
Di sana, di ibu kota, ada seorang wanita yang sedang melamun, pandangan nya kosong menatap nanar taman yang penuh bunga di depan nya.
Pikiran nya melayang memikirkan suami yang beberapa hari lalu ia nikahi secara siri, yah,,, Dea kini sedang duduk di taman belakang. Memikirkan suaminya yang hingga saat ini belum mengabarinya, Dea galau, ingin menghubungi sang suami yang tak lain adalah mantan majikan nya tapi tak berani, hati nya terlalu ciut untuk peduli dengan suami siri nya.
"Ahhh lebih baik aku menghilangkan stres dengan jalan jalan di sekitar komplek", gumam Dea dalam hati. Dea bangkit dari posisi nya, membenarkan sedikit penampilan nya, lalu ia keluar dari gerbang rumah besar milik majikan nya yang kini telah menjadi suami nya.
Berjalan menyusuri jalanan komplek, terkadang Dea berpapasan dengan beberapa tetangga dan juga teman seprofesinya dulu.
"Hai Dea," Rina yang tak lain adalah teman sekampung nya menyapa Dea dengan ramah.
"Hai Rin, lam tak jumpa." jawab Dea sopan.
"Iya aku sibuk De, majikan ku dua minggu ini keluar kota mengunjungi orang tua nya, jadi terpaksa aku ikut dengan mereka, karna aku harua menjaga anak majikan ku." seloroh Rina dengan lesu.
"Aku kangen kamu De," Rina memeluk erat tubuh Dea, dengan manja nya ia menyandarkan kepalanya di bahu Dea.
Dea terkekeh dengan kelakuan Rina yang hingga saat ini masih sama seperti dulu.
"Oh iya De, bulan depan aku akan menikah." Rina menyampaikan kabar bahagia nya pada Dea.
__ADS_1
"Wah,,, selamat yah Rin, tapi btw lelaki mana yang bisa membuat hati sahabatku ini kepincut?" tanya Dea penasaran.
Rina tersenyum, pasalnya ia juga malu dengan calon suami nya yang sebenarnya Dea juga mengenalnya dengan baik.
"Ahh nanti kamu juga akan tau." cetus Rina malu malu.
"Diihhh,,, main rahasia rahasiaan nih ceritanya." goda Dea.
"Gak gitu juga De, aku malu cerita sama kamu."
Mereka berjalan menuju taman komplek, seperti biasa memang mereka selalu bertemu di area taman, terkadang sambil mengajak anak yang di asuh Rina untuk bermain di taman tersebut.
Mereka duduk di bangku panjang yang tersedia di taman. Berbagi cerita selama dua minggu ini memang mereka tidak saling jumpa, pernikahan siri antara Dea dan majikan nya pun di sembunyikan oleg Dea. Hanya Marghareta dan keluarga Aditya saja yang mengetahui perihal pernikahan siri tersebut.
"Oh yang tukang sayur langganan majikan ku itu yah?" Dea malah bertanya balik.
"Hah,,,, jadi kamu akan menikah dengan mas Rendi?" tanya Dea kaget.
"Bukan." jawab Rina datar.
__ADS_1
"Terus?" Dea menuntut penjelasan dari Rina, ternyata sahabatnya itu penuh dengan teka teki yang susah di tebak.
"Rin,,, kok malah bengong sih? aku kan jadi penasaran." ucap Dea seraya menggoyang goyangkan pundak Rina.
"Aku akan menikah dengan bosnya Rendi." ucap Rina lesu.
"Hah,,, bukankah, bang Rahmat itu sudah punya istri yah?" Dea begitu kaget dengan kenyataan yang ia terima.
"Iya, tapi katanya sih udah cerai sama bininya." ucap Rina kesal, pasalnya ia sebenarnya tak ingin menikah dengan duda yang baru cerai dengan istrinya tersebut, Rina terpaksa karna bapak nya selalu menuntut dirinya menikah dengan duda satu anak tersebut.
"Aku terpaksa De,,, bapakku selalu memaksa aku untuk menikah dengan duda juragan sayur itu," ucap Rina, pandangan nya menerawang memandang kosong anak anak yang sedang bermain di sana sore itu.
"Sabar Rin, mungkin ini jalan yang terbaik untuk kamu, dan nasibmu akan berubah menjadi istri juragan sayur." ucap Dea menenangkan.
"Tapi gak gitu juga De, aku kan pengin nikah sama pujaan hati ku bang jungkook, ya kali aku harus nikah sama duda juragan sayur, emang sih tampangnya keren, tapi kamu bayangin aja deh De, aku nikah sama om om yang umurnya dua kali lebih tua dari aku."
Deg,,,
Dea teringat nasibnya sendiri, pernikahan nya lebih buruk dari nasih Rina, jika Rina menikah dengan duda tetapi menjadi satu satu nya istri, sedangkan dirinya menikah dengan lelaki yang memang umurnya dua kali lipat dari dirinya, tetapi hanya nikah siri, nikah kontrak, nikah yang hanya diatas kertas, dan jika ia sudah melahirkan anak ia harus rela memberikan anak itu untuk majikan nya. Miris memang, membayangkan saja ia tak sanggup, bagaimana jika dirinya jatuh cinta dengan lelaki yang kini usia nya tujuh belas tahun lebih tua darinya. Dea gamang dengan semua pikiran yang ada di otaknya.
__ADS_1
"Dea,,, Dea,,, Rina memanggil manggil Dea yang kini sedang terbengong seolah banyak pikiran yang bersarang di otaknya.
Bersambung....