mengayunkan tombaknya melingkar. Menangkis serbuan anak panah kaito yang tidak terbatas. Kaito kembali melepas tiga buah anak panah sekaligus namun secara terus menerus. Membuat prajurit tersebut kewalahan dan panah Kaito menancap di sekujur tubuhnya, lalu ia ambruk.
Sorak-sorai dan gema takbir berkumandang dari barisan Kingdom Of Heaven. Lalu giliran Idzhar untuk beraksi, ia mengacungkan katananya kepada musuh, memberi isyarat untuk menyerang duluan dan mengambil posisi kuda-kuda. Prajurit dengan pedang dan perisai bulat tersebut terpancing dan berlari maju. Hendak menebas kepala Idzhar. Idzhar menangkis pedang tersebut dengan keras, membuat pedang musuh terpental jauh. Idzhar lanjut mengayunkan pedangnya dari arah serong atas ke serong bawah.
Namun prajurit tersebut masih bisa menahan serangan Idzhar dengan perisai bulatnya. Prajurit tersebut menendang lutut Idzhar, membuat Idzhar meringis kesakitan. Lalu prajurit tersebut menghantam pipi Idzhar dengan sikunya. Idzhar terpental, katana miliknya juga terpental jauh darinya. Prajurit tersebut berlari—mengejar Idzhar yang kini telah terbaring tidak berdaya. Prajurit itu menekan leher Idzhar dengan perisai bulatnya.
Dengan sisa-sia tenaganya, Idzhar menendang tulang rusuk prajurit tersebut dengan lutut kanannya. Tekanan di lehernya hilang karena prajurit itu telah terbaring kesakitan. Idzhar mengambil pisaunya dan menebas leher prajurit tersebut. Sorak-sorai dan gema takbir berkumandang dari barisan Kingdom Of Heaven. Kaito dan Silver Black bergegas membopong Idzhar yang kelelahan untuk kembali ke barisan mereka. Saat ini King Alex telah mengacungkan pedangnya kedepan—memerintahkan seluruh pasukannya untuk menyerbu. Kaito mengarahkan panahnya ke langit-langit di atas pasukan Kingdom Of Black yang bergerak mendekati mereka.
“Meteorit thunder!! ” Teriak Kaito seraya melepas tarikan panahnya—anak panah tersebut meluncur menuju langit-langit. Tepat setelah anak panah tersebut menancap di langit-langit. Gumpalan awan hitam dan gelap memenuhi ruangan tersebut. Petir dan guruh mengelegar—menyambar ribuan pasukan di bawahnya. Membuat mereka gosong dan melepuh.
Ketika hujan petir itu selesai, gumpalan awan mendung tersebut belum berhenti bereaksi. Kali ini turun meteor dengan percikan listrik—menghantam seluruh makhluk hidup di bawahnya. Ribuan pasukan tersebut tidak berkutik lorong kastil yang sempit membuat mereka lebih susah untuk menghindar, mereka hanya bisa pasrah menerima seluruh serangan tersebut. Tanah tempat pasukan Kingdom Of black berpijak merekah dan berhamburan karena ledakan yang ditimbulkan oleh meteor Kaito.
Setelah gumpalan awan mendung tersebut menghilang. Perlahan kabut yang timbul karena ledakan memudar. Pemandangan yang sangat mengerikan terlihat. Ribuan mayat dari pasukan Kingdom Of Heaven tergeletak, saling bertumpuk. Sedangkan Kaito ambruk dan pingsan.
Serangan belum selesai, Ribuan pasukan lagi datang menyerbu ke arah mereka. Prince Al Fatih dan Military Silver Black merengsek maju. Sedangkan King Zetto, General Arrai dan Navy Scouth menyerang dari belakang. Bola-bola api milik Scouth melesat, menghantam dan mencerai-beraikan pasukan Kingdom Of Black.
Prince Al Fatih mengangkat tangannya ke atas. Lantai kastil merekah, air menyembur keluar. Membentuk pasukan air dengan wujud persis dengan Prince Al Fatih. Prajurit air itu bertarung selihai Al Fatih dan tidak bisa dibunuh, membuat ngeri pasukan yang ditemuinya.
General Arrai mengaktifkan Hirenya dan rentetan peluru berapi keluar. Membakar semua di hadapannya. Silver Black membuat guruh dan petir dimana-mana. Suara gelegar dan dentuman yang memekakkan telinga, terdengar setiap ia menebaskan pedangnya.
King Alex semakin terdesak, ia tidak menyangka puluhan ribu pasukan yang di bawanya akan di hancurkan semudah ini. Ketika ia nyaris putus asa—harapan baru baginya telah datang. Datang ratusan pasukan berkuda dengan pakaian dan atribut penuh dengan emas. Zirah emas, pedang emas, perisai yang berbentuk melengkung seperti payung berwarna emas dan juga seluruh kudanya ditutupi oleh zirah emas. Mereka langsung merengsek, menyerbu ke dalam barisan Kingdom Of Heaven. Di susul oleh King Alex dengan kekuatannya yang tersisa.
