
Pagi ini bak seperti mendapat kehidupan baru refa bangun dengan semangat dan hati yang berbunga-bunga.
{ceilah yang lagi jatuh cinta bawaannya berbunga-bunga mulu hatinya awas entar di hinggapin tawon... (}
Refa tak seperti biasanya sesemangat ini untuk pergi kuliah,ia berdandan dengan cantik dan anggun demi menarik perhatian si pejantan alias refan sang pujaan hati.
Refa berjalan ke dapur saat sudah menyelesaikan ritual dandannya,ia menghampiri sang mama dengan senyum mengihasi wajahnya.
“loh rere ini beneran kamu tumben kamu dandan cantik kayak gini terus pake parfumnya wangi banget lagi.?”heran rosma melihat penampilan putri semata wayangnya ini.
“iya dong ma ini beneran rere,yaa pengen tampil beda aja gitu siapa tau ada yang nyangkut heheh..”ujar rere cengegesan.
“wah anak mama udah gede aja,cantik pula nantik kalo udah ada yang nyankut jangan lupa kenalin ke mama ya...”ucap rosma sembari menaut-nautkan alisnya.
“siap ma.. anak siapa dulu anak rosma gitu loh...”ucap refa membanggakan diri yang lansung di sambut gelak tawa keduanya.
“terus itu tangan kamu beneran udah gak papa..”tanya rosma khawatir sembari memperhatikan perban di luka lengan anaknya itu.
“nggak papa kok ma..”ujar refa menenangkan sang ibu.
.........................(....................................(......................
Singkatnya siang itu di kantin refa yg tengah kebingungan mencari tempat duduk tak sengaja menemukan sosok refan yang tengah duduk sendirian di salah satu meja kantin ia segera mengambil kesempatan ini untuk mendekati sang pangeran berkuda putihnya itu.
Tanpa kulo nuwun[permisi] refa langsung duduk di hadapan refan yang tengah membaca sebuah buku,refan yg menyadari kalo ada seseorang yang duduk di depannya langsung melihat siapa sosok yg berani duduk di depannya itu.
“hai fan boleh aku duduk di sini?”tanya refa bosa basi dan langsung jadi basi.
“kalo kamu udah duduk ngapain mintak ijin lagi..”jawab refan datar sembari terus membaca bukunya.
Refa hanya bisa membalas dengan tertawa renyah atas jawaban datar refan,tapi ia tak kehabisan akal untuk merebut perhatian refan.
“ohya makasih ya buat kemaren kamu udah nolongin aku..”ujar refa dengan tersenyum pada refan yang sama sekali tak menghiraukan keberadaannya.
__ADS_1
“hmm...”jawab refan sesingkat-singkatnya.
“gimana kalok sebagai tanda terimakasih aku teraktir kamu makan?”ucap refa dengan ceria.
“nggak perlu...”jawab refan dingin dan langsung meninggalkan refa.
Dih nih orang dingin banget yak kayak freezer berjalan untung cinta kalok nggak udah aku getok pake palu hemz....kesal refa yang hanya bisa di ungkapkan dalam hati.
Jam kelas sudah berakhir refa sekarang sudah berada di kafe R&D love ia masuk dan sudah di sambut oleh denis namu seketika senyum denis memudar kala melihat tangan refa yg terlilit kain putih alias perban.
“tangan kamu kenapa re...?”tanya denis dengan mimik wajah khawatir miliknya,ia langsung menyambar tangan refa yg terluka.
“enggak papa kok kak nis...”ujar refa santai.
“nggak papa gimana tangan kamu sampe diperban gini masih bilang nggak papa...!”ucap denis sedikit kesal kemudian membawa refa untuk duduk di salah satu meja pelanggan yang kosong.
“Sekarang jelasin kenapa tangan kamu bisa sampe kayak gini...?”tanya denis lagi dengan nada yg lembut tapi masaih khawatir,ya denis memang suka khawatir berlebihan tentang refa si adik kecilnya ini jangankan tergores, luka lebam biasa saja dia pasti sudah sangat khawatir.
Flecbeac....
Di perjalanan refa memutuskan mampir sebentar di toko buku untuk membeli buku yg di butuhkanya untuk skripsi,refa yg telah selesai membeli buku bergegas untuk pulang saat tengah menghampiri motornya refa dibuat kaget dengan teriakan ibu-ibu yg sangat keras.
“tolong....copet...ada copet!!”teriak ibu itu dengan kaadan sudah teduduk di tanah karena habis didorong copet.
Refa langsung pandangannya terarah ke arah pria yg berlari sembari memegang tas merah,secepat kilat refa berlari mengejar peria tersebut,tanpa sadar refa mengejar peria tersebut sampai ke sebuah gang sepi,saat peria itu sudah tak punya jalan ia hendak berlari ke belakang tapi sudah ada refa yg menghadangnya.
