Kisah Cinta Sepasang Dewa

Kisah Cinta Sepasang Dewa
menulis surat


__ADS_3

Setelah keluar dari ruangan makan itu,Xiao ru terbang ke arah danau dan duduk bersila di atas air sambil menangis terisak-isak.


"hikssss..hikss..hiks.."


"gi mana nih..buku..hikss..ini..udah..carik..hiks"tangis Xiao ru sambil memegang cebisan buku itu dan mendakapnya dengan erat.


"ibu... hikssss apa ibu marah..hikss sama aku"tangis Xiao ru lagi.


"Ruru..ibu nggak bakal marahin kamu sayang..kerna itu bukan salah mu nak"ucap Luo Xi sambil memegang dada nya yang sakit Kerna meliat anak kesayangannya menangis terisak-isak.


lalu Lin He memeluk sang isteri dari belakang sambil mencium harum rambut Luo Xi.


"kamu nggak usah khawatir,aku sebagai ayahnya akan lindungi Ruru kecil kita diem-diem tapi kalo udah takdir kita harus menerima dengan hati yang tulus"ucap Lin he menenangkan kerisauan Luo Xi.


"iya..tapi aku nggak sanggup sayang,Ruru selalu menyalahkan dirinya padahal itu bukan salahnya"ucap Luo Xi dengan nada sedih.


"udah..kita kasi Ruru waktu ya biar dia lepasin semua keluhan nya"ucap Lin he lalu dia dan Luo Xi menghilang dari tempatnya setelah mendapat anggukan dari Luo Xi.


"uffffffff..."


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!"


jerit Xiao Ru dengan sekuat hati.


walaupun dia udah jerit sekuat hati dan hatinya sedikit lega tapi dia tetap nggak bisa baiki buku itu.lalu setetes air mata Xiao ru telah jatuh di atas buku itu dan keluar lah cahaya terang yang menyilaukan mata.setelah cahaya itu hilang dengan wajah kaget dia menatap buku yang udah rosak itu telah kembali utuh seperti sebelumnya.


"yay..akhirnya buku ini bisa ku baca lagi"gumam Xiao ru dengan wajah ceria tapi dia nggak ada mood buat mau pulang ke kamar.


Di ruang makan,

__ADS_1


Mereka berlima makan tanpa ada percakapan hanya bunyi cengkerik aja..


Krik..


krik..


krik..


"ini udah lewat tapi Xiao ru masih belum pulang juga"ucap Chan Fei dengan perasaan bersalah.


lalu Xiao Heng berdiri lalu berkata"aku udah kenyang"setelah beberapa langkah dia berkata tapi nggak berpaling"kalian nggak usah khawatir biar aku yang bujuk Xiao ru,jika dia udah maafin kalian berdua dia akan langsung ngomong sama kalian".


"tapi.."ucap Xiao ai lalu di potong oleh Luo Zhou.


"udah.."ucap nya sambil memegang tangan Xiao ai.


"mmm..kalo gitu aku pulang ke kamar ya,udah kenyang"ucap Chan Fei dan diikuti dengan wu hong.


"xikai.."panggil Xiao ru dengan nada serius.lalu xikai keluar dari giok di pinggang Xiao ru itu.


"ye tuan"jawab xikai dengan mantap tapi dengan bentuk naga kecil.jika ia kembali dengan saiz sebenar nggak cukup satu danau Kerna saiz nya aja udah kayak bangunan 2 school bus kalo panjang nya nggak usah di kata deh kira-kira 3 km.


"aku mau kau mencari keberadaan bunga Lotus berdarah,aku harap secepat mungkin Kerna makin lama segel di dalam badan Xiao Heng berada maka kekuatan segel itu makin kuat"ucap Xiao ru dengan wajah yang gelap.


glupp..


xikai menelan salivanya dengan keras Kerna aura yang dikeluarkan oleh tuannya.


"baik tuan"ucap xikai lalu menghilang dari pandangan Xiao ru dengan sekelip mata.

__ADS_1


Swush..


"hah..."


"Makin lama makin kuat,dan bahan terakhir nya ada padaku..hufff..nggak papa deh..bukan kah aku bisa kultivasi di pulau suci jadi ngampang aja..."ucap Xiao ru sambil menenangkan fikiran dan kegelisahan dalam hatinya.


"aiyaaa"tepuk Xiao ru di dahinya.


"baik aku nulis surat buat adek ku pasti dia khawatir banget nih.."ucap Xiao ru lalu dia mengeluarkan sehelai kertas dan sebatang pen dari beg nya.


Wahai adek ku tersayang,Jie Jie udah tiba


di akademik yang Jie Jie pelajari,apa


khabar Xiao wei di sana,apakah baik-baik


saja ? Jie Jie harap Xiao wei bertambah


kuat dan makin imut serta tampan juga .


ingat untuk jaga makan serta jangan terlalu


khawatir akan Jie Jie okey.jaga diri baik-


baik dan jika Jie Jie pulang nanti,Jie Jie


mau tau bahwa Xiao wei udah berada di


peringkat pahlawan suci tingkat 5!

__ADS_1


***Daripada Jie Jie*** ~~


lalu tiba-tiba ada tangan yang menepuk pundak Xiao ru dengan pelan.


__ADS_2