Seluruh pasukan air Prince Al Fatih langsung menguap ketika di tebas oleh pedang pasukan berkuda serba emas yang baru datang tersebut. Pedang mereka seperti baru saja di tempa dan di panaskan secara langsung di kawah gunung berapi. Bola berapi Scouth, peluru berapi Arrai dan peluru ledakan milik King Zetto tidak berpengaruh banyak terhadap mereka.
Perisai melengkung yang mereka bawa mampu melindungi seluruh tubuh mereka dan menahan ledakan. Suara guruh dan petir milik Silver Black yang mengelegar tidak berpengaruh terhadap pendengaran mereka karena topi zirah emas yang mereka pakai mampu meminimalisir suara.
Kini keadaan berubah 180°, barisan Kingdom Of Heaven kacau balau. Prince Al Fatih berjuang sekuat tenaga, dalam menjatuhkan satu per satu pasukan emas tanpa pasukan air miliknya.
General Arrai sudah menghunus pisau kecil di punggung tangannya. Dia melompat dan menghantam leher salah satu pasukan emas yang tidak terlindungi oleh zirah emasnya. Setelah menghabisi satu prajurit emas, G. Arrai mengincar yang lain.
King Zetto baru saja menangkis serangan seorang prajurit emas dengan shotgun miliknya. Lalu ia membalas dengan menembak punggung prajurit tersebut saat ingin memutar kudanya. Prajurit tersebut terpental dengan zirah terkoyak.
Sedari tadi Navy Scouth telah berkali-kali berguling untuk menghindari berbagai serangan kavelari emas yang mengerikan itu. Walau bola berapi miliknya tidak begitu berpengaruh dalam jarak jauh. Dalam jarak dekat sekalipun tetap mampu membuat satu prajurit jatuh dari kudanya dengan luka bakar. Namun serangan dan kepungan yang ketat membuat Scouth tidak berdaya. Salah satu prajurit telah berhasil mensarangkan pukulan pada punggungnya, lalu prajurit yang lain mengentakkan kudanya dan membuat Scouth terpental dari lorong kastil menuju balkon. Beberapa prajurit berkuda tidak berhenti dan mengejarnya. Salah satu dari mereka menerjang tubuh Scouth dengan kudanya. Scouth terpental jauh melewati pagar pembatas balkon dan raib.
“Scouth!!” Teriak Prince Al Fatih. Akan tetapi ia tidak sempat menolong, dirinya di terjang habis-habisan oleh para prajurit berkuda emas tersebut. Dia telah menjatuhkan sepuluh prajurit, akan tetapi datang prajurit dengan jumlah dua kali lipat menyerangnya. King Zetto dan Arrai juga telah terkapar tidak berdaya. Sedangkan Silver Black mengalami nasib yang sama dengannya.
King Alex melangkah dengan congkak, mendatang King Zetto yang terbaring lemas.
“Zetto, seorang raja dari Kingdom Of Heaven. Sekarang sudah tidak berdaya! Aku berhasil!!” Alex tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
“Tidak kusangka! Kalian tidak setangguh leluhur kalian!! Ini adalah akhir dari kerajaan yang katanya seperti surga!!” Alex mencabut pedangnya dan menaruh di leher Zetto.
“Sekarang adalah saatnya untuk mengamhiri riwayat kalian!!” Sesaat setelah Alex selesai mengucapkan kalimat tersebut. Sebuah phoenix dan pegasus muncul dari balkon kastil dan menerjang King Alex dengan kecepatan penuh. Alex melompat kesamping—menghindari terjangan tidak di undang. Seluruh pasukan berkuda emas langsung mengepung phoenix tersebut. Akan tetapi phoenix itu menebaskan sayap dan ekornya ke barisan pasukan emas. Membuat formasi mengepung mereka runtuh. Pegasus tersebut tidak mau kalah dan menerjang barisan musuh yang lainnya.
“Zeeking!” Ucap K. Zetto lirih. Dengan tenaga yang tersisa, King Zetto berusaha naik ke punggung Zeeking.
“Liger!!” Teriak General Arrai. Melihat Ligernya kembali—ia segera bangkit dan menghampirinya. Melewati ratusan pasukan berkuda emas dengan acuh. Liger menunduk—terdapat Scouth yang terbaring lemas di atasnya. Arrai menaiki Liger dan berpegangan pada bulunya.
“Apa yang kalian lakukan!! Cepat habisi mereka semua!!” Perintah K. Alex murka. Namun sebelum Pasukam berkuda tersebut mulai menyerang. Dari arah balkon, datang seratus pasukan, dengan jubah putih dan tunik berbentuk salib berwarna merah di dadanya, para kesatria templar. Di pimpin oleh Prince Henry. Bersamaan dengan itu pintu perpustakaan terbuka. Keluarlah Zilver.
