Kisah Cinta Refa

Kisah Cinta Refa
#part 14


__ADS_3

Refa masuk kedalalam rumahnya dengan gontai masih terngiangiang ucapan pedas refan tadi dikepalanya ia menjatuhkan tubuhnya kekasur menarik satu bantal kemudian menutup wajahnya dengan bantal itu ia mulai terisak ia berteriak dibalik bantal mengeluarkan segala emosi yang ia pendam sedari tadi.


“dasar refan bodoh,jelek,tengik,gak tau diri hiks..hiks..hiks..”teriaknya yang tertahan oleh bantal agar tak terdengar oleh sang mama.


Refa melepas bantal itu kemudian berdiri dan menghampiri meja belajarnya ia duduk dan meraih sebuah bingkai foto yg terdapat foto sosok laki-laki muda dengan seorang anak perempuan di gendongannya.


“papah kenapa cinta rere susah banget digapai,kenapa rasanya menyakitkan banget,sakit pah rasanya sesak banget laki-laki yang rere suka malah menginjak-injak cinta rere kalo aja papah ada disini pasti papah bakal ngehajar tu cowok,rere kangen sama papah hiks..hiks..hiks..”keluhnya pada bingkai foto yang dipeluknya erat buliran-buliran keristal bening terus berjatuhan dari matanya.


Sakit rasanya sangat sakit rere terus menagis rasa penolakan yang diterimanya seakan mengena keuluh hati ia terus berharap sang papa akan datang dan memeluknya dan menyemagatinya tapi harap tinggal harapan karena papahnya sudah tak bisa memeluknya seperti waktu kecil karena sudah duduk di pangkuan ilahi.


Rere terus menangis sampai tertidur di kursi belajarnya dengan kepala yang bersandar dimeja masih terdengar sesengukan halus refa sampai pada akhirnya ia mengarungi alam mimpi dengan damai.


...............................................................................


Kesokan harinya refa terbangun di meja belajarnya ia mengusap lehernya yg pegal karna tidur diposisi yang tak nyaman.


Rere kemudian berjalan dengan gontai kearah kamar mandi ia mandi dengan malasnya lalu mengenkan pakaian rere bercermin sejenak ia memperhatikan matanya yang bengkak akibat menangis semalam,rere menarik napas kasar teringat kejadian kemarin ia menatap foto ia bersama sang papah kemudian timbul senyum lebar seketika timbul semanagat dalam dirinya.


“aku harus semangat aku pasti bisa buat ngelumpuhkan refan dia akan bertekuk lutut sama aku nanti liat aja jangan pernah remehin refa yolanda putri dari rangga,makasih papah udah jadi energi penyemangat aku I love you..”ucap rere dengan semangat ia mencium foto papahnya kemudian ke luar.


“pagi mamaku cantik...!”sapa refa semangat dan duduk di meja makan


“pagi sayang,eh loh mata kamu kenapa bengkak gitu re?”kaget rosma melihat mata putrinya yang bengkak.


“eh oh itu ma rere itu biasa di gigit tawon hehehe...”jawab rere berbohong.


“ah masa...tap...”ucapan rosma yg di potong oleh rere


“eh itu ma aku dah telat aku berangkat duluan ya assalamuaalaikum...”potongnya dan tanpa menunggu balasan dari rosma rere langsung pergi dengan tergesa-gesa.


“waalaikumsalam tuh anak kenapa ya aneh banget tingkahnya?”gumama rosma melihat rere sudah pergi.


.............................................................................................

__ADS_1


Di kampus tepatnya di kantin rere tengah duduk bersama sahabatnya novi ia tengah diintrogasi oleh novi mengenai masalah matanya yg bengkak tapi rere nggan menceritakan yg sebenarnya,bisa gawat bila ia memberitahu sahabatnya yg barbar itu bisa-bisa refan bakal babak belur di hajar novi yang terkenal sadis dan pintar bela diri terpaksa ia membohongi novi.


“ih beneran loh ini tuh gara-gara digigit semut doang nov masa kamu nggak percaya si sama aku..”jelas rere dengan berpura-pura merajuk karena tak dipercaya oleh novi.


