Kingdom Of Heaven

Kingdom Of Heaven
Perpustakaan Kingdom Of Black


__ADS_3

Military Idzhar, Kaito dan Silver Black melenggang santai. Melewati puluhan penjaga yang bertebaran dimana-mana. Mereka sedang mencari perpustakaan, Saran pertama Prince Al Fatih. Mereka bahkan tidak segan untuk menanyakan lokasi tempat buku itu kepada para penjaga yang tidak merasa curiga sama sekali.


“Seperti yang dikatakan penjaga tadi—perpustakaannya ada disini.” Ucap M. Silver Black. Di depan mereka terdapat ruangan yang nampak seperti perpustakaan. Tiga Military itu pun masuk ke dalam perpustakaan.


“Apa yang akan kita lakukan sekarang? Begitu banyak buku disini, Kita akan memulai darimana?” Tanya Military Kaito.


“Carilah buku yang memiliki cover paling tidak menarik!!” Perintah M. Izhar. Dia adalah Military yang paling tua. Mereka pun mulai membaca satu-persatu buku. Hingga malam menjelang. Seluruh buku di perpustakaan tersebut telah berhasil mereka tamatkan.


“Sekarang kita rangkum seluruh pengetahuan yang telah berhasil kita dapatkan untuk diserahkan kepada Prince. Silver keluarkan kertas dan pena yang tadi telah kita siapkan.” Perintah M. Idzhar kepada Silver Black yang bersegera mengeluarkan benda yang disebutkan Idzhar dari sakunya. Lalu mengambil meja di dekatnya dan memasang posisi mencatat. Idzhar menoleh kepada Kaito dan berkata—


“Dimulai dari kamu Kaito! Apa yang telah kamu dapatkan?”


“Dari salah satu buku yang telah kubaca, Sama seperti kita, Terdapat beragam kekuatan di Kingdom Of Black. Salah satunya adalah Ilusi, pemilik kekuatan ilusi mengaktifkan kekuatan dari mata kanannya. Karena mata kirinya berfungsi untuk melihat dunia nyata. Ketika ada yang terperangkap dalam dimensi ilusinya, maka ia tidak bisa melihat, mendengar dan merasakan sesuatu di luar dimensi ilusinya. Sedangkan yang diluar juga mengalami hal yang sama—mereka tidak dapat melihat, mendengar dan merasakan sesuatu di dalam dimensi ilusi. Selain itu ada juga kekuatan membaca pikiran orang lain.” Setelah menjelaskan itu Kaito mengambil sebuah buku, Lalu merobek beberapa bagian dari buku tersebut.


“Ini adalah foto para pemilik kekuatan ilusi dan pembaca pikiran.” Kaito menyerahkannya pada M. Idzhar, Setelah mengamati sejenak Idzhar memberikannya pada M. Silver Black yang langsung menempelkannya pada kertas yang dibawanya.


“Silver—sudahkah kau tulis semua?” Tanya Idzhar, Silver mengangguk. Lalu Kaito melanjutkan penjelasan mengenai buku‐buku yang telah dibacanya. Setelah itu giliran Idzhar yang menjelaskan. Hingga terakhir Silver Black menjelaskan sembari mencatat penjelasannya sendiri. Setelah semuanya selesai, Military Silver Black membereskan catatannya dan memasuk- kannya kembali kedalam saku.


“Alhamdulillah semua sudah selesai, Sepertinya ini sudah tengah malam. Ayo kita kembali ke kamar—kita akan lanjutkan besok.” Kata Idzhar.

__ADS_1


“Kalau menurutku ya kak, Justru ini adalah waktu yang tepat untuk menjelajah bagian kastil yang lain, Karena para penjaga pasti sudah terkantuk-kantuk. Kita bisa menjadi lebih leluasa.” Saran M. Silver Black.


”Akan tetapi kita tetap harus menyerahkan catatanmu kepada Prince terlebih dahulu!“ Ucap Idzhar tegas. Kaito pun mengiyakan pendapat Idzhar. ''Dua lawan satu'' Silver Black menyerah. Lalu mereka memutuskan untuk menyerahkan catatan kepada Prince dan kembali ke kamar untuk beristirahat.


Saat di tengah perjalanan mereka bertemu dengan Prince Henry.


“Hei—apa yang kalian lakukan tengah malam begini?” Tanyanya.


“Aduh kami harus segera menyerahkan rangkuman seluruh buku perpustakaan tadi kepada Prince.” Keluh Idzhar dalam hati.


“Jadi kalian berasal dari perpustakaan ya?” Tanya Prince Henry yang membuat M. Idzhar, Kaito dan Silver. B kaget. Terlintas dalam pikiran Idzhar gambar yang diberikan Kaito kepadanya. Salah satu gambar yang ia lihat mirip dengan pria di depannya. Idzhar pun menoleh kepada Kaito, Kaito mengangguk pelan—mampu memahami isyarat Idzhar.


