Kisah Cinta Refa

Kisah Cinta Refa
#refan Adi winata


__ADS_3

Pagi itu refa yg sudah berada di kampus,ia memutuskan utuk ke kantin setelah berpikir keras dalam kelas tadi,saat tengah berjalan ia melihat sosok gadis yg di ganggu beberapa cewek bangor,refa menghampiri gadis itu untuk menolongnya.


“heh..kalian ngapain ganggu perempuan ini,kayak nggak ada kerjaan lain aja”ucap refa menegur beberapa mahasiswi yg sering membuat onar itu.


“siapa lo,ikut campur urusan kita, oh atau elo mau jadi pahlawan kesiangan yg mau nolongi nih cewek cupu..!”kata salah satu cewek bangor itu.


“enak aja pahlawan kesiangan,eh aku kasih tau ya ini tuh masih pagi bukan siang dan satu hal lagi kalian para cewe bangor yg waktu pembagian ahlak nggak dateng makannya jadi cewek nggak ada ahlak,mendingan kalian pergi deh jangan gangu cewek ini lagi atau kalian terima akibatnya!”ujar refa lembut namun penuh ketegasan


“wah..ni cewek gede juga nyalinya,pake acara ngancem kita..”ujar salah satu cewek yg rambutnya panjang berwarna coklat dengan nada merendahkan.


“udah sikat aja tuh cewek belagu,biar nggak bisa ngomong belagu lagi..!”ujar salah satu cewek yg berkulit agak coklat


Merekapun maju menghadapi refa,tapi sial bagi mereka karena ternyata refa bisa sedikit bela diri dan merekapun kalah telak,sambil menahan malu merekapun pergi meninggalkan refa dan gadis itu.


“kamu..kamu nggak papa ?”tanya gadis tadi yg rambutnya di kepang dan memakai kaca mata


“ehh..nggak papa kok..”jawab refa dengan tersenyum


“maaf ya gara-gara aku kamu jadi kayak gini”ujar gadis itu penuh sesal


“nggak kok kamu nggak salah merekanya aja yg memang harus di kasih pelajaran”ujar refa dengan tenang


“ohiya nama kamu siapa?”tanya gadis itu lagi


“nama aku refa aku semester dua,kalo kamu”tanya balik refa


“aku sindi aku semester enam”


“wah kakak tingkatan dong maaf ya kak tadi kurang sopan”


“ehh nggak kok refa nggak papa,ohya makasih ya udah mau nolongin aku.”


“iy..iya kak sama-sama..”


“eeh maaf ya fa aku harus pergi dulu,kamu nggak papakan aku tinggal?”


“ohiya kak silahkan,nggak masalah kok”


“dah fa,sampe ketemu lagi..”seru sindi melambaikan tangan kearah refa dan berlalu meninggalkannya


“dah kak sindi...”balas refa


Kakak itu cute banget sih,kelitanya dia juga baik tapi kenapa dia malah dibuli ya...haaah definisi orang baik selalu teraniaya hmmmz..


Refa kembali melanjutkan perjalananya ke kantin,sesampainya di kantin ia sudah di sambut oleh sahabatnya novi dan beberapa hidangan yg membuat perut refa seketika keroncongan.


“kok kamu lama banget sih re,aku kan udah laper tapi kamunya nggak dateng-dateng..”tanya novi dengan tampang kesal karena harus menahan lapar.


“iya maaf tadi ada masalah sedikit makanya agak telat deh aku nyampenya”ucap refa dengan nada lembut agar shabatnya tidak marah lagi


“oke-oke kali ini aku maafin,yaudah yuk makan,rasanya cacing-cacing di perut aku udah demo nih..”ucap novi


Merekapun makan dengan lahap dikarenakan memang mereka sangat lapar,setelah selesai semua jam kampus refa akan pergi ke kafe,tapi saat ia sudah berada di atas motor hp miliknya berdering


“kak nis?,ada apa ya nelpon..”gumam refa heran saat melihat nama orang yg menelponnya,iapun segera mengangkatnya.


“halo assalamualaikum kak nis ada apa?”ucap refa dalam telepon


“waalaikumsalam re,gini kakak cuman mau kasih tau kalo hari ini kafe tutup soalnya kakak diajak reno kepesta nikahan sepupunya,jadi kamu nggak usah ke kafe.”jelas denis di seberang sana

__ADS_1


“ooh gitu,oke kakak kalo gitu udah dulu ya kak rere mau pulang ke rumah..”


