
...Akhirnya Dea memutuskan untuk memilih pergi meninggalkan rumah nya,...
" Dea pamit yah bu, doa'in Dea yah," semoga Dea bsa mendapatkan majikan yang baik. Dea janji akan membahagia kan Ayah dan ibu serta adik - adik.
" iya nak,,, ayah dan ibu akan selalu mendo'akan mu sayang" pesan ibu "jaga diri kamu baik - baik yah"
semoga apa yang kamu harapkan bisa terkabul, maafkan ayah dan ibu yang sudah membuat kamu susah nak, karena keadaan kamu sampe rela meninggalkan kami. ibu dea menasehati anak nya seraya memeluk dea, terasa berat sekali untuk melepaskan pelukan itu, hingga suara klakson mobil travel yang mau menjemput dea memecahkan keharuan yang mereka ciptakan...
ya sudah dea pergi yah, ayah sama ibu jaga kesehatan yah,, dan buat adik - adik kakak yang manis - manis tolong jagain ayah sama ibu yah, terutama kamu bima, kamu adalah anak laki - laki satu - satu nya di keluarga ini, kamu harus jadi anak yang bertanggung jawab, kakak minta tolong jaga ayah dan ibu beserta adik - adik kamu yah. siap kak bima menjawab dengan tegas seraya mengangkat tangan nya seperti menunjukan sikap hormat nya.
__ADS_1
mobil pun berjalan pelan meninggalkan kediaman pak santoso, dea tidak bsa menahan rasa sesak di dadanya. air mata yang sedari tadi dea tahan akhirnya meluncur dengan sendirinya, memang terasa berat jika kita harus meninggalkan orang - orang yang kita sayang, tapi apa boleh buat, keadaan yang memaksa dea untuk meninggalkan mereka dan memilih mengadu nasib di kota orang, segenggam do'a dan secercah harapan yang dea pegang telah menjadi kekuatan besar bagi diri dea.
inti dari hidup dea adalah berjuang untuk orang - orang yang dea sayangi. ( semangat dea ) dea menyemangati dirinya seraya mengusap air mata di pipi mulus nya.
mobil berhenti tepat di pelataran yayasan tenaga kerja, dea turun dengan perlahan menuju pintu masuk yayasan, ketua yayasan sudah menunggu dea di pintu masuk beserta beberapa pengurus yayasan lain nya.
"wa'alaikum salam" jawab mereka serempak. oh jadi kamu dea yah, mari silahkan masuk, ketua yayasan itu mengajak dea masuk seraya menggiring dea menuju sofa. wi tolong bikinin minum untuk mbak dea beserta beberapa cemilan nya juga yah, ibu ketua yayasan itu menyuruh salah satu pengurus yayasan yang bernama dewi. jadi begini dea, nanti sore akan ada calon majikan yang mau membawa kamu untuk bekerja di rumah nya, berhubung hanya kamu yang ada di sini, apakah kamu bersedia menerima tawaran kerja dari orang itu? soal nya calon tenaga kerja yang di lampung masih dalam perjalanan menuju ke sini kemungkinan besok baru tiba di sini. Dengan mantap dea menjawab, saya bersedia bu, bagi saya lebih cepat akan lebih baik, saya berjanji akan melakukan pekerjaan itu dengan baik....
Terima kasih dea ketua yayasan itu atau tepatnya pemilik yayasan tersenyum manis kepada dea.
__ADS_1
pekerjaan seorang pembantu bukan berarti pekerjaan yang hina, bagi dea pekerjaan itu adalah pekerjaan yang sangat mulia, setidak nya dea berusaha untuk bisa membahagiakan keluarganya, semangat yang di miliki dea begitu besar sehingga dea bisa sampai di ibu kota untuk mengadu nasib di kota yang terkenal keras ini. dengan berbekal do'a serta nasehat yang di berikan oleh kedua orang tua dea ia begitu bersemangat untuk meraih pundi - pundi rupiah yang akan di raih nya.
catatan penulis 🙄
🍁🍁🍁
hiks hiks apalah aku ini yang setengah otakku agak sedikit gesrek, maafkan hamba ya ALLAH yang blm bisa mrndapatkan ilham untuk membuat cerita ini menjadi hidup,,, semoga readers gak suka yah 🤧🤧🤧
otak ku ga bisa mikir, mohon di maapkeun 🙏🙏
__ADS_1