Kisah Cinta Refa

Kisah Cinta Refa
#part 11


__ADS_3

Jam 11.00 refa ke rumah sindi,rere memencet tombol bel pada dinding pagar rumah sindi beberapa menit kemudian muncul art di rumah sindi membuka gerbang pagar.


“cari siapa mbak?”tanya art itu sopan


“maaf buk kak sindinya ada nggak ya buk saya mau ketemu...?”tutur refa.


“oalah non sindinya nggak ada mbak,kalok nggak salah dia lagi keluar kota buat study tour sama temen-temen kuliahnya”ujar wanita paruh baya itu.


“kalok gitu boleh saya minta nomornya buk?”tanya refa,kemudian sang art pun memberikan nomor sindi pada refa lalu satelah selesai rere pamit pergi pada wanita yang ternyata bernama bik ningsih.


Refa memutuskan untuk menelpon nomor sindi untuk memberi tau soal refan.


“assalamualaikum halo...”ucap refa saat panggilan sudah diangkat oleh sindi.


“waalaikumsalam ini siapa ya?”tanya sindi dari sebrang karena nomornya tak di kenal


“ini refa kak...”ucap refa


“ooh refa kamu dapet nomor kakak dari mana fa..?”tanya sindi heran


“dari art di rumah kak sindi”ungkap refa


“ohya ada apa fa..?”tanya sindi lagi


Ketar-ketir saat ini refa rasakan ia takut sindi akan marah padanya setelah mengetahui kabar adik kesayangannya masuk rumah sakit karena dirinya,rere jadi sedikit termenung karena rasa takutnya menjawab pertannyaan sindi.


“halo....refa...”pagil sindi saat tak mendengar suara refa.


Refa segera tersadar dari lamunannya dan menjawab sindi.


“gini kak refan...emm....refan...”suara refa yang terputus-putus karena gugup.


“refan kenapa fa?”tanya sindi tak sabran karena refa yang terputus-putus berbicaranya.


“refan ...refan masuk rumah sakit kak gara-gara alergi kacang teru....”belum sempat refa menyelesaikan kalimatnya sindi telah memotongnya duluan.

__ADS_1


“aku udah tau kok fa,refan tadi udah ngabarin aku,sebenernya aku pengen pulang buat nengok kondisi dia gimana tapi aku nggak bisa pulang karena nggak di bolehin sama dosen pembimbing ini penting katanya,jadi terpaksa deh aku nggak bisa pulang, terus ayah aku juga lagi di luar negri nggak bisa pulang karena lagi kkm{ups my fould} maksudnya karena lagi genting banget kaadaan perusahaan ayah di sana jadi ayah nggak bisa pulang juga....”curhat sindi panjang kali lebar kaya kali ciliwung.


Refa hanya bisa menjawab dengan iya dan kata penyemangat untuk sindi sekaligus kata penenang meyakinkan bahwa kaadaan refan sekarang sudah baik-baik saja.


“emm fa boleh nggak aku minta tolong...?”tanya sindi


“mintak tolong apa kak pasti bakal refa bantu kok kalok refa bisa.”jawab refa yakin


“tolong jagain refan dulu ya di rumah sakit sekitar 5 hari lagi aku pulang kok kamu mau kan”mohon sindi dari dalam telepon,refa nampak berfikir sejenak kemudian memutuskan untuk menyanggupi permintaan sindi itung-itu nambah waktu pendekatan sama refan juga pikirnya.


Sindi meras lega atas jawaban refa ia jadi sedikit rilek karena tak hawatir lagi disana adiknya sendirian,ia pun berterimakasih pada refa kemudian percakapan merekapun bekakhir.


Refa kemudian memutuskan untuk pergi ke rumah sindi lagi dan memberi tahu bi ningsih tentang refan dan hendak membawakan baju ganti untuk refan,bik ningsih awalnya terkejut mendengar kabar mengenai putra dari majikannya yang masuk rumah sakit tapi akhirnya bik ningsih membereskan beberapa baju ganti untuk refan kemudian menyerahkannya pada rere.


...............................................................................................


Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan refa sampai di depan ruang rawat refan jantungnya berdegup kencang gugup ia rasakan kembali saat akan menemui si es lilin yg beku itu,rere menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan ia memegang hendel pintu dan mendorongnya pelan rere masuk dengan santai dan menghampiri refan yang menatapnya nyala rere meletakakn tas berisi baju refan di laci meja dan meletakan keresek berisi roti,buah-buahan,dan air mineral yang ia beli saat di perjalanan tadi,di atas meja.