“Halaman yang rusak telah berhasil kami perbaiki! Ayo segera masuk!!” Kata Zilver. Prince Al Fatih menghampiri Zeeking dan menuntunnya untuk masuk. Silver Black mengawal dan menjaga Al Fatih dan Zeeking dengan Zetto di atasnya. Phoenix milik Arrai juga telah beraksi, Liger membuka sayapnya lebar, menebarkan bunga api ke seluruh penjuru arah, membuat kebakaran besar. Lalu melesat menuju Perpustakaan seraya melengking nyaring. Membuat prajurit yang mengadangnya terpental dan terbakar.
“Henry!! Ikutilah kami untuk masuk!! Kami akan mengajakmu menuju kerajaan leluhurmu!!” Teriak Prince Al Fatih kepada Prince Henry. Henry hanya tersenyum.
“Itu terdengar begitu menarik dan menyenangkan. Akan tetapi aku tidak bisa meninggalkan prajuritku.” Ucap Henry lirih.
“Tuan!! Pergilah! Biarkan kami menghadapi penghianat itu!! Bukankah begitu teman-teman?” Ucap salah satu prajurit setia Henry.
“Benar!!” Jawab yang lain secara serentak. Henry terharu, matanya menitikkan air mata yang segera di hapusnya. Lalu Henry ikut masuk ke dalam perpustakaan.
Qlarion telah membuka halaman selanjutnya. Buku tersebut bercahaya yang menyebar ke seluruh ruangan dan cahaya tersebut berkumpul membentuk sebuah pintu cahaya. Qlarion masuk terlebih dahulu, di susul oleh Triple Zura, Lalu Zilver dengan membopong Scouth yang terkulai lemas, Setelah itu Idzhar dengan langkah tertatih-tatih. Terakhir Silver Black sembari membawa Kaito yang pingsan. Kini tersisa Prince Al Fatih yang menuntun Zeeking dengan Prince Henry.
“Henry! Apa yang kamu tunggu! Cepat masuk ke dalam portal!!” Teriak Al Fatih. Walaupun mereka baru saja mengenal, namun Al Fatih begitu perhatian kepada Henry saat dia mengetahui bahwa Henry jugalah bagian dari Kingdom Of Heaven. Henry menggelengkan kepala sembari tersenyum.
“Al Fatih, saat aku ikut masuk, Siapa yang akan menutup portal ini? Portal itu hanya akan menutup jika halamannya rusak. Masuklah! Aku akan membakar perpustakaan ini, membakar seluruh sejarah kelam Kingdom Of Black!” Kata Prince Henry. Sayup-sayup suara jeritan dan kesakitan telah terdengar dari luar.
“Hen..Henry!!” Tubuh Al Fatih bergetar, ia tidak akan pernah menyangka kalimat seperti itu akan keluar dari mulut seorang Henry.
“Masuklah Prince Al Fatih!!” Teriak Henry. Al Fatih perlahan masuk sembari melihat ke belakang. Di saat terakhirnya di Houyya Baciu, ia melihat Henry menyalakan api dan membakar salah satu rak. Lalu kembali menatap Al Fatih.
“Al Fatih, mungkin aku tidak bisa kembali ke tanah leluhurku!! Akan tetapi engkau bisa kembali dan menguasai tanah ini kembali seperti pendahulumu! Dan juga aku ingin menganut agama leluhurku dan ayahku sebelum kematianku.” Ucap Henry lirih.
“Ikuti kata-kataku, Asyhadu alla ilaha illallah.” Kata Al Fatih perlahan.
“Asyhadu alla ilaha illallah.” Kata Henry mengikuti perkataan Al Fatih.
“Wa asyhadu anna muhammadar rasulullah.” Lanjut Al Fatih.
“Wa asyhadu anna muhammadar rasulullah.” Kata Henry mengulang perkataan Al Fatih.
“Sekarang engkau sudah menganut agama yang sama dengan leluhurmu, Henry saudaraku!” Kata Al Fatih dengan setengah badan di luar portal.
“Al Fatih, masuklah dan kembalilah! Balaskan kematianku!” Ucap Henry lirih. Al Fatih mengangguk pelan. Ia masuk ke dalam portal.
...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...
Seluruh anggota Kingdom Of Heaven telah kembali ke ruangan sebelum mereka ke Houyya Baciu. Namun tetap terasa kurang.
“Dimanakah Prince Henry?” Tanya Silver Black.
“Ia telah masuk agama kita dan berkorban untuk kita.” Jawab Al Fatih sendu dengan mata sembab. Ia melangkah menuju kursi di dekatnya, dan duduk.
__ADS_1
...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...
''Braakk'' Pintu perpustakaan Kingdom Of Black menjengkang terbuka. Masuklah King Alex dengan tubuh bersimbah darah bersama beberapa prajurit emas. Namun alangkah terkejutnya, ia melihat ruangan itu telah penuh dengan kobaran api dan Prince Henry yang tertawa bahagia dengan api yang menjalar ke seluruh tubuhnya.