Kingdom Of Heaven

Kingdom Of Heaven
Pertarungan Bawah Tanah


__ADS_3

''Traang'' Pedang Military Silver Black menghantam rantai yang mengikat G. Arrai.


“Huh, Sudah berjam-jam kita berusaha untuk menghancurkan rantai-rantai ini, Namun tidak ada satupun yang terputus.” Keluh Kaito kesal.


“Sepertinya semua ini tidak berguna, Sebaiknya kita segera kembali.” Kata M. Silver Black.


“Kau benar adikku—Selain itu hari sudah pagi akan berbahaya jika ada penjaga yang menuju kesini.” Kata M. Idzhar sependapat dengan Silver Black.


“Mari kita pergi!” Ajak Kaito yang terlebih dahulu membuka pintu lalu melongokkan kepalanya sedikit keluar untuk mengawasi keadaan terlebih dahulu. Setelah itu ia memberi isyarat kepada yang lain untuk mengikutinya keluar.


“Oh iya, Kita kan sudah tidak bisa keluar dari sini!” Celetuk M. Silver Black.


“Soal itu—kita akan bersembunyi di celah reruntuhan itu untuk'sementara'.” Kata M. Kaito sembari menunjuk celah yang lumayan besar dan tertutup. Akan tetapi tiba-tiba terdengar suara langkah kaki seseorang dari lorong, mendekat ke arah mereka. Mereka bertiga pun bersegera menuju celah untuk bersembunyi. Semakin lama, suara tersebut semakin membesar, hingga muncul seorang pria yang memakai penutup mata di mata kanannya.


“Bukankah itu persis dengan yang kita lihat di foto pemilik kekuatan ilusi?” Bisik Idzhar. Kaito dan Silver Black mengangguk pelan. Mereka tetap tidak bergerak dari posisi sembunyi, mereka ingin mengawasi apa yang akan dilakukan oleh pria tersebut, pria tersebut melangkah menuju ruangan tempat G. Arrai dikerangkeng.


“Apa yang akan dia lakukan kepada General Arrai?” Tanya Kaito.


“Sebaiknya segera kita ikuti pria tersebut!” Usul Idzhar. Mereka mendekat ke arah ruangan tersebut dan mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka. Mereka melihat pria itu sedang menggambar sesuatu di sekitar G. Arrai.


“Itu adalah lingkaran sihir!, Aku melihatnya di buku perpustakaan Kingdom Of Black!” Seru Kaito panik.


“Kita harus segera menghentikannya!” Sambung M. Silver Black. Mereka segera mengaktifkan senjata masing-masing, Idzhar dengan katana, Silver Black dengan pedang petir, Kaito dengan panah petir. Lalu mereka bertiga merengsek masuk.


Namun sayangnya, mereka terlambat. Pria itu telah berhasil menyelesaikan lingkaran sihir dan mantranya. Seketika G. Arrai bangun dan membuka matanya yang berubah menjadi merah.


“Hehehe, ternyata ada tikus-tikus lain yang berusaha menyelamatkan tikus ini. Tikusku serang dia!” Kata pria tersebut. G. Arrai mengentakkan tubuhnya dan seluruh rantai yang mengikat tubuhnya—lepas. Kaito, Idzhar dan Silver Black memasang posisi siaga.


“Apa yang terjadi dengan General Arrai?, Mengapa bisa sekuat itu?” Tanya Silver Black panik.

__ADS_1


“Sepertinya ia sedang di kendalikan oleh pria tersebut. Lihatlah matanya yang berubah menjadi merah!” Kata kaito. G. Arrai telah mengaktifkan Hirenya. Dan melompat menyerang mereka bertiga.


...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...


“Menyingkirlah kalian wahai prajurit pemberani Kingdom Of Heaven!, kastil ini milik kami!, kamilah yang berhak menjaga setiap kamar disini!” Seru Prince Henry lantang. Membuat penghuni kamar disekitarnya keluar, penasaran dengan sesuatu yang terjadi.


“Kami tidak akan menyingkir.” Gumam Cpt. Fazzura sembari menggertakan giginya.


“Kalian harus menyingkir!!” Teriak Prince Henry tegas.


“Prince Henry, Apa yang terjadi!” Terdengar suara lantang di belakang P. Henry, membuat semua kepala menoleh. Ternyata yang berbicara adalah King Zetto.


“King Zetto, perintahkan ketiga anak buahmu ini untuk menyingkir!, King Alex telah memerintahkan kami untuk mengirim penjaga atas setiap kamar disini!” Jawab P. Henry. K. Zetto mendelik, sebagai tamu ia harus mematuhi segala peraturan tuan rumah. Lalu ia berbicara pelan.


“Baiklah, Triple Zura, bubarlah!”


“Selain itu setiap kamar cuma boleh dihuni oleh pemilik kamar, tidak boleh saling mengunjungi!” Ucap P. Henry menyudutkan. P. Henry memerintahkan pasukannya untuk merengsek masuk ke dalam kamar. Namun mereka semua terpental keluar, keluarlah Princess Azusa.


“Kau harus Princess!” Balas P. Henry


“Tidak akan—”


“Princess Azusa!! Apakah engkau ingin kita berperang dengan Kingdom Of Black? Tunjukkan sopan-santunmu sebagai tamu!” Ucap K. Zetto tegas. P. Azusa mengepalkan tangannya, lalu masuk ke dalam kamar kembali, P. Henry memberi isyarat kepada beberapa pengawalnya, lalu pengawal tersebut bergerak perlahan mendekati kamar C. Anna. Namun langkah mereka harus terhenti ketika terdengar teriakan di belakang Prince Henry.