“heh balikin tas ibu itu..!!”ucap refa tegas sembari mengatur nafasnya yg ngos-ngosan karena lelah berlari tadi.
“hah siapa lo nggak usah ikut campur urusan gue,dasar bocah ingusan..”ujar si pencopet bermuka sangar itu.
“enak aja orang aku nggak ingusan gini malah di bilang bocah ingusan,om aku tuh udah 20 thn bukan bocah lagi tau...”jawab refa yg terus memojokan langkah pencopet itu.
“alah BA*OT...!!”ucap pencopet itu dan langsung maju hendak menghajar refa,namun dengan tangkas refa mengelak pukulan sang copet dan ia pun langsung membalas pukulan pencopet dengan keras mengenai wajah sang pencopet,tak langsung tumbang refa menendang sang pencopet yg kesakitan memegang wajahnya,refa menendang bagian tulang kering di kaki sang pencopet yg membuat sang pencopet jatuh tersungkur.
__ADS_1
Setelah merasa aman refa meraih tas merah milik ibu tadi dan bergegas pergi dari sana,namun saat refa sudah berbalik dan hendak berjalan tanpa di sadari sang pencopet telah bangkit sembari memegang sebuah pisau kecil dan berjalan kearahnya.
Refa yg melihat bayangan pencopet mendekat ke arahnya berbalik arah, ia yg terkejut melihat ada pisau di tangan si pencopet tak sempat mengelak dan alhasil tangannya yg mencoba menangkis terkena sabetan pisau hingga membuat goresan di lengannya,darah mengucur dari lenganya refa yg sudah terjatuh ke tanah.
“heh rasain tuh cewek ingusan gue abisin lo...!!”ujar pencopet mendekati refa yg terduduk di tanah sembari tertawa jahat,refa yg tak bisa berbuat apa-apa memilih menutup rapat matanya.
ya allah sampai sini kah hidup ku,hamba belum siap mati hamba belum nikah ya allah...gumamnya dalam hati.
{ye refa malah mikir nikah,mikir dosa oi kalo mau meningsoy.. (}
Dan selanjutnya hanya terdengar teriakan yg keras,refa membuka matanya dan kaget saat menemukan si pencopet yg sudah terkapat di tanah ditambah ada sosok refan di depannya,refan kemudian menghajar pencopet itu habis-habisa setelahnya datang ibu-ibu tadi dengan beberapa warga,si pencopet akhirnya dibawa warga untuk di serahkan ke polisi.
Fleecbeac and
“gitu ceritanya kak,gimana hebat nggak aku bisa ngelumpuhin tu pencopet.?”taya refa dengan waja yang aga songong.
“hebat apanya..!”ucap denis sembari menghadiahkan sentilan ke kening refa,ia masih merasa refa kekanak-kanakan dan suka membuat bahaya untuk dirinya sendiri dan itu membuatnya nggak tenang.
“aduh...sakit tau kak nis...!”keluh refa akibat sentilan denis.
“sakitan mana sama luka kamu yang di perban ini,rere bisa nggak kamu lain kali jangan ngundang bahaya buat diri kamu sendiri itu buat kakak nggak tenang tau ,kalok misalnya kemaren pencopet itu berhasil ngelukain kamu lebih parah dari ini gimana hah...”omel denis panjang lebar.
“iya deh nggak rere ulangin lagi maafin rere ya kak udah buat kakak kawatir..”ujar refa dengan muka yang di buat seimut mungkin agar denis tak ngomel lagi.
“hmmm,janji jangan ulangin lagi ya...”ucap denis sembari mengatungkan jari kelingkingnya pada refa refa pun langsung menyatukan kelingkingnya dengan milik denis.
“janji....”jawab refa dengan tersenyum manis.
Sore harinya denis mengantar pulang refa karena masih khawatir dengan refa,padahal refa sudah menolak dan mengatakan dirinya baik-baik saja tapi denis tetep kekeh untuk mengantar refa pulang dengan selamat.
Sesampainya di rumah refa,denis langsung menyuruh refa untuk masuk tapi karena rosma menyuruh denis mamapir akhirnya denis pun masuk juga ke dalam rumah refa.dan tanpa di sadari oleh siapapun {kecuali artour dan pembaca} ada sepasang mata yg mengawasi rumah refa dari sebuah bangunan megah didepan rumah refa setelah melihat refa masuk ke rumahnya mata itu langsung menghilang tertutup oleh tirai.
{siapa yang ngintip ya semoga bukan arwah ups....hehe yg penasaran lanjut terus bacanya ya dan tak bosan artour ingatkan buat like,vote,dan komen terus ya pleas...see you... (}
__ADS_1