
"xikai..bukankah aku menyuruh mu..."ucap Xiao ru sambil membalikkan badannya ke belakang tapi betapa kagetnya dia bukan xikai yang menepuk pundak nya tapi..
"nyuruh apa...hmmm"goda Xiao Heng lalu pipi Xiao ru mulai memerah.
"ihh nggak usah goda-godain aku sih.."ketus Xiao ru dengan sikap Xiao Heng tapi dia suka.
"jawab pertanyaan ku ru'er "ucap Xiao Heng dengan dingin tanpa penekanan sambil memegang kedua tangan Xiao ru.
"pertanyaan yang mana?"tanya Xiao ru kepada Xiao Heng.
"nggak usah di tanya kalo nggak aku.."ucap Xiao Heng sambil mendekatkan wajah nya dengan wajah Xiao ru.dengan pantas Xiao ru menutup mulut nya.
"kenapa di tutup mulutnya"tanya Xiao Heng dengan polos.
"nanti kau cium mulut ku heh"bentak Xiao Ru lalu meninggalkan Xiao Heng sendiri.xiao Heng hanya tersenyum tipis akan sikap Xiao ru yang baginya sangat mengemaskan.
Tapi Xiao Heng nggak tinggal diem aja dia mengejar Xiao ru lalu memeluk Xiao ru dari belakang dengan erat seolah-olah nggak mau pisah dari Xiao ru buat selamanya.
"nyaman sekali,jika aku tau dengan memeluk Xiao Heng aku bisa tenang dari awal sudah ku peluk dia dan menjadikan dia tempat untukku mencari ketenangan hehehehe"ucap Xiao ru dalam hati sambil tersenyum.
"apa nyaman di peluk oleh ku..hah.."bisik Xiao Heng di telinga Xiao ru.
"nggak.."ucap Xiao ru lalu mendorong badan Xiao Heng dengan pelan.
__ADS_1
"yuk kita pulang "ucap Xiao ru sambil berjalan dengan laju.
"apa ru'er udah nggak marah lagi?"tanya Xiao Heng dengan wajah penasaran Kerna tadi wajah Xiao ru keliatan marah dan penuh aura membunuh tapi sekarang malah sebaliknya.
"aku..nggak marah cuma..aku kecewa.."lirih Xiao ru sambil berjalan.
Setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulut Xiao ru,Xiao Heng berlari ke arah Xiao ru dan memeluk nya.
"udah..aku sama temen-temen minta maaf ya Kerna membuat mu kecewa"pinta Xiao Heng sambil memeluk Xiao ru dan mengecup puncak kepala Xiao ru dengan sentuhan lembut dan hangat.
lalu Xiao ru mendorong badan Xiao Heng dan menggeleng kan kepala nya.
"aku bukan kecewa sama kalian tapi aku kecewa sama diri aku sendiri Kerna buku itu adalah buku yang dititipkan ibu ku untuk ku dan akhirnya buku itu rosak"lirih Xiao ru sambil memeluk tubuhnya.
"aku pikir Xiao ru kecewa sama kita...ternyata dia kecewa sama dirinya sendiri..maaf Xiao ru..maaf"lirih Xiao ai sambil memeluk tubuh Luo Zhou.
"aku juga pikir begitu..hati Xiao ru sungguh murni..dia nggak nyalahin kita tapi dia nyalahin dirinya sendiri..aku seperti nggak layak berteman sama Xiao ru.."tangis Chan Fei lalu wu Hong memeluknya dari arah belakang sambil membisikkan kata-kata yang bisa membuat Chan Fei tenang.
"kau..nggak bisa berkata seperti itu..jika kau nggak layak kenapa Xiao ru mau berteman dengan mu chan fei"bujuk wu Hong dengan nada lembut dan hangat.
"tapi.."ucap Chan Fei tapi di potong oleh wu hong.
"nggak ada tapi-tapian"ancam wu Hong dan dianggukkan oleh Chan Fei.
__ADS_1
Xiao ru sama Xiao Heng nggak sadar bahwa mereka berdua di intip oleh temen-temen mereka.
"ru'er aku janji bakal baiki buku itu"ucap Xiao Heng dengan tegas.
"hahahahahaha"
"kenapa kau ketawa hah"kesal Xiao Heng dengan tingkah Xiao ru.
"gi mana aku nggak ketawa..haha..kalo kau bilang mau baiki buku itu.."ucap Xiao ru sambil ketawa keras tapi merdu di dengar.
"emangnya kenapa,jika buku itu udah rosak kita tinggal baiki aja "ucap Xiao Heng dengan wajah polosnya.
"coba kau liat ini"ucap Xiao ru sambil menunjukkan buku yang rosak itu tapi udah seperti sedia kala.
"hah??..gi mana bisa"tanya Xiao Heng dengan wajah bingung.
"hehehe..nanti ku ceritakan tapi kita harus pulang dan akan ku kasi tau pada mereka juga"jawab Xiao ru sambil tersenyum..
Di tempat Luo Zhou,Xiao ai, Chan fei dan Wu Hong.
"yuk kita pulang nanti mereka tau kita nggak ada"ucap luo zhou dengan.
"iya yuk"jawab wu hong.
__ADS_1