“Henry!! Suruh pasukanmu berhenti! Aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh istriku!!” Teriak Prince Al Fatih. Dia melangkah melewati Navy-Air Force dan puluhan penjaga di belakang P. Henry.


“Kalau begitu suruh istrimu untuk keluar dari kamar itu Al Fatih!” Balas Henry.


“Akan kuusahakan! Akan tetapi jika ada salah satu prajuritmu yang nekat merengsek masuk, Jangan harap! Kastil ini masih milik kalian!!” Selesai P. Al Fatih mengatakan kalimat tersebut, seluruh prajurit Kingdom Of Black menghunus senjatanya dan mengepung Prince Al Fatih. Akan tetapi P. Henry menyuruh mereka untuk bubar dan kembali ke posisi semula.

__ADS_1


Prince Al Fatih masuk kedalam kamar milik Colonel Anna, Selang beberapa menit kemudian ia keluar dengan mengandeng paksa lengan P. Azusa yang memberontak, Kerumunan itu membuyar, Para bangsawan KOH yang tersisa dipaksa oleh para penjaga yang dibawa Prince Henry untuk masuk ke dalam kamar mereka. Setelah itu setiap kamar dijaga oleh dua penjaga yang langsung memasang posisi tegap. Seluruh bangsawan KOH telah dikurung.


...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...


“Mengapa kau memaksaku untuk meninggalkan adikku!!” Ucap Azusa sengit kepada Al Fatih.


“Aku minta maaf soal itu, Akan tetapi tidakkah kamu melihat apa yang terjadi? King dan Queen terlalu pesimis dengan keadaan kita sebagai tamu, sedangkan kita berhadapan langsung dengan Henry seorang pangeran dari kerajaan ini. Apakah engkau ingin terjadi pertumpahan darah dan perang saudara?” Tanya Al Fatih tidak kalah sengit.


“Akan tetapi adikku—”


“Aku juga tahu itu Azusa! Akan tetapi kini bukan hanya dia yang dikurung, kita semua sedang dikurung oleh Kingdom Of Black!” Kata Al Fatih tegas.


“Tenanglah, Aku akan menghabisi seluruh penjaga itu dan membuat tiruan mereka dengan airku.” Lanjutnya.


...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...


''Drrr, ratatatat'' Hire milik G. Arrai menumpahkan ratusan peluru per detik ke lantai. Membuat Idzhar harus berusaha lebih keras dalam menangkis ratusan peluru yang terlontar ke arahnya. Sedangkan Kaito dan Silver Black bahu-membahu untuk menghabisi Craszyor. Kaito bahkan tidak sempat membidik Craszyor karena ia terus mengeluarkan pasukan yang tiada habisnya.


“Aaarrgh!” Teriak Military Silver Black sembari melompat ke arah Craszyor. Dia mengayunkan pedangnya dari atas, hendak membelah Craszyor dari atas hingga bawah. Akan tetapi Craszyor bergerak lebih cepat, ia mengeluarkan tikus besar dari tangannya. Lebih dari cukup untuk membuat Silver Black bertambah marah dan lebih beringas. Silver Black menebas pedangnya dengan gerakan menyilang membuat tikus besar itu tercabik-cabik dan membuyar.


“Silver Black! Tusuk mata kanannya!!” Teriak Kaito sembari berguling-guling, menghindari beberapa serangan dari pasukan Craszyor dan balas menembakkan tiga anak panah sekaligus, membuat suara gemuruh dan membuyarkan tiga prajurit yang terkena anak panah tersebut.Silver Black tetap fokus ke depan, berusaha mencari titik sudut yang tepat untuk melancarkan serangan.


“Ketemu!” Serunya dalam hati. Lalu Silver Black melompat kembali—melewati puluhan pasukan Craszyor yang baru bermunculan dan menodongkan pedangnya—tepat ke mata kanan Craszyor yang tertutup. Namun jangkauan M. Silver Black tidak mencapai Craszyor, akan tetapi Silver Black tidak hendak menusuk mata Craszyor, dia mengeluarkan sambaran petir dari ujung pedangnya.


“Duaarr” Terdengar suara guntur menggelegar, bersamaan dengan mata kanan Craszyor yang menghilang, menyisakan cekungan mata yang melepuh.


“Aaaaarrrgghh” Jeritan Craszyor terdengar melengking nyaring. Seketika wajah dan wujudnya berubah menjadi nenek-nenek. Dan seluruh pasukan yang bersamanya lenyap seketika.


“Anak-anak nakal dan keras kepala!” Suaranya menjadi berat seperti suara nenek tua renta.

__ADS_1


“Mungkin kalian bisa mengalahkanku saat berwujud seperti Craszyor, akan tetapi, Apakah kalian sanggup membunuhku saat berwujud atasan kalian disana?” Nenek itu menunjuk ke arah G. Arrai yang kini sedang menindih Idzhar. General Arrai yang sedang tidak sadarkan diri hendak mencekik Military Idzhar dengan Hirenya, Akan tetapi Idzhar mencegah Hire itu dengan Katana miliknya. Saat Kaito dan Silver Black kembali menoleh ke arah nenek tersebut, nenek itu telah berubah wujud menjadi G. Arrai. Kaito dan Silver Black menelan ludah, kini ada dua General Arrai.


__ADS_2