
Siang itu refa yg telah menyelesaikan kelasnya bergegas menuju kafe R&D love untuk bekerja.Saat motornya mulai berjalan meninggalkan parkiran ada seseorang yg memanggil namanya,sepontan refa menekan rem dan menoleh ke sumber suara.
“refa...!”pangil sindi saat melihat refa yg tengah beranjak pergi dengan motornya,sindi sedikit berlari untuk menghampiri refa.
“kak sindi,ada apa kak..?” tanya refa dengan tetap duduk di motor kesayanganya.
“gini nanti malem kamu sibuk apa nggak?,soalnya aku mau ngundang kamu di acara ulang tahun aku..”ungkap sindi.
“ooh gitu,emm... kayaknya nggak deh kak,jam berapa emang kak acaranya?”tanya refa sembari mebenarkan rambutnya yg menghalangi matanya.
“jam 20.00 fa... kamu bisakan?”tanya sindi penuh harapan.
“bisa kok kak,aku pasti dateng tapi.....”refa menjeda ucapanya,dan hal itu sukses membuat sindi penasaran.
“tapi apa fa..?”tanya sindi yg penasaran.
“tapi kak sindi harus siap masak banyak,soalnya aku makanya banyak hehehe...”ucap refa bercanda sembari menunjukan gigi-gigi putih berkilau miliknya.
{dasar perut gentong si refa mah..,liyer arthour }
“hahaa.. siappp... bu bos”balas sindi diiringi tawanya yg khas.
“canda kak masak secukupnya aja,emm kalo gitu aku pamit duluan ya kak”pamit refa pada sindi,sindi pun mengangguk setelah itu refa kembali melajukan motornya yg bernama cici menuju kafe R&D love.
Singkatnya sore pun tiba refa memutuskan untuk membeli kado untuk sindi sebelum pulang ke rumahnya,refa berhenti di sebuah toko yg menjual berbagai macam aksesoris wanita.
Refa masuk ke dalam toko matanya seketika berbinar kala melihat banyaknya aksesoris yg bagus,iapun memilih-milih aksesoris yg bagus untuk sindi saat tengah memilih mata refa tertuju pada sepasang gelang copel yg bertuliskan best friend forever yg sangat indah.
Itu kayaknya cocok buat kak sindi,biar bisa copel sekalian sama aku hehehe... pikir refa dengan senyum yg merekah diwajahnya,kemudian refa membawa gelang itu ke kasir.
Saat tengah bertransaksi refa melihat sosok peria yg berdiri di luar toko yg berkaca transparan itu,sosok itu tak lain adalah refan,refa seketika terkesiap saat sang kasir memanggilnya karena refa yg menatap ke luar.
__ADS_1
“mbak semuanya 60.000 ribu..”ucap sang kasir lagi pada refa karena refa yg melamun tadi.
“oh iya mbak...”refa menyerahkan uang pada sang kasir.
“mbak apa mbak liat ada laki-laki berdiri di sana..?”tanya refa pada sang kasir,sang kasir pun melihat ke arah yg di tunjuk refa namun ternyata tak menemukan siapapun di sana.
“nggak ada siapa-siapa mbak..”jawab sang kasir dengan jujur
Refa pun menoleh ke arah tempat refan tadi berdiri namun seakarang tempat itu kosong melompong.
Tuhkan beneran setan....!!!pekik refa dalam hati iapun mulai beranggapan bahwa dirinya diikuti arwah penasarannya refan,sang kasir kembali memanggil refa.
“embak nggak papa...?”tanya sang kasir yg heran melihat perubahan wajah refa yg pucat.
“enggak papa mbak saya permisi....”ucap refa yg kemudian buru-buru meninggalkan toko tersebut.
Tak terasa hari mulai malam,tampak refa yg mondar-mandir didepan jam dinding sambil sesekali melirik jam.
Dan pada akirnya refa sudah duduk di sofa rumah sindi,setelah pertempuran batin di rumahnya ia memutuskan untuk datang ke rumah sindi setelah meminta ijin pada rosma refa mencoba menghilangkan rasa takutnya dan tersenyum pada sindi yg tengah meniup lilin di kue ulang tahunya.
Diiringi dengan nyanyian happy birth day too you lilin yg di tiup sindi pun padam,terlihat senyum indah sindi yg tak henti-hentinya merekah di hari ulang tahunya itu,semua orang mengucapkan selamat pada sindi yg telah bertambah umur,tak henti-hentinya doa terlontar dari mulut orang-orang yg hadir terutama dari sang ayah adi winat.