“iya hati-hati di jalan,kalo ada polisi tidur jangan di tabrak kasian pak polisinya jadi gepeng nanti..”kelakar denis


“yee auah gelap,yaudah assalamualaikum kak nis”


“waalaikum salam rere..”pagilan pun berakhir,refa kembali meletakan hpnya dalam tas dan melaju kan motornya kearah rumahnya.


Saat sampai di rumah refa bergegas masuk kekamarnya untuk madi,setelah mandi refa makan siang kemudian beberes rumah,setelah semua pekerjaan selesai refa duduk di kursi didepan televisi.ia memutuskan untuk menonton tv,tapi tak berselang lama kebosanan menghapiri refa,iapun memutuskan untuk ke toko membantu mamanya.


Toko mamanya refa tak jauh dari rumahnya jadi ia hanya berjalan kaki saja kemudian sampai. di toko ia melihat mamanya sedang melihat-lihat stok-stok toko.


“mama...lagi apa?”ujar refa mengejutkan rosma sang mama.


“rere kamu udah pulang,loh emangnya kamu nggak kerja kok cepet banget pulangnya..?”


“nggak ma,hari ini libur kerja soalnya kak nis pergi jadi kafe tutup deh...”jelas refa pada sang mama


“refa mau bantuin mama aja deh,bosen di rumah..”ungkap refa yg memang merasa bosan dirumah.


“yaudah kalok gitu kamu jaga toko bentar ya mama mau pergi dulu..”jelas rosma


“oke ma...”jawab refa sigap


Setelah beberapa menit rosma pergi ada pembeli yg datang,sosok gadis muda cantik nan agun masuk ke toko milik refa, refa pun kaget saat matanya melihat gadis yg baru ia kenal di kampus tadi ya ia adalah sindi.


“loh..refa kamu refa kan..?”sapa gadis cantik itu yg tak lain adalah sindi


“hehe..iya kak ini refa,kak sindi kok bisa ada di sini?”jawab refa dengan senyum ramah khas miliknya.


“iya soalnya rumah aku ada di sekitar sini,jadi aku mau beli beberapa bahan buat kue terus ketemu toko ini ehh ternyata malah ketemu kamu...”ungkap sindi


“iya soalnya aku baru pindah ke sini beberapa minggu yang lalu..”jelas sindi


“ooh gitu,ohiya kak sindi mau beli apa tadi..?”


“mau beli bahan-bahan buat kue...”jelas sindi


“bentar ya kak aku ambilin dulu..”ucap refa iapun mengambil beberapa bahan untuk membuat kue,lalu ia kembali dengan membawa dua kantong keresek yg cukup berat.


“ini kak..”ujarnya sembari menyerahkan dua kantong keresek itu.


Saat tengah menyerahkan dua kantong keresek rosma telah kembali ke toko,ia pun menyapa sindi dan refa


“ada pembeli toh,beli apa nak...?”ujar rosma ramah,mama refa ini memang terkenal dengan kermahnya yg suka menyapa orang meskipun ia belum mengenal orang tersebut.


“beli bahan-bahan buat kue bu..”jawab sindi dengan tersenyum ke arah rosma


“berapa fa semuanya..”tanya sindi pada refa


“semuanya 165.000 ribu kak..”jawab refa


“ini uangnya..” sindi mengeluarkan dua lembar uang seratus ribu dan menyerahkannya pada refa.


“iya kak,ini kembaliannya makasih kak...”ucap refa mengembalikan kembalian pada sindi


“iya sama-sama..”jawab sindi tersenyum kemudian ia pamit pada refa dan rosma,rosma yg melihat sindi kesusahan saat membawa belanjaannya yg memang banyak dan berat menyuruh refa untuk membantu sindi.


“re kamu bantuin gih kayaknya dia kesusahn bawak belanjaannya..”perintah rosma pada refa.

__ADS_1


“iya ma,kalok gitu rere pergi bantuin kak sindi dulu ya..”kata refa


“loh kamu kenal sama adek itu toh..”tanya rosma yg belum tahu tentang sindi..


“iya ma namanya kak sindi dia kakak tingkat aku terus rumahnya juga deket-deket sini katanya ma..”jelas refa singkat,rosma hanya mengangguk mengerti refa pun segera berlari mendekati sindi yg tengah kesusahan membawa belanjaannya.


“kak sindi...”pekik refa memangil sindi yg tengah berjalan,sontak saja sindi berhenti dan menoleh karena merasa namanya di sebut.