“Ada perpustakaan yang jauh lebih besar dan megah disini, Isinya jauh lebih penting dan bermanfaat.” Prince Henry merentangkan kedua tangannya lebar.


“Tenang saja, Akan kutunjukkan dimana letak perpustakaan itu, Kembalilah kalian ke perpustakaan tadi—lalu cari rak yang paling besar dan ubahlah posisi rak tersebut. Setelah itu berdirilah diatas bekas rak itu dan ucapkanlah ''Deus Vult, Jayalah Kingdom Of Black''.” Kata Prince Henry yang membuat tiga Military tersebut kebingungan. Namun mereka tidak bertanya lebih lanjut—karena Prince Henry sudah melenggang pergi meninggalkan mereka bertiga dalam keadaan bingung.


“Apa yang diinginkan Prince Henry?, Mengapa dia memberitahu itu semua?” Tanya M. Silver Black.


“Entahlah, Aku juga tidak paham sama sekali.” Kaito mendesah pelan.

__ADS_1


“Jangan-jangan ini adalah jebakan?” Ujar Idzhar curiga.


“Sudahlah—mari kita coba terlebih dahulu.” Silver Black memutar badannya kembali menuju perpustakaan. Membuat Idzhar dan Kaito tidak memiliki kesempatan untuk mendebat. Mereka buru-buru menyusul Silver. Setibanya di perpustakaan mereka melakukan apa yang dikatakan oleh Prince Henry. Setelah memindahkan posisi rak terbesar dan berdiri diatas bekas rak tersebut.


“Tidakkah kita memikirkan hal ini dengan matang lagi?, Mungkin saja ini hanyalah ti—” Sebelum Kaito menyelesaikan kalimatnya.


“Deus Vult, Jayalah Kingdom Of Black” Silver Black telah mengucapkan kalimat itu dengan lantang. Ruangan disekitar mereka bergetar. Lantai di bawah mereka membuka dan mereka terjatuh. Mereka tiba di dasar dengan keadaan tumpang-tindih. Lalu lantai diatas kembali menutup.


Mereka berada di lorong sempit yang dindingnya adalah beton hitam berlumut. Jalan satu-satunya yang mereka miliki adalah maju kedepan, karena belakang mereka buntu dan lantai diatas mereka telah menutup.


“Apa yang akan kita lakukan sekarang?” Silver Black mengajukan pertanyaan umum ketika dalam keadaan darurat.


“Lantai diatas telah menutup—''Henry'' hanya memberi kita kode untuk masuk ke sini namun tidak memberi kita kode untuk ke luar dari sini.” Kata Idzhar kesal, dan untuk melampiaskan kekesalannya ia mencabut katananya dan menebas lumut dan tanaman rambat di sekitarnya.


“Idzhar, Sabetan pedangmu bisa mengenai kami. Dan juga bisa saja terdapat penjaga di sekitar sini, Bagaimana jika mereka mendengar suara gaduhmu dan menuju kesini?” Kata Kaito sembari merunduk menghindari beberapa tebasan pedang yang hampir mengenainya.


“Biarkan mereka datang—aku akan menghabisi mereka semua!!” Teriak Idzhar—dia benar-benar kesal karena ditipu dan dipermainkan Prince Henry.


“Udahlah kak, Sebaiknya kita telusuri dulu lorong ini, Siapa tahu kita akan mendapat hal yang menarik!.” Saran Silver Black membuat Idzhar berhenti menebas kesana-kemari, Lalu M. Idzhar mendengus dan menyarungkan pedangnya kembali.

__ADS_1


Mereka bertiga bergerak perlahan dengan penuh kewaspadaan. Menyusuri lorong sempit dan licin membuat mereka harus berhati-hati saat melangkah. Hingga lorong sempit itu menunjukkan ujungnya. Terdapat ruangan besar dengan beberapa celah besar yang tercipta oleh beton-beton yang rusak dan runtuh. Lalu disana terdapat dua ruangan. Mereka bertiga saling memberi isyarat—untuk mengecek kedua ruangan tersebut. Mereka memasuki ruangan pertama dengan hati-hati. Disana terdapat sebuah singgasana, beberapa patung dan lukisan.


Lalu mereka keluar dari ruangan pertama dan menuju ruangan disampingnya. Saat mereka memasuki ruangan tersebut, Mereka melihat Seseprang yang dirantai di kedua tangannya dan kedua kakinya dan lehernya. Dan di tubuhnya terdapat luka-luka bekas siksaan. Dan dia adalah 'General Arrai'


__ADS_2