Kisah Cinta Refa

Kisah Cinta Refa
#part 12


__ADS_3

Siang itu diruang rawat refan rere tengah membantu membereskan baju-baju refan,yak hari ini refan sudah di perbolehkan pulang setelah tiga hari dirawat baru tadi ia dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang oleh dokter.


“dah semua yuk pulang..!”ujar refa pada refan,refan masih saja cuek bebek dan suka mendiam refa dan hal itu sukses membuat refa kehabisan kesabaran tapi untuk refa dapat stok kesabaran tambahan dari artour jadi dia tetep sabar mengasuh bocah kolot satu ini.


Refan berjalan didepan refa sembari menenteng tas berisi baju-bajunya,sedangkan rere berjalan dibelakang sambil mengerutu atas sikap refan yang tak berubah dan tetap dingin padanya.


Sebuah taksi yang dipesan refan sudah menunggu didepan rumah sakit refan segera naik dan menyuruh supir untuk jalan tanpa menunggu refa masuk kedalam taksi,rere yang meras taksinya meninggalkannya melongo dan berteriak-teriak memanggil taksi itu agar berhenti tapi nihil taksi takberhenti malah ia terkena semburan asap dari pengendara motor yanglewat di belakang disampingnya.


“ukhuk...uhuk...woy dasar cowok sialan...”teriak refa kesal karena ditinggal oleh refan dan pesnya ia juga terkena semburan asap hintam yang mengepul dari kenalpot motor tadi,dan kesialan refa tak berhenti sampai situ ia tidak bawak motor dan makin imbah dengan ia lupa memebawa dompet akhirnya refa pulang dengan jalan kaki mana jarak antara rumah sakit dan rumahnya sangat jauh lagi huh sialnya nasibmu refa...


...............................................................................................


Sesampainya refa dirumahnya ia langsung mengambil air minum dan meneguknya sampai tandas ia duduk di kursi ruang makan dengan ngos-ngosan ia mengibas-ngibaskan tanganya merasai hawa panas ditubuhnya keringat bercucuran bahkan kaadanya sekarang seperti orang yang habis nyangkul lahan sehektar.

__ADS_1


“loh rere kok kamu bisa sampe kayak ginikamu habis ngapain.?”tanya rosma yang baru datang dan menghapiri refa.


“itu ma..rere lupa bawak uang jadi pulangnya jalan deh...”jawab refa masih nampak kelelahan.


“hah rere-rere yaudah kamu istirahat madi gih badan kamu bau esem ..”ucap rosma mengeleng-gelengkan kepal dengan sikap ceroboh putrinya itu.


“iya ma..”timpal refa dan langsug beranjak kekamarnya.


..........................................................................................


“hai kucing manis kok kamu bisa diatas sana?,kamu nggak bisa turunya bentar ya aku bantu.”ucap refa iapun langsung mencari cara agar bisa menyelamatkan kucing itu rere mencoba menaiki pohon mangga itu saat dia sudah berada diatas refa menangkap kucin itu dengan hati-hati.


“lucunnya kita turun ya.”ucapnya lagi,refa yang hendak turun malah digigit semut angkarang dipohon itu sehingga ia kehilangan pijakannya dan terjatuh,tapi beruntungnya sebelum wajahnya mencium tanah dia tangkap oleh refan yang secara kebetulan lewat disana merekapun terjerembab ketanah bersama-sama dengan posisi refa diatas tubuh refan untuk beberapa saat mereka saling pandang waktu seakan berhenti dan itu membuat refaberdebar-debar saat dia menyadari posisinya yang berada diatas refan ia ingin bergerak tapi seakan tubuhnya sudah dilem dantak dapat bergerak.

__ADS_1


Dan akhirnya sesi tatap-tatapan mereka berhenti saat mendengar suara kucing tadi,refa segera berdiri dengan detak jantung yang masih tak karuan,refan mendekati kucing berbulu abu-abu itu ia mengelusnya penuh kasih sayang tanpak peria itumenyukai kucin itu.


“kucingnya lucu kayaknya dia nggak ada yang ngurus deh.”ucap refa yang memperhatikan kucing yang memang agak kurus itu ia berjongkok dan ikut mengelus kucing lucu itu


“cimoy...mulai sekarang nama kamu comoy..”ucap refa dengan suara mengemaskanya si kucing nampak mengeong seakan ia suka dengan nama barunya itu.


“fan kamu mau nggak ngerawat comoy kasian dia aku sebenernya pengen melihara dia tapi mama aku alergi kucing kamu mau ya pleas..”ujar refa dengan muka memohon.


Refan yang memang menyukai kucing langsung menganggukkan kepalanya dan ia menggendong kucing itu berlalu pergi,rere berjalan disamping refan ia memperhatikan wajah refan yang berubah hangat ia mengelus lembut kepala kucing itu.


Rere tersenyum lembut melihat tingkah refan yang besifat hangat pada sesuatu yang di sayanginya dibalik sikap dingin dan ketusnya ia berhati lembut pada orang-orang yang disayanginya.


Rere dan refan berjalan bersama di sore yang menampakkan warna langit jingga dengan angin yang berhembus pelan berjalan melewati taman yang penuh bunga dengan berbagai warna dan melewati perumahan yang terjejer rapih mereka berpisah di tengah jalan dan memasuki rumahnya masing-masing,sore yang indah ini telah terlewati tapi masih ada hari-hari berikutnya yang akan menuliskan kisah yang lebih idah lagi tentang perjuangan refa mendapatkan cinta sang pujaan hati refan sampai ketemu besok.

__ADS_1


{jangan lupa ya buat like,vote,dan komen terus dah see you...}


__ADS_2