
Silver dan Kaito menelan ludah, kini ada dua General Arrai. Akan tetapi—Nenek tua itu lupa, bahwa ia telah kehilangan mata kanannya. Itu menjadi pembeda antara ia dengan Arrai. Biarpun begitu—mengalahkan G. Arrai tanpa melukainya dalam keadaan di kendalikan, tetaplah tidak mudah.
“Kaito! Tahan ia untuk sementara! Aku akan menolong kakakku!” Teriak Silver Black. Ia segera berlari menuju G. Arrai yang sedang menindih dan berusaha mencekik Idzhar. Silver Black menendang bahu Arrai dengan keras—setibanya di sana, membuat Arrai berguling-guling di lantai. Silver mengulurkan tangan kepada kakaknya, membantunya berdiri.
“Kak, tolong tahan ia sekuat mungkin! Kami akan mengurus Nenek tua itu!” Ucap Silver lirih. Idzhar mengangguk pelan. Ia memasang posisi kuda-kuda—bersiap menerima serangan Arrai bermata merah yang kini telah bangkit kembali.
Namun Nenek tua itu menemukan kejutan untuk Silver dan Kaito.
“Heheheh, tidak kusangka, anak itu memiliki ini!” Nenek itu mengepalkan tangan kanannya dan sebilah besi tajam terhunus keluar dari punggung tangannya yang tertutupi oleh sarung tangan berlubang di bagian jemari. Lalu menunjuk ke arah G. Arrai. Seperti memberi perintah untuk melakukan hal yang sama, Arrai mengikuti jejak pengendalinya. Ia menghunus pisau yang tersembunyi di sarung tangan di bagian punggung tangannya.
Idzhar, Silver dan Kaito menelan ludah kembali, Kini dua G. Arrai telah mengaktifkan kekuatan rahasia mereka.
“Sekarang, coba hadapi aku!” Tanpa di perintah dua kali, Silver telah melesat menuju Nenek tua yang menyamar sebagai Arrai itu.
''Wuuusshh'' Arrai juga ikut melesat—hendak memotong gerakan Silver Black. Akan tetapi Idzhar telah lebih dulu memotong gerakannya.
''Trraaangg'' Pedang dan katana, Silver dan Idzhar telah berbenturan dengan Hire milik kedua Arrai. Nenek tua itu menyabetkan tangan kanannya kedepan. Membuat Silver melompat mundur ke belakang. Kaito tidak ingin hanya melihat saja, ia mengambil sebuah anak panah dari wadah yang terpasang di paha kirinya, dan membidik tangan kanan Nenek tua itu.
''Wuuuukk'' Anak panah dengan percikan listrik telah melesat. Nenek itu sadar dan menghindar. Panah itu melesat hanya sejengkal dari pipinya. Akan tetapi panah itu meledak, mengeluarkan suara berdentum yang sangat dahsyat. Membuat Nenek itu terpental.
“Teknik kuno!! Aku sudah muak!” Gumam Nenek itu geram. Ia tidak menyadari Silver yang berada di sampingnya. Silver mengayunkan pedangnya—menebas tangan kanan nenek itu.
“Aaaarrgh” Jerit nenek itu. Wujud General Arrainya perlahan memudar. Menyisakan wujud aslinya.
“Nenek tua!! Riwayatmu telah berakhir! Sekarang kembalikan General Arrai!!” Kata Silver Black marah, ia telah mengamuk dan berubah menjadi beringas.
__ADS_1
“Heheheh, anak muda, aku ingin menjadi sepertimu!” Nenek itu mengacungkan tangan kirinya. Namun Kaito lebih dulu bertindak.
"Wuuuk", "Duaaarr" Anak panah menancap di telapak tangan kiri Nenek itu dan meledak. Nenek tua tersebut menjerit kesakitan.
Di sisi lain, Arrai telah mendesak Idzhar. Idzhar pontang-panting menghindari sabetan pisau tangan dan rentetan hire Arrai. Ketika menemukan celah—Idzhar melesat menusukkan katananya ke depan, Arrai menghindar kesamping. Akan tetapi tujuan Idzhar adalah melumpuhkan tanpa melukai. Ia menendang lutut belakang Arrai, membuatnya terduduk. Lalu Idzhar memukul tengkuk Arrai keras, membuatnya tergeletak pingsan. Idzhar membetulkan posisi Arrai yang terbaring—dan menuju Silver dan Kaito.
“Engkau tidak bisa berbuat apapun Nenek! Sekarang kembalikan General dan beri tahu kami cara keluar dari sini!!” Ujar Silver disertai dengan dengusan. Nenek itu hendak membuka mulutnya, namun mendadak pintu terbuka. Muncul pria dengan penutup mata di mata kirinya.
