Kisah Cinta Refa

Kisah Cinta Refa
#part 10


__ADS_3

Siang itu di sebuah taman kampus,refa tengah duduk sembari mengintai seorang cowok yg tengah memainkan henponnya cowok itu adalah refan.


Sepertinya refa ingin mendekati refan namun ia diliputi rasa gugup yang luar biasa,namun refa pada akhirnya berjalan mendekati refan ia duduk di samping refan yang langsung menoleh padanya.ia kemudian tersenyum dan menyapa refan.


“hai sendirian aja nih..?”sapanya.


Refan tak membalas ucapan rere ia hendak bangkit tapi langsung ditahan oleh rere,refan langsung menatap tajam tangan refa yang menahan lengannya.


“eh maaf...jangan pergi dulu..”ucap refa canggung


Refan tak menghiraukan ucapanya dan hendak melangkah lagi namun rere tak tinggal diam ia berdiri dengan cepat dan menghalangi jalan refan,rere menatap mata refan dengan muka memelas dan akhirnya mau tak mau ia kembali duduk,refa langsung tersenyum ceria dan ikut duduk di kursi.


“makasih hmm bentar...”ujar refa yang kemudian membuka tasnya dan mengambil sebuah wadah bekal dan ia segera membuka wadah bekalnya yg ternyata isinya kue kacang.


“aku bawain kue kamu cobain ya, ini juga sebagai tanda terimakasih”ujarnya bersemangat namun refan enggan melihat kuenya,rere yang geram pada cowok yang cuek ini muncul ide jail ia mengambil satu potong kue.


“fan ada pak irwan..!”ujar refa berbohong menunjuk ke belakang refan.


refan segera menengok kebelakang dan hendak menyapa pak irwan yang nyatanya nggak ada di sana,kesempatan ini tak disiasiakan oleh refa melihat mulut refan yang terbuka iapun memasukan kue itu kemulutnya, refan yang kaget langsung melotot kearah rere dan terpaksa mengunyah kue itu dan menelanya sedangkan sang pelakunya hanya bisa tertawa melihat ekspresi kesal refan.


“gimana rasanya..?”tanya refa yang melihat refan selesai mengunyah.


“kamu....”refan yang hendak menjawab tiba-tiba saja merasa tak nyaman di area tenggorokan nya dadanya terasa sesak dan sulit bernapas kulitnya terasa gatal dan panas.


“kamu kenapa fan nggak enak ya..?”tanya refa,refan langsung berdiri dan menatap refa dengan tajam tapi matanya sayup menahan sakit dan tiba-tiba refan ambruk di depan refa.


“refan....!!!”pekik refa kaget melihat refan tergeletak di tanah ia pun langsung mendekat dan menggoyang-goyangkan bahu refan .


Refan tak kunjung bangun ia pun panik sejadi-jadinya ia berteriak meminta tolong dan seketika tempatnya dikerubuni banyak orang.

__ADS_1


......................................☺️........................☺️..........................


Refa berlarian di koridor rumah sakit sembari mendorong berangkar kasur yang terdapat refan diatasnya,refan terbaring pingsang dengan selang oksigen dihidungnya kulitnya menjadi merah dan ruam,refa berlari mendorong berangkar dengan beberapa dokter dan suster yang membantunya.


Sampai disebuah pintu refa dilarang masuk oleh seorang suster,ia pun menunggu di depan pintu itu refa duduk lesu disalah satu kursi,rere menopang wajahnya tampak sangat jelas dari raut wajahnya ia merasa khawatir,gelisah,merasa bersalah semua bercampur menjadi satu,tanpa bisa dibendung lagi air mata itu menetes ke pipi mulus refa ia mencoba tenang namun tubuhnya tak bisa diajak kompromi badanya bergetar menahan segala gejolak emosi yang tengah ia rasakan.


ya allah selamatkan refan jangan biarkan dia kenapa-napa ya allah hamba mohon....doa refa tulus dari lubuk hatinya,ia berharap refan akan baik-baik saja rere mencoba mengusap air matanya dengan tangan yang bergetar.


Sekitar satu setengah jam akhirnya pintu terbuka refa buru-buru menghampiri dokter yang baru keluar.


“gimana kondisi temen saya dok?”tanya refa cemas


“sukurlah sekarang kondisinya sudah baik-baik saja,tapi bisa kita bicara sebentar di ruangan saya.”kata dokter itu tenang kemudian mempersilahkan refa untuk mengikutinya refa akhirnya mengikuti dokter itu.


Sesampainya di ruangan dokter itu refa dipersilahkan untuk duduk.


“begini saya mau menjelaskan tentang kondisi pasien,pasien yang bernama refan diperkirakan memiliki alergi terhadap kacang yang di mana alerginya menyebabkan efek yang parah yaitu syok Anafilaksis jika tidak ditangani dengan cepat hal ini dapat membahayakan nyawa pasien,beruntung pasien segera mendapat penanganan sehingga hal tersebut dapat di cegah..”ujar dokter itu dengan jelas refa hanya bisa bersukur karena refan dapat selamat namun ia merutuki kebodohanya yang malah membahayakan nyawa refan.


