Kisah Cinta Refa

Kisah Cinta Refa
#part 6


__ADS_3

Siang itu refa yg sudah berada dikafe tengah membersihkan meja yg berantakan,ia membawa gelas atau piring kotor yg ada di meja pelanggan menuju tempat cuci piring kemudian ia menyapu lantai yg berdebu setelah beberapa menit berkutat membersihkan akhirnya kafe nampak rapih dan bersih.


Refa kembali ke dapur untuk membersihkan dapur,saat hendak ke dapur refa menatap denis yg tengah serius meracik kopi dan munculah ide jahil dipikiran refa ia pun berjalan mengendap-ngendap di belakang denis yg tak menyadari kehadirannya.


“DOR......!!!”teriak refa tepat dikuping denis,denis yg tengah fokus membuat kopi menjadi kaget akibat teriakan yg memekakkan telinga itu.


“rere apaan sih!,bikin kaget aja untung aja kakak nggak punya riwayat jantung kalo nggak udah jadi arwah deh ini...”marah denis dengan mencebikkan bibirnya yg tipis itu.


“iya-iya maaf deh,abisnya jiwa-jiwa jail rere tak terkendali sebelum bisa bikin kak nis kesel sih hehe...”ucap refa sembari membentuk jarinya menjadi huruf v dengan menampakan deretan gigi-giginya.


Denis haya mengelus dada menanggapi adik kecil tak sedarahnya ini,refa memang doyan menjahilinya sejak dulu tapi itulah yg menjadikan hubungan mereka lebih dekat layaknya abang dan adek kadung yg saling menyayangi satu sama lain.


“kak nis lagi ngeracik kopi farian baru ya,kopi apa kak..?”tanya refa yg masih setia menyunggingkan senyum dibibir pinknya itu.


“nih coba cicipin deh re..”ujar denis menyodorkan kopi berwarna coklat muda dengan krim di atasnya.


Refa dengan senang hati menyeruput kopi itu,sekilas senyumnya muncul saat merasai kopi itu yg sangat enak dilidahnya.


“gimana re..?”tanya denis penasaran saat melihat senyum singkat refa tadi.


“enak kok kak....enak banget malah..”jawab refa dengan mengatungkan ibu jari di tangan kanannya itu.


“ohya nama kopinya apa kak..?”tanya refa sembari masih menikmati kopi racikan denis.


“hmmm..apa ya menurut kamu cocoknya di kasih nama kopi apa..?”tanya denis balik karena bingung mau memberi nama apa pada kopi racikannya itu.


Refa kembali meletakan kopi itu di meja,seketika otak cerdas refa menampakkan lampu yg menyala ia mendapatkan sebuah ide,refa segera mengambil krim yg tersisa didalam gelas kusus membuat kopi kemudian mulai menuangkannya di gelas kopi yg di minumnya sembari menggambar sepasang hati.

__ADS_1


Denis yg heran melihat refa menggambar sepasang hati dikopi itu langsung ingin bertanya pada refa tapi baru bubirnya akan terbuka refa menyelanya duluan.


“gini kak rasa kopi yg kak nis buat tuh rasnya manis dan dan agak sedikit ada paitnya cuman itu juga yg nabah kesan enak buat kopi kakak,tapi...”refa menjeda ucapannya dan kembali menyeruput kopi itu sedikit,hal itu membuat denis kesal karena ucapannya menggantung.


“tapi apaan re...?”tanya denis yg tak sabran mendengar kelanjutan ide refa.


“sabar napa kak lagi nikmatin kopinya juga,tapi krime diatasnya yg putih itu hampa tanpa ada yg mengisi jadi karena kosong aku kasih gambar sepasang hati biar terisi dan itukan sesuai sama rasa kopi kakak yg kayak rasa percintaan manis-manis pait gitu,jadi gimana kalok kita kasih nama kopi cinta...”jelas refa dengan senyum yg mengembang diwajahnya yg putih mulus itu.


“ooh...gitu hmm boleh deh bagus juga ide kamu...”ucap denis puas dengan ide yg dilontarkan otak cerdas arthour ups refa maksutnya...hehe.. (


“iya dong siapa dulu refa gituloh...”ujar refa menyombongkan diri.


{ye...artor yg mikir dia yg sombong huh... (}


“awas hidungnya terbang...”kata denis menyindir refa yg membanggakan diri.


“musrik... sirik kali re..”kata denis membenarkan ucapan refa.


“tuh kan kak nis ngaku sirik sama aku..”ucap refa tertawa dengan denis yg masuk pada kata-kata menjebaknya,denis yg menyadari ia masuk jebakan refa hanya menepok jidatnya sendiri.