“Craszyor, Akhirnya kamu datang!” Kata Nenek tersebut sembari menyeringai. Kaito, Silver Black dan Idzhar menelan ludah untuk kesekian kalinya.
...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...
“Ayah! Apakah engkau yang menelantarkan Clarissa!!” Desak Prince Henry marah.
“Lalu bagaimana mungkin Clarissa bisa menghilang dan tidak ingin kembali?!”
“Kubilang aku tidak tahu, Henry!”
“Bohong!! aku sudah tahu semuanya dari Clarissa!” Geram Henry.
“Baiklah kalau begitu...memang aku yang memerintahkan Clarissa untuk tinggal di hutan. Akulah yang menyusun semua skenario ini. Aku yang membuat Zetto terjatuh dari kudanya dan aku pula yang membuat Clarissa merawat Zetto. Sudahkah puas kamu sekarang!” Penjelasan dari K. Alex membuat dada Henry serasa ditusuk ribuan jarum, sakit.
“U..untuk apa?” Tanya Henry lirih.
“Untuk apa? Tentu saja untuk menghancurkan Kingdom Of Heaven. Kerajaan yang dulu pernah merusak dan menggangu pekerjaan ''kami" dengan penjelajahan konyol mereka.”
__ADS_1
“Ta..tapi Aya—” Sebelum Henry menyelesaikan kalimatnya Alex bangkit dan menendangnya—membuatnya menghantam dinding, sekejap muncul rantai-rantai yang mengikatnya di dinding tersebut.
“Aku sudah muak di panggil Ayah olehmu! Karena aku bukanlah Ayahmu!!” Kalimat King Alex berusan membuat Henry serasa di sambar petir di siang bolong.
“A..Apa maksudnya?”
“Ayahmu dulu adalah penguasa kerajaan ini! Namun aku membunuhnya, itulah mengapa wajahku masih terlihat muda. Selain itu kisah tentang ibumu yang meninggal saat melahirkanmu juga palsu. Karena ia meninggal karena diriku!!” Alex tertawa terbahak-bahak. Henry hanya diam tidak bersuara.
“Clarissa adalah wanita yang kucintai! Namun Ayahmu menjodohkannya denganmu! Akan tetapi bukan hanya itu alasanku membunuhnya. Ia adalah keturunan Kingdom Of Heaven!! Kerajaan yang menghancurkan kelompok hitamku!”
“Aku membunuhnya untuk mempersiapkan penyambutan terhadap Kingdom Of Heaven, aku tahu mereka pasti akan kembali!! Aku ingin membalas dendam leluhurku dan Clarissa adalah bagian dari kelompokku!” Setelah itu King Alex tertawa terbahak-bahak lagi. Yang ada di hati Prince Henry kini hanyalah kecewa dan sakit hati. Perasaan ingin membalas dendam memenuhi dirinya.
...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...
Craszyor membuka penutup mata kirinya. Sekejap ruangan itu kembali penuh dengan makhluk-makhluk ilusi.
“Teman-teman, sebenarnya Craszyor tidak membahayakan nyawa kita. Ia hanya melakukan serangan mental, seandainya kita terkena serangan pasukan ilusinya—rasa sakit yang kita rasakan hanyalah reaksi saraf yang menegang.” Kata Kaito menjelaskan seraya mengambil anak panah, namun ia tidak membidik Craszyor. Ia mengarahkan anak panah tersebut ke langit-langit di atas Craszyor.
“Meteorit thunder!! ” Teriak Kaito seraya melepas tarikan panahnya—anak panah tersebut meluncur menuju langit-langit. Tepat setelah anak panah tersebut menancap di langit-langit. Gumpalan awan hitam dan gelap memenuhi ruangan tersebut. Petir dan guruh mengelegar—menyambar seluruh makhluk hidup di bawahnya.
Ketika hujan petir itu selesai, gumpalan awan mendung tersebut belum berhenti bereaksi. Kali ini turun meteor dengan percikan listrik—menghantam seluruh makhluk hidup di bawahnya. Craszyor tidak berkutik, ia hanya bisa pasrah menerima seluruh serangan tersebut.
Tanah tempat Craszyor berpijak merekah dan berhamburan karena ledakan yang ditimbulkan oleh meteor Kaito. Seluruh pasukan ilusinya sia-sia—mereka segera membuyar begitu terkena meteor yang tetap menembus mereka, bahkan setelah menyentuh pasukan ilusi tersebut, tidak terpengaruh.
Setelah gumpalan awan mendung tersebut menghilang. Perlahan kabut yang timbul karena ledakan memudar. Idzhar dan Silver Black melongo tidak percaya. Seluruh musuh di depan mereka telah hancur tidak bersisa dengan satu serangan dari Kaito. Sedangkan Kaito tersenyum kepada mereka, lalu ambruk, pingsan.
__ADS_1