“selamat ulang tahun kak sindi semoga panjang umur ,sehat selalu serta tercapai segala keinginan kakak,ini hadiah dari aku buat kakak..”ucap refa memberi doa dengan tulus.
“makasih fa,wah harusnya kamu nggak usah repot-repot beliin hadia segala kamu udah dateng aja aku udah seneng...”ungkap sindi
“nggak papa kok kak anggap aja sebagai hadiah perteman kita,gimana suka nggak kak sama hadiahnya?”tanya refa dengan senyum yg tak pernah luntur.
“bagus kok fa,aku pake ya..”ucap sindi yg melihat hadiah yg di berikan refa.
“pake aja kak,biar kita copel gitu hehe....”ucap refa tersenyum sembari menunjukan gelang yg sama yg berada di lengannya.
__ADS_1
Mereka pun tersenyum bersamaan sembari menyatukan masing-masing tangan mereka yg ada gelangnya,tapi tak di sangka-sangka senyum mereka meredup tatkala lampu di rumah sindi padam mereka semua menjadi panik dan menghidupkan fleslite di henpon mereka masing-masing.
Tak lama lampu kembali menyala dengan diiringi teriakan refa yg menggema kala melihat sosok peria jangkung yg berdiri tepat di samping sindi,sosok yg tak lain adalah refan.
“AKH.....hantu.....!!!!!”teriak refa yg sangat kaget bercampur takut melihat refan.
Sindi seketika kaget mendengar teriakan refa ia pun menoleh ke arah pandangan refa,dan seketika tawanya pun pecah memenuhi ruangan ia teringat tempo hari yg telah menjahili refa dengan mengatakan refan telah tiada dan ia tak menyaka refa mempercai ucapannya.
refa yg takut seketika menjadi heran kenapa sindi malah tertawa,ia pun dengan taku-takut bertanya pada sindi yg masih tertawa sembari mengusap air mata yg keluar dari sudut matanya.
“ke..kenapa kak sindi ketawa..?”tanya refa polos,sindi pun mencoba mengendalikan tawanya dan menjawab refa.
“jadi kamu percaya sama ucapan aku yg bilang refan udah nggak ada...?”ucap sindi yg masih mencoba menahan tawanya.
“iya..”ucap refa polos seperti bocah.
“yaampun refa- refa kamu tuh polos banget sih gitu aja langsung percaya,refan itu masih hidup dan sehat walafiat tak kurang suatu apapun nih kalok kamu nggak percaya..”ujar sindi menjelaskan kemudian mencubit pipi adiknya dengan gemas untuk menunjukan pada refa bahwa refan masih hidup.
seketika mata refa terbelalak menyaksikan refan yg bisa dilihat dan disentuh oleh sindi,sedetik kemudian pipinya menyembul merah manakala mengigat teriakannya tadi yg membuat orang geger.refa mengaruk kepalanya yg tak gatal menyembunyikan rasa malunya,ia merutuki kepolosanya hingga membuatnya malu sendiri.
Sindi menghampiri refa dan merangkul bahunya untuk meredakan rasa malu refa.
“maaf ya aku bener-bener nggak tau kalok kamu bakal percaya gitu aja sama ucapan ku,maaf atas kejahilan ku..”sindi meminta maaf dan refa hanya menganguk tanda iya memaafkan sindi,sindi kemudian membawa refa mendekat ke arah refan untuk memperkenalkan mereka.
“fan ini temen kakak namanya refa..”ucap sindi di depan refan
“hmm...,ini untuk kakak...”ucap refan singkat padat sembari menyerahkan kotak kecil pada sindi yg kemudian berlalu tanpa memperdulikan refa yg menatapnya,sindi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sikap adiknya yg dingin itu.
Ia pun mengajak refa untuk makan,setelah acara selesai refa pulang ke rumahnya dengan sejuta pikiran.
Berarti refan masih manusia....hah kak sindi nyebelin deh,akunya juga sih pake percaya segala padahalkan setiap aku ketemu refan kakinya masih napak..huhuhu malunya.pikiran refa yg masih memutar kejadian memalukan tadi,refa merebahkan badanya di kasur sembari menutup wajahnya yg merah sungguh ia merutuki kepolosanya yg gampang percaya pada orang.
__ADS_1
{wah ternyata refan masih manusia toh,kira-kira gimana ya refa bisa menghadapi refan kedepannya setelah kejadian memalukan tadi...ikuti terus kisahnya dan jangan lupa ya like,vote,dan komen sebanyak-banyaknya see you }