
Rere berjalan menuju rumahnya,hari nampak mendung menyesuakan dengan suasana hati rere saat ini tiba-tiba hujan turun dengan derasnya,rere berlari rumahnya sudah dekat tapi karena hujan yang deras rere jadi basah kuyup..
“yaampun rere cepen masuk,mandi nanti kamu sakit...”ujar rosma memberikan handuk,rere segera kekamar madi dan mandi.
“haciiiiiimm!!”rere nampak bersin berkali-kali.
“tuhkan sakit,kamu demam tinggi sayang lihat sampe 39.20 derajat..kita kerumah sakit ya..”ujar rosma menunjukan termometer.
“nggak mau ma,rere minum obat aja nanti juga sembuh..”tolak rere..
“tapi..”ucapan rosma yang dipotong
“nggak mau ma...”tegas rere,rosma tak bisa membujuk rere karena memang anak ini keras kepala dan paling anti kerumah sakit saat sakit.
“yaudah kamu makan dulu baru nanti minum obat ya..”ujar rosma lembut,rere menganggukan kepalanya patuh.
......................😊.............................😊...................
Siang itu nampak refan tengah duduk di taman seperti sedang menunggu-nunggu seseorang ia menoleh kekanan kekiri melihat orang yang ditunggunya.
“kemana dia,biasanya selalu mencari aku dan mengikuti aku kemana-mana..”ujarnya,ternyata yang dimaksudnya adalah refa.
Sudah setengah jam ia menunggu di kursi taman biasa ia dan refa duduki,tapi yang ditunggu tak kunjung datang.
Lagian apa yang aku lakuin sih,kenapa nungguin dia ah sudah lah pulang aja..pikirnya dalam hati.
Singkatnya refan sudah sampai dirumah ia melihat sindi sudah rapih dengan membawa keranjang buah.
“mau kemana kak..?”tanya refan.
“mau kerumah refa,dia sakit kakak mau jenguk..”jelas sindi sambil menata keranjang buahnya.
“t-tunggu aku i-ikut.”ucap refan langsung kekamarnya untuk bersiap,sindi hanya tersenyum samar ia menunggu refan selesai bersiap.
Mereka berdua pun pergi kerumah rere.
Tok..tok..tok..
“assalamualaikum...”sindi mengetuk pintu
“waalaikum salam...”jawab rosma kemudian membuka pintu.
“eh ada nak sindi sama refan ayo masuk..”ucap rosma ramah.
Merekapun masuk
__ADS_1
“refa giman kaadannya tante..?”tanya sindi
“ya gitu masih demam belum turun-turun padahal udah tante kasih obat.”jelas rosma tanpa kekawatiran di wajahnya yang sudah mulai menua.
“boleh kita liat tante..”timpal refan
“boleh,ikut tante..”kemudian rosma mengantarkan mereka kekamar refa.
Sesampainnya disana nampak lah rere yang tertidur wajahnya pucat pasih seperti tak memiliki darah setetes pun,bibirnya kering dan pecah-pecah.
“tante tinggal dulu ya,soalnya tante lagi bikin kue..”ucap rosma.
“wah kue,aku boleh bantu nggak tante sekalian mau belajar buat kue sama tante juga sih boleh ya..”mohon sindi
“boleh dong ayo kalo gitu..”sindi dan rosma pun pergi kedapur,tinggalah refan dengan rere berdua.
Tampak refan duduk di kursi duduk disamping kasur rere,ia memperhati kan wajah pucat rere menyetuh kening rere lembut.
“panas..”gumamnya pelan..
“air...”gumam rere serak...
Dengan perlahan refan memberikan air yang ada dimeja pada rere,rerpun meminumnya perlahan rere membuka matanyadan betapa terkejutnya ia melihat refan lah yang memberinya minum ia kira itu adalah rosma.
“refan.....?!”kejutnya
Merekapun saling diam seribu bahasa,rere mencoba mengambil minum lagi karena ia merasa haus dicampur binggu kenapa refan bisa dirumahnya terutama bisa ada dikamarnya
“sini biar aku aja yang ambil...”ujar refan memberikan minum di atas meja.