Singkatnya sore pun tiba langit mulai berubah warna menjadi jingga,refa yg tak membawa motor pun akhirnya pulang dengan denis menggunakan mobil denis, saat sudah di dalam mobil denis yg sudah mulai melajukan mobilnya membuka suara.


“sebelum pulang kita jalan-jalan dulu yuk re..?”ujar denis sembari fokus menyetir.


“yey asik jalan-jalan ayok kalok gitu let’s go...!”pekik refa yg senang dan bersemangat karena diajak jalan-jalan.


Denis tersenyum tipis melihat tingkah adik kecilnya ia mengulurkan satu tanganya ke kepala refa mengelusnya lembut sembari tangan satunya yg masih sibuk memegang setir mobil.

__ADS_1


Mobil denis melaju dijalanan yg senggang ia memutuskan mengajak refa makan di restoran sifut faforit mereka,setelah menempuh waktu beberapa menit mereka sampai di restoran sifut refa dengan eksaitit lamgsung berlari kecil keluar dari mobil menuju restoran sifut kesukaannya,sedangkan denis hanya mengekor dibelakang refa.


Mereka duduk di meja pojok dekat jendela,tak butuh waktu lama seorang pelayan menghampiri mereka denis langsung memesan maknan kesukaannya dengan refa yaitu kerang dengan cumi-cumi saus,serta memesan jus jeruk.


Sembari menunggu mereka mengobrol santai dan sedikit tertawa kecil karena membahas masa lalu mereka,beberapa menit kemudian makanan mereka sudah siap dan tersaji rapih diatas mereka tanpa ba bi bu lagi mereka menyantap makanan itu dengan lahap.


Saat makanan mereka sudah tandas denis membayar makanan mereka dan segera mengajak refa pulang karena hari sudah mulai gelap.


.................(...................


Kesokan harinya refa yg tengah olah raga pagi di hari minggu yg cerah tengah duduk di kursi taman sembari menenggak air putih di botol pelastik,ia mengelap peluhnya di kening putihnya sembari mengatur napas sehabis berlari tadi.


Saat tengah asik melihat pemandangan taman yg ramai akan orang-orang yg berolahraga matanya terpanah saat melihat peria dengan tubuh jangkung yg mengenakan setelan kaus tak berlengan dan celana pendek selutut,peria dengan otot lengan yg tampak kekar serta peluh yg menetes dari keningnya berlari slowmo di mata refa rambutnya yg basah meneteskan air, serta wajahnya yg berkeringat namun terkesan seksi dan tampan membuat pandangan refa tak mau teralihkan.


Jantungnya berdegup tak karuan kala peria itu berlari pelan melewatinya,siapa lagi sosok tampan itu kalo bukan si arwah penasran refan,refa menelan selifah kasar saat menyaksikan refan yg lewat didepannya yg secara tak langsung menampakkan otot-otot tubuhnya yg hah..aduhai itu.


ganteng banget sih keliatan maco banget...ucap refa dalam hati,entah dapat bisikan dari mana tubuh refa seakan terkena magnet untuk berlari mengikuti refan,tanpa sadar refa sudah berlari dibelakang refan yg tak menyadarinya karena tengah memakai earphon di telinganya.


Refan hendak berhenti untuk meregangkan otot-otot tubuhnya saat berhenti tubuhnya ditubruk dari belakang yg membuatnya reflek melihat kebelakang dan dengan sepontan menangkap tubuh refa yg hampir jatuh,saat itu lengan kekar refan memegang pinggang ramping refa dengan tangan refa yg memegang pundak refan yg seketika membuat mata mereka saling bertemu.


Mata itu mata yg tajam membuat refa terlena kedalamnya yg membuatnya tak menyadari dimana tempatnya sekarang,jantungnya mendesir hangat menikmati waktu yg seakan berhenti menikmati ciptaan tuhan yg begitu mempesona ini,namun seketika lamunannya buyar karena mendengar deheman refan.


Iapun segera berdiri dengan tegap merasa malu dengan sikapnya yg malah melamun menikmati momen tadi,pipinya merona merah.


“lain kali jalan pakai mata...”ucap refan tegas kemudian berlalu meninggalkan refa yg terdiam.


Malu-maluin banget sih,nih jantung juga napa pake deg-degan gak jelas,tapi aku suka rasanya nyaman seperti rasa yg dulu pernah aku rasain ke dia...tapi ini dengan orang yg berbeda apa mungkin aku udah jatuh cinta??? Sama refan...? pikir refa yg melayang terbang dengan tangan yg memegangi dadanya sembari senyum manis menghias wajah ayunya.

__ADS_1


{wah makin seru nih apa bener refa udah jatuh cinta sama refan??? Terus ikutinya kisahnya dan selalu nggak bosen-bosen artour ingetin buat selalu dukung artour dengan cara like, vote,and komen ya love you (}


__ADS_2