Kingdom Of Heaven

Kingdom Of Heaven
Jamuan Malam Yang Istimewa


__ADS_3

Malam ini adalah malam yang istimewa bagiku. Karena di malam ini akan menjadi langkah per- tama dalam kebangkitan Kingdom Of Black. Ya, jamuan makan ini adalah sebagian kecil renca- naku untuk membangkitkan kembali kerajaanku sekaligus menghabisi musuh bebuyutan keraja- anku yang bahkan mereka tidak menyadarinya.


Untuk persiapan jamuan makan nanti, kuambil pakaian kebesaran favoritku. Dan kuperintahkan para koki untuk memasukkan berbagai ramuan—ada ramuan penidur, pelemah badan, dan pikun. Karena itu kusiapkan penawarnya di balik lengan bajuku.


Aku juga menaruh beberapa pemanah jitu yang menggunakan crossbow—di sudut ruangan. Mereka akan senantiasa membidik target dan menembak jika diperlukan. Saat ini jarum jam menunjuk pada angka 20.56. Yang berarti se- bentar lagi mereka akan datang.


Pintu ruang jamuan terbuka lebar. Masuklah satu persatu 'mangsaku' dan duduk ditempat yang te- lah kusediakan. Oh iya, hampir lupa—sebelumnya aku juga telah memberikan penawar kepada ang- gota Kingdom Of Black(walau tidak semua dari mereka memahaminya dan malah curiga).


“Selamat datang wahai para tamu, Silahkan duduk ditempat yang telah kami sediakan.”


“Terimakasih King Alex II, Engkau sangat baik sekali kepada kami. Kemarin engkau telah mem- berikan pasukan kepada kami untuk mengusir bandit dari perkemahan kami. Kini engkau memberi kami tempat tinggal 'sementara' dan mengundang kami untuk menghadiri jamuan makan pada malam ini.” Kata raja mereka yang bernama Zetto.


“Tentu-tentu. Itu bukanlah masalah yang besar King Zetto. Sesama manusia kita wajib saling membantu.”


“Prinsip anda keren sekali King Alex.” Puji seorang wanita—bernama Qlarion yang sepertinya adalah ratu mereka.


“Terimakasih Queen Qlarion. Sekali lagi silahkan untuk duduk ditempat yang telah disediakan.”


“Sekali lagi juga terimakasih.”


...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...


Balkon itu ternyata berada di bagian belakang kastil. Dari sana terlihat sebuah taman yang indah. General Arrai dan Colonel Anna sedang duduk di pinggir kolam di taman tersebut.


“Anna, Apa pendapatmu mengenai taman ini?” Tanya G. Arrai.


“Indah dan cantik sekali.” Jawab C. Anna.


“Akan tetapi tahukah kamu sesuatu yang jauh lebih indah dan cantik didunia ini—di mataku?” Tanya Arrai. Sontak Anna pun menggeleng.


“Engkau Anna.” Wajah yang disebut pun me- merah dan tersenyum malu. Jiwanya serasa melayang hingga rembulan. Baginya malam ini adakah malam terindah untuknya. Akan tetapi seorang pria berkacamata emas yang menutupi mata kirinya dengan wajah yang menyebalkan dan Berpakaian ala Kingdom Of black datang menghampiri mereka berdua.


“Dasar para tamu tidak tahu sopan santun. Kalian sudah kami beri tempat untuk tinggal. Namun kalian tetap tidak menghormati kami dengan tidak mengikuti jamuan makan.” ujar pria tersebut sembari mendengus.


“Siapa kau? Dan mengapa kamu tahu kami—”


“Dasar Bodoh, Tentu saja aku tahu kalian salah satu dari 'Kingdem op hepen' karena pakaian kalian—yang berciri khas kerajaan tersebut dan pastinya kotor dan bau.” Ejek lelaki tersebut.


“Kalian memang sombong, Kami sudah sediakan pakaian untuk kalian tapi—”

__ADS_1


“Apakah kau sudah bisa berhenti bicara? Kalau iya segera menyingkir dari sini!!” Potong Colonel Anna.


”Engkau cantik, Namun penuh kesombongan. Ini bukan kastil kalian, Ini adalah Istanaku.“


“Hei bukan kau rajanya dan ini hanyalah kastil


jel—” Sebelum General Arrai menyelesaikan kalimatnya. Pria tersebut melepas kacamata dimata kirinya dan memindahkannya di mata kanannya. Sekejap pemandangan disekitar mereka berubah. Tamannya berubah menjadi hamparan pasir pantai dan lautan, Tempat di- mana seharusnya berdiri sebuah kastil berubah menjadi istana yang megah.