“kamu harus istirahat,biar cepet sembuh...”ucap refan perhatian,rere memandang refan hatinya menghangat melihat perhatian kecil refan,entah mengapa meski ia dikecewakan kemarin tapi tak bisa marah pada refan justru ia rindu pada sosok judes,galak refan,rere tersenyum menanggapi ucapan refan.
“ngapain kamu senyum-senyum kalo kamu s-sakit kan nyusahin mama kamu,tugas kampus kamu juga j-jadi bertumpuk...”gugup refan
“hem..iya-iya pak dosen siap...”ucap rere lemas tapi tetap tersenyum.
Clarisa angelina
7 januari 1997
Belanja,jalan-jalan
Ambisius,licik,sombong,percaya diri tinggi.
__ADS_1
Kembali kecerita.....sudah dua hari rere sakit dan sekarang sudah sekat kembali,dan pagi-pagi sekali rere sudah siap kekampus.Sesampainya dikampus rere berjalan menuju kelasnya diperjalanan ia bertemu dengan refan iapun berinisiatif menghampirinya.
“hai refan...”sapa rere disamping refan.
“hmmm...”tak seperti biasanya refan sekarang sudah mulai merespon keberadaan refan sudah tidak cuek lagi ya meskipun masih irit ngomongnya.
Mereka berjalan bersama ditengah perjalanan langkah mereka terhalang oleh seseorang.
Ini kan perempuan kemarin yang meluk refan..!?”kejut rere dalam hati.
“hai refan...”sapa clarisa,namun refan tak menggubrisnya hendak melanjutkan langkahnya clarisa kembali menghalangi.
“tunggu fan..”cegahnya,rere langsung berdiri ditengah-tengah mereka.clarisa pun melotot sinis pada rere.
“siapa perempuan sialan ini fan..?!”sinis clarisa tajam menatap rere..
“kenalin perempuan sialan ini adalah pacarnya refan...!”jawab rere dengan tak kalah sinisnya,ia menatap nyala pada clari sembari mengulurkan tanngannya dengan senyum mengintimidasi.
Refan hanya tersenyum lucu melihat tingkah rere,kemudian menarik tangan rere dan mengandengnya erat,
“ya dia pacar aku,yak kan sayang....!”ucap refan gamblang menatap rere dalam.
“refan...!!”bentak clarisa tak terima,refan pun melirik pada clarisa tatapan dingin terasa dari tatapannya.
“ayo sayang kita pergi,dan kamu jangan gangngu saya dengan pacar saya kalo kamu berani macam-macam kamu akan terima akibatnya.
Refan langsung menarik rere darisana,rere hanya pasrah dan mengikuti langkah refan.
“REFAN!!!!”teriak clarisa,ia begitu marah,tatapnya memancarkan kebengisan.
Kalian..awas aja kamu perempuan sialan aku bakal rebut refan dari kamu akan ku buat kamu nangis darah..!!sumpahnya dalam hati dengan tatapan berapi-api dan tersenyum smirk..
.........................😊....................😊......................
Setelah kelas selesai rere berencana menghampiri refan yang masih ada kelas,ia pun menunggu refan didepan kelas.rere menganggumi refan yang nampak serus mengikuti pembelajaran tampak cool dan tampan sungguh menawan...
Setelah menunggu akhirnya selesai lah kelas refan.
“hai pacar...”kejut rere sambil tersenyum tengil.
“ apa-apaan k-kamu jangan ge-er ya tadi aku cuman mau menhindari clarisa aja makannya ngakuin kamu sebagai p-pacar..”gugup refan mengalihkan pandangannya.
“iya-iya deh,biarku bantu deh buat gehindari kamu dari dia..yuk SAYANG!!”senyum jahil terlihat di wajah rere,blussss wajah refan memerah
“u-udah ayo p-pulang..”refan berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah dan berjalan didepan rere,mereka pun pulang bersama.
__ADS_1
“yeee malah dia duluan,tunggu aku SAYANG..”jahil rere membuat refan bertambah merah pipinya dan memilih melajukan langkahnya.
{lanjot besok....bimboy}