Kingdom Of Heaven

Kingdom Of Heaven
Penghianatan


__ADS_3

Selesai, semuanya telah selesai. Nenek tua dan Craszyor itu telah binasa dan tidak tersisa. Akan tetapi hal itulah yang membuat Idzhar dan Silver Black bingung—mereka tidak bisa keluar dari tempat ini.


Di tengah kebingungan mereka General Arrai terbangun. Sontak mereka segera mengaktifkan senjata mereka masing-masing. Namun mata General Arrai sudah tidak memerah, dia telah sadar. Mereka semua saling berpelukan.


Lalu Silver Black menceritakan semuanya kepada Arrai. Arrai teringat oleh Colonel yang ia tinggalkan. Ia segera mengajak ketiga military pria tersebut untuk keluar—akan tetapi mereka tidak bisa keluar. Selang beberapa lama setelah Arrai sadar, Kaito menyusul sadar.


...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...


“Setelah ini, aku akan memanggil Zilver dan Scouth kembali, akan kukatakan bahwa aku telah menemukan cara untuk mengembalikan mereka ke dunia mereka. Namun sebelum Zilver beraksi akan kusandera Scouth agar ia tidak mengingkari janjinya.” Kata King Alex dalam hati. Lalu dia pergi meninggalkan ruangan tersebut. Dia lupa, Henry mampu membaca pikiran.


Beberapa saat setelah Alex pergi meninggalkan ruangan tersebut. Henry mengambil sebotol ramuan berisi lahar yang tersimpan di balik ikat pinggangnya. Lalu ia menuangkan di rantai yang mengikatnya. Lahar tersebut bereaksi—menghancurkan rantai-rantai secara perlahan. Hinggan rantai tersebut terputus. Henry segera menjauh agar tidak terkena lahar. Kini dia akan membalas dendam.


...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...


Kaito, Arrai, Silver Black dan Idzhar masih bingung dan memikirkan cara untuk keluar ketika terdengar suara batu yang bergeser sama seperti suara saat Silver, Idzhar dan Kaito turun dari perpustakaan menuju ruang bawah tanah. Mereka pun segera bersembunyi di ceruk tempat mereka biasa bersembunyi, terdengar suara langkah yang semakin lama, semakin terdengar. Sesosok pemilik suara langkah tersebut terlihat—keluar dari lorong tempat Kaito, Silver dan Idzhar muncul.


Sesosok tersebut adalah Clarissa. Arrai dan lainnya menahan napas. Mereka tidak menyangka Clarissa berhubungan dengan hal seperti ini. Clarissa tidak menghentikan langkahnya, ia memasuki satu-persatu ruangan di bawah tanah, lalu keluar dengan tatapan kecewa dan bingung.


“Kemanakah semua orang? Craszyor dan Nenek?” Katanya bertanya kepada dirinya sendiri, cukup lirih namun masih dapat terdengar oleh Arrai dan yang lainnya.


Clarissa hendak kembali menuju lorong masuk. Secara perlahan dan senyap, G. Arrai memberi isyarat kepada Military lelaki tersebut untuk mengikutinya. Mereka mengendap-endap, membuntuti Clarissa dengan tetap menjaga jarak. Mereka kembali melewati lorong tersebut. Lorong lembap dan di penuhi sulur, lumut dan tumbuhan merambat lainnya.

__ADS_1


Terkadang mereka harus berjinjit agar tidak terpeleset ataupun membuat suara yang dapat membuat Clarissa menoleh. Sudah sampai di ujung lorong, mendadak Clarissa menoleh dan menghadap ke belakang. Sontak Arrai dan lainnya, bersegera merayap ke dinding, untungnya lorong tersebut cukup gelap sehingga General dan Military tidak terlihat.


Saat yang mereka nantikan telah tiba, Clarissa mengucapkan kalimat tersebut. Kalimat yang akan mengantar mereka keluar dari penjara bawah tanah.


“Deus vult, hancurlah Kingdom Of Heaven.” Lalu bebatuan di atasnya bergeser membuka dan turun seutas tali. Perlahan Clarissa meraih tali tersebut dan memanjat. Lalu sosoknya menghilang tertutup oleh bebatuan yang kembali bergeser menutup.


...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...