“Aku bukanlah rajanya, Aku adalah pemilik Istananya. Aku adalah Craszyor.” Pria tersebut terkekeh—bersamaan dengan langit yang mendadak dipenuhi awan mendung dengan guntur yang mengelegar dan kilat yang menghiasi langit.


“Penjaga!!, Tangkap mereka!” Perintah Craszyor, Sekejap dari lorong-lorong istana berderap puluhan penjaga.


“Tunggu!, Kamu tidak bisa menangkap kami. Kami adalah tamu di kerajaan ini!!” Sontak G. Arrai mengaktifkan Hire miliknya.


“Tamu?...Hahaha, Kalian bagaikan gelandangan berpakaian bangsawan agar dapat tinggal dan dihormati disini.”


“Lancang sekali—”


“Namun kalian tidak menghormati kami. Maka nikmatilah sel penjara di kastil ini” G. Arrai sudah bersiap menembakkan Hirenya akan tetapi—


“Arrai, Jangan tembak!!” Kata C. Anna sembari menarik lengan G. Arrai turun.


“Arrai, jika kamu menembak mereka, Itu hanya akan menambah masalah—mereka jadi punya alasan untuk membunuh kita!”


“Lalu—Apa yang harus kita lakukan?” Tanya General dengan muka pucat. Penjaga terus bermunculan dan mereka semakin dekat.


“Sebaiknya kita lumpuhkan saja mereka. Dan lari menuju ruang jamuan” G. Arrai mengangguk itu 'ide bagus'. Lalu dia mulai menembakkan Hirenya ke kaki para penjaga. Dan mereka yang tertembak membuyar dan bermunculan kembali.


“Tunggu, Mereka ini terbuat dari apa?, Mengapa malah membuyar dan tiada habis-habisnya!” Sahut Arrai panik.


“Arrai sebaiknya kita segera lari. Lupakan soal melumpuhkan, Kita tembak saja mereka untuk membuka jalan.” Colonel Anna kini juga mengaktifkan panah apinya. Mereka berdua berlari bersisian. Saling membahu, Saling mengisi dan melindungi.


“Apakah kalian pikir kalian bisa lolos dariku!!” Craszyor kembali terkekeh. Selama ini dia pernah kehilangan mangsanya. Karena kekuatan miliknya adalah ilusi. Semua penjaga dan istana itu hanyalah ilusi. Dan dari tikungan lorong yang akan dilalui General dan Colonel. Keluarlah dua Troll raksasa menghadang.


...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...


Sementara itu di ruang jamuan makan malam. Suasana semakin menegang. Karena General dan Colonel tidak turut datang menghadiri jamuan malam.


“Mengapa mereka tidak datang King Zetto?” Tanya King Alex marah.

__ADS_1


“Aku minta maaf soal itu King Alex. Nanti akan kami urus mereka.” Jawab King Zetto dengan wajah merah padam.


“Tidak perlu, Soal itu mungkin penjaga kami yang akan mengurusnya.” Ancam Prince Henry sembari tersenyum sinis. Ketika hawa tegang hampir mencapai puncaknya. Terdengar suara gaduh diluar ruang jamuan. Antara penjaga dengan orang asing.


“Hei!!, Siapa kau?, Apa yang kau bawa?”


“Biarkan aku masuk!!”


“Orang asing tidak bisa sembarangan masuk lagipula, Bagaimana mungkin kau bisa masuk kastil ini tanpa melewati puluhan penjaga?”


“Cara yang sama dengan yang akan kulakukan pada kalian!!”


''Gedebuk'' ''Duaakk'' ''Blaarr''. Pintu ruang jamuan terbuka menganga lebar. Seseorang berpakaian assassins merengsek masuk kedalam dengan membawa sebuah karung besar. Sontak seluruh pengawal didalam ruangan menghunus pedang- nya. King Alex juga memberi isyarat kepada para crossbowman untuk bersiaga. Assassins tersebut mengangguk kepada King Zetto dan Queen Qlarion dan berkata—


“King, Aku telah membawa pulang pengkhianat!” Assassins itu membuka simpul pengikat karung dan melemparkannya sembarangan. Lalu menuang isi karung yang ternyata seorang ''wanita'' dalam keadaan terikat.


