
Setelah lama berjalan Xiao ru dan Jiu Mei pun sampai di tebing bukit Kerna antara banyak-banyak tempat hanya tempat itu yang kurang udara beracun.
"sekarang kau bisa buka mata mu dan lepaskan tangan mu di pedang ku"ucap Xiao ru sambil membuka mata nya sendiri.
Jiu Mei dengan patuh membuka mata nya dan betapa kaget nya dia melihat pemandangan alam semula jadi yang amat indah bagi nya.
Jiu Mei ingin mengatakan sesuatu tapi di potong sama Xiao ru.
"Jangan banyak omong..kalo kau mau level kultivasi mu meningkat kau harus tenangkan diri mu"ucap Xiao ru lalu duduk di tepi tebing yang cocok amat buat kultivasi.
"Baik!"ucap Jiu Mei sambil memasang wajah serius dan mula berkultivasi di tempat yang nggak jauh sama tempat Xiao ru duduk.
Kira-kira 2 hari mereka kultivasi tapi sebagai seorang kultivator 2 hari rasa nya kayak 2 minit.
Di tempat Xiao Heng...
Xiao heng keluar dari kamar nya dan berjoging Kerna berjoging adalah rutin yang dia lakuin setiap pagi sejak usia nya 5 tahun.
Hoshh..hoshh..hoshh
"pagi ini indah sekali..jadi teringat pula sama ru'er..tapi ru'er di mana ya? kata nya mau joging bareng..tapi bayang pun nggak ada?"ucap Xiao heng dalam hati nya sambil berjoging.
Satu putaran danau...
Dua putaran danau...
__ADS_1
Tiga putaran danau...
Hoshh..hoshh..hoshh..
Akhir nya Xiao heng pun berhenti sejenak sambil melihat pemandangan danau pada waktu pagi.
Hupp..
Dengan wajah kaget Xiao heng pun melihat ke belakang dengan wajah yang kesal dan marah sambil melepaskan lingkaran tangan di perut nya.
"apa apaan sih kau! huh!"bentak xiao heng lalu pergi dari situ sambil menahan amarah dalam diri nya.
heh!
Di tempat yang lain..
"erghhhhhh.. benar-benar bikin orang merasa jijik!"gumam Xiao heng sambil membuang pakaian yang di pakai nya tadi lalu di ganti dengan pakaian lain.
"jika terus-terusan begini,aku bisa mual setiap kali ketemu sama dia"gumam Xiao heng lagi sambil membasuh muka nya di pinggir danau.
Setelah selesai membasuh tempat yang di sentuh oleh Xiu ran,Xiao heng pun kembali ke istana tapi di pertengahan jalan dia di hadang sama Xiao ai.
"tunggu!"teriak Xiao ai sambil menggunakan tangan nya sebagai penghadang.
"kenapa?"tanya Xiao heng dengan nada santai.
__ADS_1
"ini..aku mau kasi tau kau..kalo Xiao ru nggak ada di akademik ini.."ucap Xiao ai lalu pergi dari situ Kerna tugas nya udah selesai.
Mendengar ucapan dari Xiao ai tadi Xiao heng pun hanya menangguk Kerna Xiao ru udah kasi tau dia sebelum ini cuma nggak kasi tau bila mau pergi lagian dia juga nggak kisah Kerna tujuan Xiao ru pergi buat dapatin herbal untuk memecahkan segel dalam badan nya.
"semoga ru'er aman di luar sana"ucap Xiao heng dalam hati nya lalu meneruskan perjalanan nya dengan menaiki pedang terbang,walaupun nggak punya kuasa kultivasi tapi pedang terbang itu khusus buat Xiao heng dari ayah dan bunda nya lagian dalam pedang terbang itu udah ada Energi buat pedang itu terbang asalkan si penunggang hanya Xiao heng kalo orang lain pedang itu nggak bakal terbang apalagi bergerak.
Wushh..
Dengan kelajuan yang sederhana pedang itu terbang mengikut pikiran xiao heng.
"udah lama sekali aku nggak jenguk ayah,bunda sama kakak.."gumam Xiao heng.
Kira-kira jarak perjalanan antara akademik dengan istana cukup jauh sekitar 8 batu Kerna master Feng udah kasi tau kalo dia nggak ada di akademik itu,jarak antara akademik dengan dunia luar pasti bakal jauh dan semakin jauh mengikut masa-masa tertentu.
Di istana...
hiak!!
hiak!!
hiak!!
"semua dengar sini!"teriak seorang pria yang berusia 18 tahun itu.
Semua penjurit pun menoleh ke arah pria itu dengan wajah yang serius.
__ADS_1