Kisahku Tak Seindah Impianku

Kisahku Tak Seindah Impianku
Bab 17


__ADS_3

Di sana selepas makan malam Marghareta menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Aditya, mereka kini berada di dalam kamar Marghareta ketika mereka mengunjungi rumah Tuan Chandra tersebut.


"Mas, bagaimana dengan Dea, apa kamu tidak khawatir dengan nya, kamu sudah menghubunginya kan?" tanya Reta yang mengkhawatirkan madu nya di rumah hanya berdua saja dengan mbak Sri.


"Sudah ada pembantu yang menemaninya, gak usah kamu khawatirkan dia, dulu kita sering meninggalkan nya sendirian di rumah kita." jawab Adit dengan santai, tangan nya mengelus lembut kepala istrinya itu.


Reta sedikit berpikir, memang benar apa yang di katakan suaminya, dulu mereka sering meninggalkan mantan pembantunya itu yang kini menjadi madu Reta tersebut, dan Reta tidak pernah mengkhawatirkan Dea, lalu mengapa kini tiba-tiba hatinya gusar? Apakah ia hanya ingin menunjukkan rasa pedulinya dengan madunya tersebut di hadapan suaminya? Ataukah rasa cemburu yang sengaja ia tutupi agar tak terlihat di depan Aditya?


Entahlah, yang jelas kini hati Reta tak tenang seperti ada yang mengusik hatinya rasa menggelitik yang sulit untuk di ungkapkan, rasa cemburu sekaligus rasa tak ingin kehilangan mendominasi dirinya.


Itulah konsekuensi nya jika ia sudah bermain dengan hati, harus siap berbagi, harus siap suaminya jika tak selalu ada di sisinya, tapi kenapa? hatinya kini bergejolak seolah tak ingin suaminya membagi cintanya dengan orang lain.


"Mas,,,"

__ADS_1


"Hmmm,,,"


"Apakah kamu mulai mencintai Dea?" ucap Reta pelan.


"Kenapa?" jawab Adit seraya bangkit dari posisi nya dan memandang lekat-lekat istrinya.


"Kenapa kamu tiba-tiba berkata seperti itu?" selidik Adit


"Aku takut kehilanganmu mas, aku takut kamu mencampakkan ku, aku takut kamu akan berpaling dariku," ucap Reta, air matanya kini sudah jatuh di atas pipi mulus nya.


Adit merengkuh tubuh istrinya kedalam pelukan nya, berusaha memberikan ketenangan untuk istrinya, pasalnya Adit juga tidak tega jika istrinya terlalu larut dalam kesedihan.


"Biarkan aku menyelesaikan tugasku, dan jika semua nya sudah beres kita bisa hidup bahagia bersama." ucap Adit menenangkan.

__ADS_1


Reta semakin erat saja memeluk tubuh sang suami, dan malam itu pun terjadi lagi adegan suami istri yang layaknya pasangan lain lakukan.


*****


Di rumah besar milik Aditya, Dea berada di meja makan, di depan nya banyak makanan seperti lauk dan sayuran yang menggiurkan bagi siapapun yang melihatnya, tapi tidak bagi Dea, pikiran nya kini melayang pada suaminya yang kini sedang memadu kasih dengan istri pertamanya di sana.


"Ahhhh kenapa aku selalu memikirkan pak Adit yah? padahal baru seminggu aku menikah dengan nya, apakah aku sudah menyimpan rasa untuk pak Adit, apa mungkin aku sudah jatuh cinta dengan pak Adit?" gumam Dea dalam hati


Hatinya berkecamuk seperti ada dua cabang di dalam hatinya. Memilih antara cinta dan kebaikan nyonya Marghareta, tiba-tiba egonya muncul, ingin sekali memiliki suami dari orang yang telah menolongnya tersebut.


"Ahhh biarlah waktu yang berjalan, semoga saja aku tidak mengecewakan ibu Reta yang sudah terlalu baik terhadapku dan keluargaku." batin Dea berbicara kembali.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2