
ada kala nya kita berjuang untuk kehidupan kita, mencari kabahagiaan, mencari titik terang yang menuju kabaikan. siapa sih yang gak mau bahagia???
di sini aq menuliskan cerita yang berjudul kisah ku agar kalian tau bagaimana perih nya kehidupan , bagaimana perjuangan hidup yang ada di alur cerita ini...
semoga suka yah 🤗🤗
Dea aprilia, gadis lugu yg berasal dari keluarga miskin yang hanya lulusan smp, karna kedua orang tua nya tidak mampu membiayai sekolah nya. orang tua Dea hanya buruh tani yang berpenghasilan pas-pasan bahkan bisa di bilang minim sekali. terpaksa Dea putus sekolah, setelah lulus smp Dea mencoba melamar kerja di salah satu pabrik tekstil, berhubung dea belum cukup umur, dea hanya bekerja buruh harian pabrik saja yang upah nya di bawah rata-rata.
Duhh,,, gimana yah?" kalau aku cuma jadi buruh harian saja ga mungkin cukup untuk menghidupi keluarga ku"
sedangkan aku masih punya 3 adik yang harus aq perjuangkan. aku gak mau kalau nasib adik -adik ku sama seperti aku" gumam dea dalam hati. " aku coba dulu sebulan dulu aja, nanti kalau hasil nya gak memuaskan aku cari kerjaan lain aja"
sebulan berlalu,,, dan selama sebulan Dea mencoba bekerja dengan baik supaya target yang di tentukan bisa tercapai. tapi tetap saja walaupun Dea sudah berjuang mencoba memberi yang terbaik, upah yang di dapatkan dea tidak seberapa. " bagaimana ini masa aku kerja selama 1 bulan hanya di bayar 250.000 "
__ADS_1
uang segini mana cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarga. kayak nya aku harus nekat merantau ke ibu kota supaya bisa dapat penghasilan yang lebih besar lagi. ok srmangat Dea " Dea mencoba menyemangati dirinya sendiri "
Assalamualaikum, ibu, bapak Dea pulang. Dea berteriak mengucapkan salam seraya masuk ke dalam rumah memanggil kedua orang tua nya. kakak sudah pulang? ucap salah satu adik dea yang msih berusia 5 tahun. kakak bawa apa? adik dea yang berusia 7 tahun ikut bertanya. " kakak bawa martabak kesukaan kalian dek"
mana bima? kok gak kelihatan? Dea bertanya kepada kedua adik nya. " kak bima mungkin sedang mengaji di masjid kak"
oh, ya sudah makan lah martabak nya nanti keburu dingin lagi, jangan lupa sisain buat kak bima yah. " siap kakak" kedua adik dea menyahut perkataan dea dengan riang.
keluarga santoso, mempunyai 4 orang anak, diantara nya tiga perempuan dan satu laki-laki.
" ini bu, upah dea selama dea bekerja" dan hasil nya jauh dari kata memuaskan. sepertinya dea harus pergi ke kota saja bu, kata temen dea penghasilan di kota lumayan besar. Dea mau coba bekerja di ibu kota saja yah bu jadi pembantu rumah tangga.
dea berbicara kepada ibu nya seraya menyodorkan hasil dari keringat nya kepada ibunya.
__ADS_1
" ya sudah nak terserah kamu saja" nasib adik-adik kamu bergantung dari kamu. kalau menurut kamu itu yang terbaik, kenapa gak di coba.
" iya bu, Dea nanti coba tanya sama Rina temen Dea" siapa tau majikan Rina lagi butuh pegawai baru.
iya nak, ibu cuma bisa mendo'akan mu, semoga apa yang kamu harapkan bisa terwujud, semoga kamu dapat majikan yang baik. terima kasih nak sudah menjadi anak yang berbakti untuk ibu dan bapak mu.
ibu cuma berpesan disana kamu hati - hati yah nak, jaga diri lamu baik - baik.
ibu Dea menasehati putri sulung nya seraya menggenggam kedua tangan putri nya.
cukup di sini dulu yah perkenalan kisah ku 🤗🤗
semoga menghibur 🌷🌷🌷
__ADS_1
tetima kasih bagi yang sudi mampir ke karya abal - abal ku....