
"anu..aku hanya mau menjewer telinga nya..iya..aku bakal menjewer telinga nya..emang nya kenapa"ucap wu Hong salah tingkah Kerna jika dia kasi tau yang sebenarnya pasti Xiao ai nggak bakal kasi tau baik dia bohong aja.
"aku..nggak percaya!"ucap Xiao ai dengan wajah polosnya.
"ehh..kenapa kau nggak percaya..emang nya selama ini Lu zhou kerjain aku,apa aku pernah membunuh nya..nggak kan"ucap wu Hong dengan wajah yakin diri.
"ya..nggak sih..tapi bisa jadi kau mau membunuh nya kan "ucap Xiao ai sambil menjulur kan lidah nya pada Wu Hong .
Dengan terdesak akhirnya Wu Hong duduk dan memeluk paha Xiao ai dari bawah sambil meronta-ronta kayak anak kecil yang mau di belikan permen.
"ehh..apa...apa..yang..coba kau lakukan hah!"ucap Xiao ai dengan wajah dan nada kaget dia juga nggak percaya kalo wu Hong bisa senekat ini.
"tolong..lah..Xiao ai..kasi...tau..aku..di..mana..Lu..Zhou.."ucap wu Hong sambil berpura-pura menangis tapi Xiao ai nggak percaya Kerna dia bisa tau orang itu akting atau nggak ini bukan kelebihan Xiao ai tapi melalui firasat.
Xiao ai kesal banget dengan tingkah nya wu Hong selama dia hidup Wu Hong adalah pria pertama yang berani menyentuh nya selain ayah nya sendiri.
Kerna kesabaran Xiao ai udah di luar batas dia mula menggerakkan kaki kanan nya sedikit ke belakang dan..
bugh!!
Xiao ai berjaya menendang Wu Hong sehingga 1 km jauh nya.
__ADS_1
Betapa kaget nya Lu Zhou saat mendapati gadis pujaan nya bisa menendang seorang manusia sejauh itu!! sungguh langka sekali.
"aku salut pada kau Xiao ai!!"puji Lu zhou dalam hati nya sambil tersenyum kayak orang lagi mabuk cinta.
"heh!! SAMPAI AKU MATI PUN NGGAK AKAN ADA SATU PUN TANGAN DARI LAKI-LAKI YANG BISA MENYENTUH BADAN KU WALAUPUN SEINCI KECUALI PRIA ITU ADALAH SUAMI KU SENDIRI!!!"jerit Xiao ai lalu dia pun berpaling ke belakang tapi dia ternampak bayang manusia di tepi pokok yang agak jauh tapi cukup untuk di dengar dengan jelas.
"apa betul yang aku dengar tadi!! dia kata hanya suami nya saja yang bisa menyentuh nya..senang nya hati ku"ucap Lu zhou dalam hati nya.
Lu zhou terlalu gembira akan ucapan yang di katakan Xiao ai tadi sampai dia nggak sadar kalo Xiao ai udah berada di sebelah nya dan melihat semua tarian yang di lakukan oleh Lu Zhou.
"seorang pria yang cuek dan dingin bisa menari seperti ini..sungguh lucu dan mengemas kan kayak anak kecil aja"ucap Xiao ai dalam hati sambil terkekeh dan berkacak pinggang.
"hey!!"jerit Xiao ai sambil menepuk pelan pundak Lu zhou.
"auw...Hei..kenapa kau jerit-jerit sih.."ucap Lu zhou sambil mengelus-elus pantat nya yang sakit itu.
"patut nya aku yang nanyain kau apa yang kau lakuin di sini!! apa..kau mau aku kasi tau Wu Hong kalo kau ada di sini..heheh"ucap Xiao ai sambil menyeringai jahat dan berjalan dengan pelan mendekati lu zhou.
Gulp..
Lu zhou hanya dapat menelan saliva nya dengan kasar setelah mendengar ucapan Xiao ai yang tersembunyi dengan pelbagai ancaman.
__ADS_1
"ja..jangan..nggak baik tau kalo main ancam-ancam segala.."ucap Lu zhou sambil berkeringat.
"apa kau pikir aku ini apa hah??"ucap Xiao ai dengan nada sindir.
lalu dia pun berdiri dengan betul dan menjaga jarak antara diri nya dengan Lu zhou.
"hufff..hampir aja tadi"keluh Lu zhou dalam hati nya.
"aku pamit"ucap Xiao ai lalu pergi dari situ dengan wajah senang.
"hahaha..pertama kali nya aku ngeliat Lu zhou berkeringat"ketawa Xiao ai dalam hati nya.
Dalam perjalanan balik ke tempat asrama pria tiba-tiba Lu zhou ternampak kamar Wu Hong masih terang.
Lalu Lu zhou pun mengintip di sebalik kayu yang rapuh itu.
Lu zhou hanya ternampak Wu Hong yang sedang membaca satu buku yang agak besar dari buku biasa.
Dan Lu zhou pun buru-buru masuk ke kamar nya dan berbaring di atas kasur yang agak empuk bagi nya.
Di kamar Wu Hong pula...
__ADS_1
"haihh..bikin malu aja tadi.. bisa-bisa nya aku terjatuh di atas badan Chan Fei!!"gumam wu Hong dengan wajah yang memerah seperti tomat.