
Tiga Jam Sebelumnya
Aku tidak ingat apa yang telah terjadi. Yang terakhir kuingat adalah pria bermata kiri bengis menangkapku dengan pasukan yang tidak terhitung jumlahnya. Dan saat aku tersadar, Aku berada di sebuah ruangan yang sama sekali tidak kukenali. Kedua tangan dan kakiku dirantai—juga leherku. Kurasakan nyeri yang teramat sangat dari seluruh tubuhku. Pakaianku sudah compang- camping dan lenganku dipenuhi oleh luka bernanah.
Aku memutuskan berpura-pura pingsan kembali. Saat kudengar langkah kaki yang menggema mendekati ruangan tempatku berada. Lalu suara deritan pintu seperti sudah lama tidak dibuka terdengar dan masuklah seseorang. Dia menjambak rambutku hingga kepala terangkat mendongak. Lalu menamparku dengan keras, Refleks mataku membuka—terlihat pria itu lagi, Pria yang menangkap dan menyiksaku. Kali ini mata kirinya yang tertutup.
“Kau sudah sadar ya?” Tanyanya dengan seringai yang menyeramkan.
“Seperti yang kau lihat!” Aku meludah kesamping, membuang darah yang memenuhi seisi mulutku.
“Kau begitu kasar dan pemberani. Bahkan disaat seperti ini—kau tetap menantangku.” Pria itu tertawa terbahak-bahak.
“Siapa kau? Dan apa yang kamu inginkan dariku?” Tanyaku sembari mencoba mendekat kearahnya namun rantai-rantai ini menghalangiku. Dia menyeringai keji lalu memukul perutku dengan keras dan menendangku hingga kembali ke posisiku semula.
“Sepertinya kau lupa ingatan ya?, Itu bagus, bagus sekali!” Pria aneh di depanku tertawa lagi—namun kali ini lebih keras dan memekakkan telinga. Setelah itu aku merasa kepalaku terasa berat dan tidak sadar lagi.
...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...
Kembali Menuju Tiga Jam Setelahnya
Saat itu Prince Al Fatih sedang mengasah pedangnya yang bermata dua, Ketika terdengar ketukan pintu di kamarnya. Setelah ia buka—ternyata yang mengetuk adalah Prince Henry.
“Hai, Prince Al Fatih!” Sapanya dengan senyum ramah.
“Hai juga Prince Henry, Apa yang kau inginkan sehingga repot-repot mengunjungiku tengah malam begini?” Tanya Prince Al Fatih sembari mengulum senyum yang tidak kalah ramah. Henry tetap tersenyum.
“Kamu tidak suka berbasa-basi ya?, Tidak seperti bangsawan pada umumnya.” Kata P. Henry mencibir. Namun Prince Al Fatih tetap tersenyum.
“Sepertinya—kamu yang sama sekali tidak memahami bahasa bangsawan Prince Henry. Yang barusan kuucapkan adalah basa-basi.” Jawab P. Al Fatih dengan suara yang halus dan lembut.
“Haah—aku sudah lelah dengan semua ini, Sekarang akan kuberi tahu tujuanku menemui dirimu.” Ujar Prince Henry dengan raut wajah kesal.
“Bisakah kita masuk terlebih dahulu?, karena ini hal yang sangat penting.” Kata Prince Henry.
__ADS_1
“Tentu saja boleh, Mari silahkan masuk.” Prince Al Fatih mempersilahkan P. Heeny untuk masuk, Kemudian ia menutup pintu kamarnya.
“Nah, Sekarang beri tahu aku—apa tujuanmu menemuiku!”
“Aku ingin bertanya soal Clarissa, Apa hubungannya dengan kalian?, Terutama dengan King Zetto?.” Tanya P. Henry dengan raut muka serius.
“Menurutmu—mengapa aku harus memberitahumu?, Apa keuntungan yang kudapat?”
“Haah—jika kau tahu, Tiga anak buahmu kini sedang di ruang bawah tanah kami. Mungkin jika mereka kurang beruntung, Mereka akan bertemu algojo kami yang mengerikan dan nasib yang sama dengan General Arrai akan menimpa mereka.” Jawab P. Henry sembari tersenyum sinis. Dan P. Al Fatih dibuat terkejut karenanya.
“Apaa!!”
“Bukan hanya itu...Ketiga anak buahmu itu telah selesai merangkum seluruh buku di perpustakaan kami, Namun sayang sekali—rangkuman itu tidak sampai kepadamu.” Sambung P. Henry dengan senyum menghina.
“Aku harus segera menyelamatkan mereka!” Kata P. Al Fatih dalam hati.
