
Pagi itu sebuah konvoi datang ke perkemahan seluruh anggota KOH kecuali General dan Prince langsung mengerumuni konvoi tersebut.
Saat itu Prince sedang sibuk memakai berbagai peralatan. Kali ini dia tidak memakai pakaian yang biasa dia pakai. Dia menyimpan seragam pangerannya. Lalu dia mengambil rompi besi yang sudah dia buat beberapa hari ini dengan mengambil zirah dan senjata para perampok. Lalu dia mengambil sebuah jaket berwarna putih yang berlapiskan baja pada bagian tertentu seperti pada bagian pergelangan tangan, Lengan, Lutut dan bahu. Pada jaket itu terdapat sebuah tudung yang lebar. Jaket itu dia buat juga baru-baru ini dengan bahan seadanya. Lalu dia melepas tiaranya dan memakai Tudung lalu mengambil sebuah masker dan keluar dari tenda yang dibuat dari puing-puing perkemahan mereka. Kini dia tampak bukan seperti seorang pangeran namun lebih mirip seorang Assassins.
Dia menuju sebuah kandang kuda tempat dia mengumpulkan kuda yang tersisa setelah membagi-bagikan pada anggota Kingdom Of Heaven lainnya. Ketika Prince hendak menaiki seekor kuda dia berhenti sejenak ketika sebuah suara menyebut namanya.
“Al Fatih!!” Princess Azusa lah yang memanggilnya.
“Apa yang kamu lakukan? Dimana pakaian kebesaran pangeranmu?”
“Apakah kamu tidak sadar pakaian apa yang kamu pakai?” Princess memberondong Prince dengan pertanyaan tanpa jeda sejenak.
“Azusa tenanglah dulu, Sabarlah...Aku tahu akan hal itu, namun seperti yang kamu ketahui....Aku begitu tergila-gila dengan mereka, Dengan teknologi mereka..Dengan peralatan mereka. Namun tentu saja aku tidak akan meniru idelogi mereka aku tetaplah anggota KOH aku tidak akan seperti mereka!!” Ucap Prince Tegas.
“Aku tahu mereka telah membunuh para petinggi kerajaan kita sedari dulu. Mereka jugalah yang membunuhi profesor dan Cendekiawan di negeri kita Aku tahu, Aku tahu itu semua!! Para Assassins atau Hassyassin adalah pembunuh berdarah dingin terkejam dalam sejarah.” Sambung Prince.
“Kalau kamu mengetahui itu semua mengapa kamu masih memakai pakaian yang meniru pakaian mereka?” Seru Azusa geram.
__ADS_1
“Seperti yang aku katakan tadi aku menyukai Teknologi mereka dan itu sangat dibutuhkan dalam misiku kali ini!!” Ucap Prince Al Fatih marah.
“Misi!!...Misi apa?”
“Sejak kapan kamu mempunyai misi....Tanpa memberitahuku!!”
“Maaf misi ini rahasia!, Selamat tinggal” Tanpa menoleh Prince langsung menaiki kuda dan pergi meninggalkan Princess Azusa yang masih termenung.
...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...
“Hei Phoenix, seharusnya kamu sudah waktunya diberi nama! Menurutmu nama apa yang cocok untukmu?” G. Arrai tampak berusaha berpikir mencari nama untuk Phoenix kesayangannya.
“Hmm, Bagaimana jika Liger? Nama itu terdengar cukup keren.” Seketika Phoenix itu melengking kencang dan memukik tajam kebawah. Dia tampak seperti setuju. General tertawa geli.
“Baiklah namamu sekarang Liger, oke?” Lagi-lagi Pohenix itu melengking kencang.
...🏰KINGDOM OF HEAVEN🏰...
__ADS_1
“Wahai makhluk asing yang tersesat perkenalkan saya Prince Henry, Seorang Pangeran dari kerajaan Kingdom Of Black yang telah menolong kalian dari serangan bandit kemarin. Datang untuk mengangkut kalian menuju istana kami yang megah.” Kalimat yang dilontarkan oleh seseorang yang mengaku bernama Henry tersebut sangat Kasar. Dia memakai jubah putih dengan lambang salib merah di dadanya dia mirip dengan kesatria templar.
"Wahai tamu tak diundang, Aku adalah seorang raja dari sebuah kerajaan surga yang tersesat di tanah antah berantah ini. Namaku King Zetto sekarang Henry segera tunjukkan sarang tempat kalian tinggal!. Aku ingin tahu semegah apa kalian menjamu kami!!” Balas King sengit.
“Ternyata anda cukup pintar King Zetto.”
“Yeah, Kurasa kamu juga tidak terlalu bodoh Prince”
Mendadak atmosfer disekitar mereka menjadi tegang, Namun sebelum terlambat Queen mencairkan situasi.
“Ok Prince Henry bisakah kami masuk kedalam kereta kuda sekarang juga?”
“Oh tentu..tentu pastilah ini adalah Queen dari kerajaan surga yang terhormat.” Nada Prince Henry saat mengatakan "Kerajaan Surga" di monyongkan
“Pengawal tolong bawa barang-barang mereka. dan masukkan kedalam gerobak!” Perintah Prince Henry. Serentak pasukan yang mengawal Prince Henry bergerak mengambil satu-persatu barang bawaan para petinggi Kingdom Of Heaven dan mengangkutnya kedalam gerobak. Bersamaan saat itu King dan Queen beserta anggota KOH lainnya memasuki kereta kuda.
“Semua sudah siap? Mari kita berangkat!” Ucap Prince Henry memecut kudanya dan rombongan itu bergerak menuju Kingdom Of Black. Dan dari sebuah lembah Prince Al Fatih terus mengawasi pergerakan mereka.
__ADS_1