“Kepada seluruh penjaga! Ini adalah perintah King Alex, bubaarr!!” Teriak Prince Henry. Seluruh penjaga kamar para bangsawan KOH itupun bingung. Mereka menanyakan pendapat satu sama lain.


“Apa yang kalian tunggu!! Cepat bubar!!” Perintah Henry sekali lagi. Para penjaga tersebut kemudian berbaris rapi, lalu pergi.


“Prince Henry, katakan tujuanmu kemari!” Tanya Al Fatih dengan raut wajah serius pertanda bahwa ia sedang tidak ingin berbasa-basi.


“Panggil aku Henry saja, Al Fatih. Karena aku adalah saudara kalian, tepatnya saudara Queen Qlarion dan General Arrai.” Kata Henry pelan. Al Fatih terdiam—ia teringat kelanjutan kisah yang pernah di ceritakan oleh kakeknya sang penguasa kutub utara namun pernah di lupakannya. Bahwa setelah kelompok hitam musnah dan hanya tersisa King dan Queen kala itu.


King memutuskan untuk kembali menuju Kingdom Of Heaven karena tidak ada yang menjaga tahtanya sekaligus anak-anaknya. Dan dia meninggalkan Queen yang dalam keadaan mengandung. Tidak lama setelah itu Queen melahirkan, lalu ia membesarkan anak itu sendiri. Waktu telah lama berlalu. Anak itu telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang gagah dan tampan. Lalu Queen menikahkannya dengan penduduk setempat. Setelah itu Queen pamit dan kembali menuju Kingdom Of Heaven. Sedangkan anak itu menjadi penguasa di sana, bernama Kingdom Of Black.


“Akhirnya—aku mengingat seluruh kisah itu, kisah yang sempat terlupakan, kisah tentang sejarah kerajaan ini.” Kata Al Fatih lirih. Henry mengangguk pelan.


“Dan aku ingin memberi tahu tujuan Alex selanjutnya! Dia akan mengundang Zilver dan Scouth menuju perpustakaan, karena pintu kembali menuju dunia kalian ada di salah satu buku di sana. Lalu dia akan menyandera Scouth agar ketika Zilver kembali menuju dunia kalian—ia kembali lagi kesini. Mungkin setelah memanfaatkan Zilver, Alex akan membunuh kalian semua.” Kata Henry panjang lebar.

__ADS_1


“Kalau begitu kami harus segera bertindak!” Al Fatih bangkit dari duduknya.


“Bukan kami tapi kita. Aku ingin bergabung dengan kalian.” Kata Henry.


“Apakah kau tidak menipu kami lagi?” Tanya Al Fatih yang sebenarnya adalah pertanyaan konyol, akan tetapi Al Fatih sudah bosan dengan sandiwara. Henry menggeleng tegas.


“Baiklah kalau begitu, ikuti aku! Aku akan menemui Navy dan Air Force dan kamu, Azusa! Temuilah seluruh bangsawan KOH! Perintahkan mereka untuk bersiap bertempur! Temui kami di perpustakaan bawah tanah!!” Yang di sebut namanya hanya mengangguk pelan. Lalu mereka mulai bergegas.


...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...


“Astaghfirullah, sandinya merendahkan kita.” Celetuk Idzhar.


“Akan tetapi, mau-tidak-mau kita tetap harus mengucapkannya agar kita bisa keluar dari sini.” Ujar General Arrai bijak. Kaito, Silver dan Idzhar mengangguk setuju.


“Kalau begitu, mari kita ucapkan!” Ajak Kaito. Yang lain mengangguk setuju.


“Deus Vult, hancurlah Kingdom Of Heaven!” Bebatuan di atas mereka membuka dan turun seutas tali. Mereka memanjat tali itu satu per satu. Hingga semuanya telah sampai di atas, mereka menarik talinya kembali dan bebatuan itu menutup.


“Sekarang apa yang aka—”


“Sebentar, aku mendengar suara langkah menuju kesini, sebaiknya kita segera bersembunyi!” Kata Arrai memotong kalimat Silver. Mereka segera mencari tempat persembunyian. Seperti perkataan Arrai, pintu perpustakaan terbuka. Masuklah sosok-sosok yang ternyata adalah King Alex, Air Force Zilver dan Navy Scouth. Arrai dan yang lainnya tercengang.

__ADS_1


__ADS_2