“okey aku percaya tapi awas kalo ada yang kamu sembunyiin dari aku...”ancam novi dengan tangan yang seperti mengorok lehernya,rere hanya bisa menelan ludah dengan susuah dan kemudian tersenyum keki didepan novi.


“iya bener kok aku nggak nyemunyikan apa-apa dari sahabat aku yg cantik ini.”ujarnya dengan menyengir kuda


...............................................................................


Di kafe R&D love refa tengah duduk memikirkan bagaimana caranya untuk mendapatkan cinta si belut licin,saat tengah asik-asiknya mikir denis muncul mengagetkannya.


“woi sadar wahai putri melamun...!”pekik denis


“iih apaan sih kak nis....”cemberut refa


“kamu ini akhir-akhir ini ngelamun mulu,kaya orang banyak utang aja...ada masalah apa sih cerita dong sama kakak ganteng ini...”ucap denis mengelus kepala refa sayang.


“hah.. belut?”denis terheran-heran dengan cerita refa


“maksudnya apaan sih re...”tanyanya lagi.


“entar aja ceritanya kak,aku mau ngejer belut licinnya dulu,aku pergi dulu kak sampe ketemu besok by..”buru-buru refa mengejar refan sebelum hilang jejak..


“eh,ha- re...”ucapa denis yang tak digubris oleh refa yg sudah lari entah kemana..


“ini bocah dari hari kehari makin aneh yg kemaren ngomongin arwah penasaran lah apalah sekarang belut ada-ada aja deh...”heran denis dengan tingkah refa beberapa hari ini.


Sementara itu refa dapat melihat refan yg berjalan santai menuju halte bus,rere segera berlari kecil ke samping refan.


“ngapain kamu..! kamu ngikutin aku!”pekik refan dengan ketus dan tatapan yg menghunus.


“ng-nggak kok dih pede orang aku mau ke halte bus mau pulang kok yeee..”

__ADS_1


Refan dengan acuh lebih memilih melanjutkan langkahnya menuju halte.


Setelah menuggu beberapa menit bus akhirnya tiba dan mereka naik bus dan karna hanya tersedia dua bangku bersebelahan refan dengan terpaksa duduk bersama gadis menyebalkan dimatanya yaitu refa.


Sesampainya di perhentian mereka berjalan lagi bersama-sama dengan refan didepan dan refa di belakang.


“fan...”ucapan rere yg terpotong.


“bisa diam nggak berisik...!”tegas dan langkahnya terhenti


“kenapasi belum juga ngomong kamu juga ngapai berhenti..”sewot refa kesal sambil mendekat kesamping refan.


“stop...!! jangan kesini”ucap refan tegas.


“kenapa eman..?!!”ucap refa yg kemudian terkejut dengan dua sosok anjing yg berdiri tegak, degan wajah garang air liur yg menetes anjing-anjing itu mengerang galak dan mengonggong dan bersiap menyerang mereka..


“duh gimana nih fan aku t-takut...”gemetaran refa dibutnya.


Refan tampang menghela nafas dan tanpa aba-aba memegang tangan refa.


“LARI...!!”ujar refan lantang dan mereka berlari melewati dua anjing itu sambil bergandengan tangan.


Mereka lari secap mungkin refan berlari bagaikan kilat sampai dua anjing itu tertinggal di belakang,refan menarik refa kesalah satu gang sempit refa yg di tarik langsung bersandar didinding sedangkan refa berada sangat dekat didepannya.


Hati berdebar-debar antara lelah dan gugup karena terlalu dekat dengan refan,sementara itu dua anjing itu berlari melewati mereka yg tengah bersembunyi.


“huh.. dah aman..”lega refan dan kemudian menatap refa.


Ditatapnya iris coklat milik refa,wajah refa dan pipinya yg sudah merah merona.


Refan pun dengan cepat menjauh dari refa dan dengan kikuk mengajak refa pulang dan merakapun pulang dengan suasana yg canggung.


{dah ah sampe sini dulu capek arthour... ngomong-ngomong dikejer-kejer anjing itu pengalam peribadi arthur bahkan sampe 4 ekor lagi yg ngejar hehe tapi sayang kagak ada yg gandeng buat lari dan sembuyi biar uwuk gitu huhuhu kalo kalian pernah ga ngalamin hal ini komen ya... see you}

__ADS_1


__ADS_2