“ngapai kamu ke sini lagi..!”ketus refan sambil terus menatap nyala kearah gadis yang sering membawa masalah untuknya itu.


“aku nggak butuh,sekarang kamu pergi!”ucap refan dingin dan nadanya sangat tegas.


“kamu disini sebagai pasien nggak ada hak buat nolak aku ngerawat kamu lagian ini kemauan aku sendiri ngerawat kamu jadi kamu nggak usah nolak..”ujar rere dengan nada tak kalah tegas seperti tak bisa diganggu gugat keputusannya.


“terserah..!”jawab refan singkat malas berargumen dengan mahluk aneh yang di sebut kaum hawa yang satu ini.


“nah gitukan enak jadi nggak usah ribut lagi yaudah sekarang kamu makan ya ini udah waktunya makan siang abis itu minum obat deh..”ucap refa senang,dengan berseri-seri refa mengambil mangkuk berisi bubur di atas meja lalu hendak menyuapi refan yang nampak masih kesal.


“aku nggak laper!”ujarnya ketus sembari tanganya menepis sendok yang sudah di sodorkan didepan muutnya.


“refan kamu tuh jangan kayak bocah,kamu harus makan terus minum obat biar kamu cepet sehat...!”ucap refa mulai tak sabar dengan tingkah kekanak-kanakkan refan,refan langsung menatap refa dingin kemudian mengalihkan pandanganya ke depan.


Melihat tingkah refan rere berusaha mengatur emosinya,ia harus bisa sabar dalam menghadapi sifat refan ini


Sabar rere sabar ngadepin nih bocah harus sabar...ngomong-ngomong soal bocah tiba-tiba terbit ide untuk memperlakukan bocah seperti bocah[alias refan seperti bocah]

__ADS_1


“kereta api berjalan tut...tuut...tut...Aaaa”ucap refa sembari menggerakan sedok berisi bubur kemulut refan


Refan yang mendengar itu reflek membuka mulutnya dan ingatan masa launya pun bagai terputar bak filem diingatannya.


Flacbeek


Seorang anak laki-laki tengah terbaring lesu di tempat tidurnya sepertinya ia sedang demam,anak laki-laki itu adalah refan kecil ia tengah merengek karena disuruh ibunya untuk makan.


“sayang anak bunda jangan gini dong refan harus makan terus minum obat biar cepet sembuh dan bisa main lagi sama kak sindi,refan makan ya..”ucap sang bunda


“engak bun,rasanya nggak enak hambar...hiks..”keluh refan sembari terus merengek.


“bunda tau caranya biar ada rasanya kereta api berjalan tut...tuut....tut....Aaaa”ucap sang bunda kemudian memasukkan bubur itu kemulut putra kecilnya itu.


“gimana ada kan rasanya...”tanya sang bunda tersenyum lembut kemudian mengusap mulut anaknya yang belepotan.


“wah bunda hebat,iya bun rasanya jadi enak...”jawab refan polos


Bunda refan pun tersenyum kemudian kembali menyuapi dengan cara yang sama sampai bubur itu habis.


Flasbeekoff


“fan...refan...”panggil refa sambil tanganya melambai-lambai didepan wajah refan,refan kembali tersadar dari lamunanya ia menatap refa dingin tapi sedikit ada aura sedih di mata refan yang tajam itu.


“kamu pikir aku anak kecil apa!,aku nggak suka digituin!”ucap refan datar.


“tks nggak suka tapi habis juga makanya...”gerutu refa kesal.


“yaudah sekarang minum obat nih..”ucap refa kemudian menyerahkan dua butir pil pada refan,refan mengambil pil itu lalu menelanya sambil di selingi meminum air mineral.


Setelah itu refan kembali berbaring sementara refa duduk di kursi sembari mengupas buah apel,refa terus saja mengocehkan hal papun selama diruang rawat refan sementara sang es lilin hanya diam seribu bahasa dan malah memejamkan matanya dan hanya beberapa menit saja ia langsung terlelap,refa menatap sang es lilin ia mendengar dengkuran halus refan.


“tidur aja tetep ganteng...”ucap refa pelan


“aku bakal terus berusaha buat dapetin cinta kamu fan,dan kamu jangan pernah sampai ngelakuin hal yang bikin aku nyerah ya pleas...”ucap refa lembut dengan tatapan yangpenuh dengan cinta.

__ADS_1


{duileh semangat rere buat dapetin refan dan artour juga bakal lebih semangat buat nulis kisah kalian dan para pembaca semangat terus buat dukung artour dengan cara like,vote,dan komen ya. we can do it,see you }


__ADS_2