
"lepasin aku.."ucap Xiao ru dengan nada pelan dan sedikit malu.
"sebentar aja..bisa kan"pinta Xiao Heng dengan suara manja nya.
Tanpa Xiao ru sadar dia mengangguk pelan kepala nya tanda setuju.
Xiao heng semakin erat memeluk tubuh Xiao ru sambil menghirup aroma bunga sakura di tubuh Xiao ru dan aroma itu bisa menenangkan fikiran dan jiwa nya.
"ru'er...kenapa tubuh mu wangi amat bau nya.."ucap xiao Heng sambil menutup mata nya.
"mana ku tau"ucap Xiao ru dengan perasaan gugup tambah gembira..
"Xiao heng..apa kau bisa..lepasin aku..bukan kah tadi kau bilang mau bawa aku tempat 'special' "ucap Xiao ru dengan pelan tapi dapat di dengar dengan jelas di telinga Xiao Heng.
"tapi baru sekejap aku memeluk mu.."rengek Xiao heng lalu meletakkan dagu nya di atas bahu Xiao ru.
"sebentar apa nya sih..ini udah hampir 10 minit tau"kesal Xiao ru lalu melepaskan tangan Xiao Heng dengan pelan.
"erhh..."kaget Xiao Heng padahal dia baru aja mau lelap.
"cepat udah mau pagi nih..aku udah ngantuk"ucap Xiao ru sambil berjalan kayak orang lagi mabuk.
Tiba-tiba tubuh Xiao ru mau terjatuh ke tanah tapi sempat di sambut sama Xiao Heng.
"fiuh.."lega xiao Heng.
__ADS_1
"kasian..ru'er..pasti capek kali ya"ucap Xiao Heng sambil mengendong tubuh Xiao ru ala bridal style.
"ru'er..wajah mu sungguh cantik dan indah seperti bulan yang bersinar"gumam Xiao Heng lalu mencium kening Xiao ru.
cup...
Jika saja Xiao ru sadar kalo Xiao Heng mencium kening nya dia pasti udah terbang ke langit sambil menjerit "AAAAAAAAA!!!"
Setelah jauh berjalan sambil mengendong seorang gadis,walaupun jauh tapi cukup menguntungkan Kerna sepanjang perjalanan jika dia lelah dia pasti memandang lekat wajah Xiao ru buat hilang kan lelah dan di gantikan dengan tenaga yang baru.
Akhir nya Xiao Heng udah sampai di tempat 'istimewa ' itu.
Sesampai nya Xiao Heng di rumah itu dia langsung berjalan ke arah kamar yang telah dia sedia kan buat Xiao ru di rumah itu ada 4 bilik,2 bilik di atas dan 2 bilik di bawah.
Jika di tanya kapan Xiao Heng membina ini rumah jawapan nya salah Kerna rumah ini adalah hadiah dari seorang sahabat lama buat nya dan bisa di kata keberadaan rumah itu hanya di ketahui sama Xiao ru dan Xiao ru aja.
cup..
cup..
cup..
cup..
__ADS_1
cup..
cup..
Xiao heng mencium dahi lalu kedua kelopak mata lalu hidung lalu kedua pipi dan akhir sekali di bibir lembut yang merah semerah bunga sakura...sungguh lembut...senang cerita kayak kue Mochi..
"tidur yang indah..ru'er..mimpi kan aku ya.."bisik xiao Heng di telinga Xiao ru.
"selamat malam"bisik Xiao Heng lalu pergi meninggalkan Xiao ru di kamar yang di hias sendiri sama Xiao Heng.
Di istana langit..aula Fu li.
"sayang..apa keputusan ini benar?"tanya Ning Luo Ying dengan raut wajah gelisah.
lalu wang Ming Zhi pun menghampiri sang isteri.
"emang nya kenapa sayang ku"ucap wang Ming Zhi sambil duduk di hadapan sang isteri.
"aku merasa kalo Ye'er dan calon menantu kita itu bakal hadapi satu masalah yang besar.."ucap Ning Luo Ying sambil meremas gaun nya.
"nggak papa sayang..lagi pula Ye'er kan udah besar dan pemikiran nya pun udah matang"ucap wang Ming Zhi lalu mengecup kedua belah telapak tangan Ning Luo Ying.
"mmm...tapi kan sayang...masalah itu bukan berlaku sekarang..tapi..akan datang..dan menyebabkan mereka berdua terpisah...hiks.."lirih Ning Luo Ying dan lantas kepala nya di tarik ke pelukan sang suami.
"tenang..sayang..di setiap masalah pasti punya penyelesaian nya.."bisik wang Ming Zhi di telinga Ning Luo Ying.
__ADS_1