“Tidak!, tidak-tidak-tidak, Kau tidak bisa menyelamatkan mereka Prince Al Fatih. Di ruang bawah tanah itu tidak terdapat air sama sekali dan yang tahu jalan masuknya hanyalah segelintir orang saja. Kalaupun ada tembok yang lembab—maka ada tanaman merambat yang menyerap kelembapan itu!.” Jawab Prince Henry mementahkan niat P. Al Fatih.
“Clarissa menemuka King Zetto di tengah hutan dalam keadaan terluka parah, Lalu ia merawat King Zetto hingga sembuh, Setelah itu datanglah tiga prajurit dengan ciri-ciri yang engkau katakan di ruang jamuan kemarin. Berbadan besar dan barbar dan dua kesatria beratribut lengkap.” Al Fatih mulai menceritakan semuanya kepada Henry.
“Setelah itu, Mereka memaksa Clarissa untuk ikut bersama mereka dan—Clarissa tidak mau—”
“Apaa!!” Kini berganti Henry yang teriak, mukutnya menganga lebar.
“Mengapa dia tidak mau kembali?, Apa yang dia inginkan?” Tanya Henry kepada dirinya sendiri.
“Apakah engkau ingin ceritanya kulanjutkan Prince?” Tanya Al Fatih.
“Baiklah, Lanjutkanlah!”
“Karena iba melihat Clarissa yang telah menolongnya diperlakukan seperti itu, King Zetto menghabisi mereka bertiga. Lalu ia ingin kembali ke perkemahan kami—akan tetapi diam-diam Clarissa mengikutinya—”
“Apaa!!” Prince Henry kembali ternganga.
__ADS_1
“Sekali lagi, Apakah engkau ingin ceritanya kulanjutkan Prince?” Tanya Al Fatih sembari menahan senyum. Senang saja melihat musuhnya terkejut berkali-kali.
“Baiklah, Lanjutkanlah!”
“Lalu Queen Qlarion yang telah mengetahui itu semua hendak menebas Clarissa, Akan tetapi melihat Clarissa begitu tidak berdaya—maka ia mengurungkan niatnya dan mengizinkan Clarissa untuk tinggal di perkemahan. Namun Clarissa malah memecah‐belah kami, Dan saat perkemahan kami diserang dan kalian menolong kami—Clarissa menghilang—”
“Apaa!!” Lagi-lagi Prince Henry kembali ternganga.
“Prince Henry!!, Apakah engkau masih ingin ceritanya kulanjutkan?” Tanya Al Fatih kesal, ia sudah bosan dengan Henry yang selalu memotong ceritanya.
“Baiklah, Lanjutkanlah!”
“Sayangnya, Ceritanya cukup sampai disitu saja” Sahut Al Fatih masih kesal.
“Lalu—ceritakan kepadaku apa yang terjadi dengan Arrai!” Tanya Al Fatih.
“Dia?...Haha, Dasar bodoh, Kau pikir aku akan menceritakannya kepadamu?, Jangan harap!!” Ejek Henry yang langsung membuka pintu kamar dan keluar. Meninggalkan Prince Al Fatih dalam keadaan kesal. Lalu Prince duduk di kasurnya dan termenung—memikirkan cara untuk menyelamatkan Arrai, Idzhar, Kaito dan Silver Black.
...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...
Pagi harinya, Terjadi sesuatu yang membuat heboh seluruh kastil. Datang puluhan penjaga untuk menjaga tiap-tiap kamar Bangsawan KOH. Namun semuanya tidak berjalan lancar. Karena kamar Colonel Anna telah dijaga oleh Tripel Zura.
“Segera menyingkir dari sini!, Hanya kami yang berhak menjaga kamar-kamar di sini. Ini perintah King Alex.” Ujar salah satu penjaga tersebut.
“Tidak bisa!, Kami juga diamanahi untuk menjaga kamar ini oleh King Zetto!!” Sergah M. Azzura tegas.
“Segera menyingkir atau—”
“Atau apa heh?” tantang Captain Fazzura.
“Atau kami akan memaksa kalian untuk menyingkir!!” Selesai kalimat tersebut di ucapkan, Seluruh yang hadir segera mengaktifkan senjata mereka. Azzura dengan bola Icenya, Jazzura dengan Crossbow Icenya dan Fazzura dengan kapak Ice miliknya.
“Coba saja kalau bisa!!” Tantang Fazzura keras kepala. Suasana tegang sudah mencapai puncaknya, mereka sudah hendak saling menyerang—ketika Prince Henry datang.
__ADS_1