
Setelah 1 tahun berlalu dan sekarang usia Xiao ru udah masuk 15 tahun..
"xikei.."panggil Xiao ru sambil mengibas tangannya di udara.
Xikei pun muncul di hadapan Xiao ru Kerna mendengar panggilan dari tuan nya.
"tuan!"jawab xikei dalam wujud naga kecil yang terbang di hadapan wajah Xiao ru.
"kali ini aku mau kau tolong aku..bisa kan?"tanya Xiao ru sambil melihat cahaya bulan yang indah bersinar bahkan aura bulan pada malam ini sangat lembut.
"bisa tuan! tapi kenapa?"ucap xikei dengan wajah bingung nya.
"aku mau kau jaga akademik ini...dan saat aku nggak ada Kerna hanya kau yang bisa ku harap buat saat ini"ucap Xiao ru dengan nada tenang.
"perintah tuan saya terima!"ucap xikei dengan nada tegas dan sedikit merasa kehilangan.
"bagus! kekal kan semangat mu seperti ini selalu dan jangan pernah berubah"ucap Xiao ru dengan nada yang tegas lalu pergi dari hadapan xikei.
"tuan..ku harap kau sentiasa selamat dan berjaya"gumam xikei sambil menunduk hormat.
Di tempat Xiao ru..
Xiao ru sedang enak-enak terbang di langit sambil menenangkan pikiran kusut di kepala nya dan merentangkan tangan nya di sisi.
"nyaman.."gumam Xiao ru sambil merasai kelembutan angin di waktu malam di tambah pula dengan aura bulan yang lagi mengambang.
__ADS_1
Swushhhh...
Tiba-tiba Xiao ru merasa yang tubuh nya lebih segar dan tenang padahal tadi seluruh tubuh nya terasa pegal dan capek.
Di tempat lain..
"sayang?"ucap Luo Xi dengan wajah bingung.
"iya..kenapa sayang"jawab Lin he sambil memeluk erat tubuh sang isteri dari belakang.
"apa kau membantu ru'er tadi?"ucap Luo Xi.
"nggak kok"jawab Lin he dengan nada santai dan mengusap kepala di ceruk leher Luo Xi.
"jujur atau bohong"ucap Luo Xi dengan wajah yang nggak puas dengan jawaban sang suami.
Tangan kanan Luo Xi pun terangkat dan menarik telinga kiri sang suami.
"aduhh!! duh!!..sakit sayang.."keluh Lin he sambil menahan kesakitan di telinga nya yang udah mau merah.Kalo semakin ditarik maka semakin merah..mungkin bisa tercabut..
"mau bohong lagi?!..ooo jadi suami ku tersayang ini lebih milih bohong sama aku ya?!..gitu?.."ucap Luo Xi lalu di lepas nya pagutan itu dan berbalik badan nya membelakangi si suami yang sedang mengusap telinga yang merah.
"baik! kalo gitu mending aku pergi..buat apa aku tetap di sini..tapi punya suami yang bohong sama isteri sendiri..bye!"ucap Luo Xi lalu menghilang di hadapan sang suami yang sedang melongo Kerna ucapan nya tadi.
"sayangku!!"teriak Lin he sambil coba buat menggapai tubuh Luo Xi tapi nihil bukan aja nggak dapat tubuh si istri..debu aja nggak di dapat..kali.
__ADS_1
"haishhh!! kenapa sih kau Lin he..udah tau kalo istri manis mu itu marah kalo tolong anak sendiri kau seenak nya pada tolong!"gerutu Lin he pada diri nya sendiri.
Di tempat Luo Xi..
"heh! apa susah kalo jujur sama istri sendiri! nggak dosa kan?..."gumam Luo Xi dengan nada yang kesal sambil duduk di atas batu di pinggir air terjun.
"ahhh!! dari pada aku mikirin dia mendingan aku kultivasi! biar level ku makin ningkat dan nggak ada siapa-siapa yang bisa kalahin aku!"ucap Luo Xi sambil menyemangati diri nya.
Lalu Luo Xi pun bersila di atas batu dan memejam kan mata nya lalu sedikit demi sedikit dia menyerap aura di sekitar nya.
Di alam bawah Sadar milik Luo Xi..
"dari pada aku kultivasi mendingan aku berlatih jurus baru di sini! lagian suami ku nggak bakal ketemu sama ku kalo aku di sini"gumam Luo Xi lalu berjalan ke arah sebuah pondok kayu emas dan di sana terletak nya 2 buah rak yang agak besar.
"aku mau...yah ini aja..lagian Suami ku udah nggak ngajarin aku mana-mana jurus setelah aku melahirkan ru'er"gumam Luo Xi dan mengambil buku berjudul..Panahan 5 Elemen.
"kira-kira..apa ya jurus yang menarik dalam buku ini.."ucap Luo Xi sambil menyelak buku itu sehelai demi sehelai.
Dan sampai 10 minit Luo Xi menyelak akhir nya dia terjumpa satu jurus yang bisa membuatkan panahan es milik nya menjadi lebih berkuasa bahkan menandingi mana-mana jurus yang berelemen es di dunia.
"okay..hufff..aku hanya perlu ikut gerakan ini lalu menekan aura es di tangan ku lalu lepas ke udara"gumam Luo Xi sambil mengikuti gerakan yang ada di buku itu.
Di tempat Xiao ru..
"kira-kira berapa lama ya waktu yang ku butuh buat ke tempat itu..tapi masalah nya kalo aku mau ke tempat itu aku harus lalui jalan Api Neraka..haishh..tapi mau bikin apa lagi..udah cinta..nggak papa deh..korban ya korban.."gumam Xiao ru sambil mengemas pakaian dan makanan yang mau di bawa nya.
__ADS_1
"apa aku perlu tulis surat atau kasi tau aja ya..mmm"ucap Xiao ru sambil berpikir dan berpikir.
"hah..apa kata kalo aku nyuruh Xiao ai aja yang kasi tau sama Xiao heng..lagian besok aku udah mau berangkat kalo aku lambat bunga itu bakal layu dan aku juga harus tunggu 5 tahun lagi pasti lama"ucap Xiao ru sambil mengambil pena dan sehelai kertas lalu di tulis dan setelah siap menulis dia pun meletakkan kertas itu di samping bantal Xiao ai dengan harapan Xiao ai bisa membantu nya.