“untuk sekarang kondisinya sudah baik-baik saja dan pasien harus diopname selama beberapa hari,dimohon untuk menjaga pasien dengan baik..”kata dokter peria itu


Refa merasa lega sekarang,iapun berterimakasih pada dokter itu dia bergegas pergi menuju ruangan refan,sesampainya di depan ruangan refan rere mendorong pintu itu pelan dan masuk ia melihat refan yang masih terbaring lemah tak sadarkan diri,rere berjalan perlahan menuju kursi disamping berangkar refan,rere dengan takut-takut mengusap kepala refan rere menatap wajah itu hangat.


“maafin aku fan gara-gara aku kamu jadi kaya gini..”ucap refa penuh sesal.


Refa memutuskan untuk menunggu refan bangun ia terduduk di bangku itu sembari menggenggam tangan refan yang tak diinfus lama-kelamaan kantuk mulai menyerang rere pun tertidur dengan kepala yang tertahan berangkar kasur dengan tetap menggenggam tangan sang pria yang tengah terbaring lemah.


......................................☺️...........................☺️.................................


Matahari sudah terbit cahayanya menerobos menembus tirai di jendela rumah sakit tepatnya diruangan refan,cowok dingin itu perlahan mulai membuka matanya silau ia rasakan saat manik hitamnya masih menyesuaikan cahaya yang ada,pusing ia rasakan tubuhnya masih terasa lemas ia mencoba memegang kepalanya yang pusing tapi berat ia rasakan pada tangannya dan saat ia menoleh ia melihat seorang gadis tertidur pulas sembari memegang tangannya.

__ADS_1


Refan menatap dingin pada rere yang ada di sampingnya ia menarik kasar tanganya yang di pegang rere,sekerika rere terkesiap saat refan menarik tangan dengan keras.


Ia masih linglung karena baru bangun tidur saat sudah semua nyawanya berkumpul ia melihat wajah refan yang dingin menatap kearahnya,ia segera berdiri tegak dan keluar untuk memanggil dokter.


Saat dokter sudah masuk keruangan refan ia memeriksa sang pasien.


“sukurlah kondisi pasien sudah baik-baik saja tinggal menunggu beberapa hari untuk menghilangkan lemas ,pusing,dan ruam merahnya.”kata sang dokter ia kemudian pamit undur diri.


Refa masih dalam mode takut dan menyesal akan tindakanya kemarin mencoba mendekati refan dan duduk disamping refan,diam selama beberapa menit akhirnya rere memberanikan diri untuk membuka suara.


“em..emm itu aku aku mau minta maaf soal kemarin aku bener-bener nggak tau kalok kamu alergi kacang maafin aku ya..”ucap rere penuh penyesalan yang tampak dari wajah manisnya.


Refan hanya terdiam tanpa membalas ucapan refa dan kemudian seorang suster datang membawa nampan berisi bubur masuk kedalam ruangan refan,ia meletakan nampan itu di meja kemudian mempersilahkan pasien untuk makan lalu pamit pergi dengan ramah.


Refa menatap bubur itu kemudian mengambilnya hendak menyuapi refan makan namun langsung di tolak mentah mentah oleh refan.


“aku bisa sendiri”ucap refan dingin nan ketus tapi masih dengan suara yang lemah.


Refan nampak menyantap bubur itu dengan susah payah ia seperti kesulitan menelanya,rere yang tak berani untuk menolong takut di semprot sama refan si dingin itu,tapi saat refa melihat ada sedikit bubur yang menempel di bibir refan dengan reflek dan penuh perhatian refa mengelapnya dengan jarinya yang halus.


Refan langsung melotot tajam kearah refa dan sang empunya tangan halus tadi langsung menunduk takut melihat tatapan refan yang bak ingin mencabik-cabik tubuhnya.


Setelah menyelesaikan makanya refan minum obat dan kembali menatap refa dingin.


“mendingan sekarang kamu pergi!”ucapnya lemah tapi begitu menghunus jantung.


“iya aku bakalan pulang dan ngasih tau kak sindi tapi aku bakalan kesini lagi..”ujar refa santai namun dihati sakit karena diusir begitu kasar namun ia tetap tersenyum ceria dihadapan refan.


Rere berjalan keluar rumah sakit dengan lesu,hatinya masih terasa nyeri saat diusir oleh refan tadi,padahal sejak kemarin ia menghawatirkan refan bahkan belum makan sesuap nasi pun karena terlalu khawatir{kejam sekali dikau refan}.

__ADS_1


sabar re perjalanan kamu masih panjang buat dapetin hati si es lilin itu.....ucapnya dalam hati rere terus berjalan untuk pulang kerumahnya dengan perasaan sedih namun mencoba tabah.


{wah refan kok jahat seh,terus lanjut baca ya kalok penasaran sama kisahnya si imut refa,dan jangan lupa ya untuk dukung artour dengan cara like,vote,dan komen sebanyak-banyaknya,see you salam sayang dari artour,refa,dan refan untuk para pembaca}


__ADS_2