
Dea mengerjapkan matanya, meraba-raba di area samping berharap dia menemukan sesuatu yaitu orang selalu masuk dalam pikirannya, orang yang sudah dua hari ini mengganggu otaknya, hanya dia yang selalu ada dalam bayangannya, siapa lagi kalau bukan suami kontraknya yang tak lain adalah Aditya, mantan majikannya yang kini menjadi suami nya. Dea berjanji pada dirinya sendiri dia tidak akan menyematkan cinta di hatinya untuk Aditya, tapi nyatanya perasaan nya tidak bisa di bohongi, walaupun Dea sering kali menepis perasaan nya tapi tetap saja dirinya tidak bisa membuang rasa yang ada di dalam hatinya.
"Kamu belum pulang mas," gumam Dea lirih, ia mengusap rambutnya dengan gusar, menjambak rambutnya yang kini ia merasakan sedikit pusing, entah kenapa tubuhnya juga merasa lemas apa mungkin efek dari kemaren dirinya tidak makan? Dea hanya makan sesendok saja semalam.
Dea segera turun dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, di liriknya jam dinding yang ada di dinding kamar nya.
"Sudah jam delapan, kepala ku pusing banget nih," gumam Dea sembari berjalan menuju kamar mandi sambil memegang kepala nya dengan satu tangan.
__ADS_1
Masuk ke dalam kamar mandi, berfikir di dwepan cermin pantulan dirinya terpampang jelas di sana, ahh sungguh sulit bagi Dea menahan rasa rindu yang melanda, apakah ini cinta ataukah rindu sesaat, karna beberapa hari tak bertemu, Dea gusar dengan hatinya, mencoba menepis pun hanya akan membuat dirinya frustasi.
"Apa kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan mas?" gumam Dea pada dirinya sendiri.
Dea terpaku sejenak, membayangkan malam pertama dirinya saat pertama kali Adit menyentuhnya, hatinya merasakan debaran yang begitu besar, uhhh membayangkan saja sudah membuat dirinya senyum-senyum sendiri, apalagi Adit sudah menyentuh dirinya beberapa kali, membuat wajah Dea semakin bersemu saja ketika dirinya membayangkan malam itu, bayangan sentuhan demi sentuhan Adit teringat jelas di ingatan Dea membuatnya seakan kembali terbang ke nirwana. ha haa membayangkan saja sudah seperti itu apalagi melakukannya? Moment seperti itu memang sangat penting bagi Dea, dirinya tidak pernah merasakan cinta, seharusnya gadis seumuran Dea kini sedang menikmati masa pacaran menikmati indahnya masa muda, tapi moment itu tidak pernah Dea rasakan, bahi Dea pernikahan sederhana nya dengan Adit sudah menjadi moment yang paling penting dan bahagia bagi dirinya.
Dea segera menyelesaikan ritual mandinya, dia sudah terlalu lama membayangkan hal absurd menurutnya.
__ADS_1
*****
Di sana ada sepasang suami istri yang baru saja selesai menjalani ritual mandinya, tapi bukan hanya sekedar mandi bersama, ritual mandi yang di barengi dengan aktifitas panas, aktifitas panas di bawah guyuran air shower yang membuat aktifitas mereka semakin menggila.
Kini kedua nya sudah keluar dari dalam kamar mandi, bahkan sudah memakai baju nya masing-masing, Reta sedang menyisir rambutnya di depan cermin meja rias, sedangkan Adit kini duduk di pinggir kasur sembari memegang ponselnya.
Adit sudah mengetik beberapa kata tapi kemudian ia hapus lagi dan mengurungkan pesan itu pada seseorang.
__ADS_1
"Pagi, kamu sedang apa?" kata yang di tulis Adit yang akan di kirimkan ke ponsel Dea, tapi kemudian ia urungkan dan menghapus semua pesan nya.
Bersambung...