“iya ada apa fa..?”tanya sindi setelah refa tepat berdiri di hadapanya.


“sini aku bantu kak..”ucap refa sembari mengambil salah satu belanjaan sindi.


“ehh...enggak usah fa entar malah ngerepotin kamu lagi...”ujar sindi tak enak


“iihh enggak kok kak tenang aja,aku nggak ngerasa di repotin kok..”jawab refa dengan menyegir kearah sindi sambil mengangkat tanganya dan membentuk huruf v dengan jarinya.


“makasih ya fa kamu baik banget deh...”ucap sindi tersenyum manis,refa hanya menggaruk tengkuk belakangnya yg tak gatal karena penuturan sindi tersebut.


Mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah sindi,sambil sesekali mereka tertawa karena obrolan mereka yg nyeleneh mewarnai perjalanan mereka yg terasa menyenangkan,tak terasa mereka telah sampai di depan rumah sindi,refa membelalakan matanya karena kaget ternyata sindi tinggal di rumah besar yg ada di depan rumahnya.


“ayok fa masuk ..”ucap sindi yg melihat refa hanya terdiam didepan gerbang rumahnya.


“ah..eh..iya kak..”jawab refa,merekapun masuk ke dalam rumah itu.


Refa melihat ke sekeliling halaman rumah yg amat luas itu


Busettt dah luas amat nih halaman rumah,kalok aku suruh nyapu halaman nih rumah bisa gempor tanganku..tapi bagus banget halmannya banyak bunga hiasnya wih ada air mancurnya lagi...wah keren banget... :0 gumam refa dalam hati mengagumi halam rumah sindi yg begitu indah


Kemudian sindi mengajak refa masuk ke dalam rumahnya,refa masuk kedalam rumah sindi dan betapa kagetnya refa saat melihat rumah sindi yg bak istana megah nan mewah..


Waooow..ini rumah apa istana gede banget bisa kali ya main putsal di sini hehehe... pikir refa sambil menahan kekagumanya..


“bik...”pekik sindi memanggil seseorang,tak lama setelahnya datang seorang wanita menghampiri sindi.


“iya non,ada apa..”tanya wanita paruh baya itu


“ini bik tolong bawak belanjaannya ke dapur sama sekalian bikinin minum ya bik..”jelas sindi,wanita itu menganguk kemudian pergi meninggalkan ruangan


“duduk dulu fa..”ujar sindi


Kemudian mereka duduk di sofa ruang tamu itu,refa yg tadinya mau langsung pula ditahan oleh sindi dan akhirnya mereka berbincang-bincang dan bersenda gurau.


Saat tengah berbincang-bincang mata refa terpanah pada satu foto,wajah dalam foto itu seperti tak asing buat refa,sindi menyadari tatapan refa ia pun mengikuti arah pandangan refa.


Lah itukan orang yg aku liat diperpustakaan yg nolongin aku itu ya...gumam refa dalam hati menyadari sosok dalam foto itu adalah peria yg meyelamatkanya dari teragedi buku jatuh


“ekm...”dehem sindi, refapun kaget akibat deheman sindi dan langsung mengalihkan pandangannya dari foto itu


“liatnya sampe gitu banget fa..awas nanti mata kamu bisa-bisa copot terus ngeliatin foto itu terus deh..”ucap sindi dengan tersenyum lucu, malu itu lah yg tengah dirasakan refa saat ini karena kepergok sindi saat asik melihat foto itu


“eh..ng..nggak kok..kak..”ujarnya menahan malu


“orang yg kamu lihat di foto itu adek aku namanya refan adi winata dia adek aku yg gateng dan baik hati tapi syang dia....dia udah nggak ada..”kelakar sindi yg berbohong dan berekting menunjukan wajah sedihnya yg di buat-buat.


{duh sindi jail deh masak adeknya masih idup dibilang nggak ada kualat loh entar...}


refa yg lugupun mempercayai tipu daya sindi ia menjadi merasa tak enak sekaligus heran,lalu orang yg selama ini ia lihat adalah arwah!!,seketika wajah refa menjadi pucat pasih ia merinding karena takut ia diikuti arwah refan adinya sindi,ia pun segera pamit pada sindi dan buru-buru pulang kerumahnya dengan bulu kuduk yg berdiri.


{waduh masak iya sih refa diikutin sama arwah refan,buat kalian yg penasaran ikutin terus ya ceritanya,dan jangan lupa buat dukung aurthor terus dengan cara like,vote,dan komen ya see you...}

__ADS_1


__ADS_2