“Clarissa!!, King Zetto apa-apaan ini?! Bagaimana mungkin tunanganku dibawa oleh anak buahmu?!!” Teriak Prince Henry setengah murka dan linlung.


“Seharusnya aku yang bertanya padamu! Bagaimana mungkin seorang tunangan Prince dari Kingdom Of Black tinggal di gubuk tengah hutan!!” Jawab K. Zetto yang membuat Prince Henry semakin linlung.


“Aku mencarinya selama ini. Bahkan aku mengirim ajudanku yang bertubuh raksasa dan barbar dengan dua pengawal terbaikku—namun semuannya tidak kembali.” Prince Henry ambruk dan tidak sadarkan diri. Refleks dua Crossbow- man di belakangnya segera menangkap tubuh prince Henry. Seluruh Bangsawan KOH yang menghadiri jamuan makan tersebut kaget melihat peristiwa tersebut.


“King Alex, Apa-apaan ini?! Mengapa engkau menaruh pemanah tersembunyi?!!” Tanya Military Idzhar.


“Siapakah kamu? sehingga pantas memperdebat‐ kan apa yang kulakukan—''prajurit rendahan''.” Jawab King Alex yang membuat muka Idzhar pucat pasi.


“Pengawal tangkap pria berjubah itu. Dia sung- guh tidak memiliki sopan santun! Mari kita lihat wajah kurang ajarnya itu.” Assassins tersebut tidak dapat bergerak karena langsung dikepung dan terdapat beberapa pedang dilehernya.


King Alex berjalan mendekat—melewati King- Queen dan Princess yang tidak dapat berbuat apapun. Mendekat-semakin dekat-hingga akhirnya jarak antara King Alex dengan Assassins tersebut hanya selangkah. Ketika tangan K. Alex hendak menyentuh tudung—Assassins tersebut langsung menghunus dua pisau kecil di yang tersembunyi dibalik sabuknya lalu menusukkan- nya kepada dua pengawal di sampingnya lalu mencabut kembali pisaunya dan menebaskan ke leher King alex. King Alex refleks menghindar kebelakang. Assassins tersebut merunduk menghindari tebasan tombak dari arah punggungnya.


Lalu menendang ke belakang—melempar pengawal bersenjata tombak tersebut ke arah pengawal lainnya. Sebelum seluruh pengawal dan penjaga bereaksi. Assassins tersebut melempar pisau ke bahu King Alex. Kejadian itu berlangsung cepat sekali, sekejap! ''Zaapp'' pisau kecil telah menancap dalam di bahu K.Alex. Assassins mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri.


“Pengawal!!, Tangkap pria berjubah itu!!, Jangan biarkan dia lolos!!” Perintah King Alex dengan suara parau menahan sakit. Para pengawal pun segera berderap keluar dari ruang jamuan untuk mengejar Assassins. Lalu King Alex mencabut pisau tersebut dari bahunya membuat darah segar membasahi pakaian kebesarannya. Setelah itu King Alex mengambil sapu tangan dan menekan di bagian lukanya untuk menghentikan darah yang keluar. Dengan perasaan kesal dan marah dia keluar dari ruang jamuan diikuti oleh beberapa pengawal setianya. Samar-samar terdengar teriakan pengawal setia King Alex


”Panggilkan Dokter kerajaan segera!! King Alex II harus segera dirawat lukanya agar tidak infeksi.“ karena kejadian tersebut tidak ada yang sadar bahwa sedari tadi lantai ruangan tersebut dipanaskan secara diam-diam oleh Princess.


Yang pertama kali mengalami efek lantai yang semakin memanas adalah dua crossbowman yang membopong general Henry. Mereka menjadi cepat kelelahan karena suhu yang tiba-tiba meningkat ditambah beban yang mereka bawa.


Pada detik pertama mereka kehilangan keseimba- ngan, Lalu terjatuh ke lantai dan merasakan kulit mereka yang melepuh. Seketika mereka menjerit kesakitan dan berusaha untuk bangkit. Lalu di sambung oleh jeritan Clarissa dan Prince Henry yang terbangun dari pingsannya dan keluar dari ruangan tersebut dengan sempoyongan. Seluruh Bangsawan KOH yang hadir disitu mengikuti keluar dari ruang jamuan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2