Kisahku Tak Seindah Impianku

Kisahku Tak Seindah Impianku
Bab 24


__ADS_3

Adit membolak balikan tubuh Dea, khawatir dengan keadaan Dea sampe segitunya. Padahal dengan Reta ia tak pernah sekhawatir ini, mungkinkah benih-benih cinta terhadap Dea sudah mulai tumbuh? Adit pun belum mengerti dengan perasaan nya.


"Mas,,, mbak Reta mana? tanya Dea yang menyadari madunya tak nampak di penglihatan matanya.


"Reta masih ingin menyendiri, dan dia juga masih banyak pekerjaan di Bandung, jadi Reta tidak bisa pulang bareng aku." ujar Adit menjelaskan.


Dea hanya mangut-mangut seolah mengerti deengan semua ucapan Aditya.


"Mas, apakah mbak Reta marah saama Dea?"


"Ssstttt,,, jangan ngomong seperti itu, kamu jangan banyak pikiran dulu De," ucap Adit seraya mengelus puncak kepala Dea dengan lembut.


Di perlakukan seperti itu serasa ada yang berdesir di dalam hati Dea, rasanya nyaman sekali sehingga Dea memejamkan mata sejenak untuk menikmati sentuhan Aditya tersebut.


"Kenapa rasanya berbeda sekali, nyaman banget, ingin sekali aku menghentikan waktu sebentar, agar aku bisa tetap seperti ini terus." gumam Dea dalam hati. Tapikemudian Dea menggelengkan kepalanya dengan cepat, rasanya ia tak berhak memilki Aditya, ia hanyalah rahim pengganti yang telah di bayar oleh mereka.


"Tidak, tidak, aku gak boleh seperti ini, aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk memberikan anak pada mereka berdua." ucap Dea dalam hati seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kamu kenapa De?" tanya Adit yang menyadari keanehan pada diri Dea.


"Gak papa mas." ucap Dea kikuk.

__ADS_1


"Ya sudah kalo gitu, kamu makan dulu yah, kata dokter kamu harus banyak makan dan istirahat cukup, sini aku suapin." Adit mengambil makanan yang sudah tersedia di meja nakas, dengan telaten Adit menyuapi Dea, begitu perhatian layaknya pernikahan mereka di landasi oleh cinta, padahal yang Adit inginkan dari Dea adalah seorang anak.


"Semoga hati ini tak berkhianat." gumam Dea dalam hati. Ia mulai tak tenang dengan perilaku


suaminya tersebut.


"Mas, aku boleh minta sesuatu gak?" tanya Dea takut-takut.


"Apa, katakanlah."


"Aku pengin tinggal terpisah dengan mbak Reta, aku gak ingin mbak Reta tersiksa, wanitamana sih yang rela suaminya di bagi dua? aku yakin mas, hati mbak Reta pasti sakit, akubisa nerasakan hal itu, aku jadi gak enak sama mbak Reta."


"Aku juga memikirkan hal itu, nanti setelah kamu sembuh, aku akan mencari rumah buat kamu, tapi sebenarnya aku ada apartemen sih deker kantor, dulu sebelum nikah sama Reta aku tinggal di apartemen itu, sudah lama banget aku gak kesana, tapi aku sering nyuruh pembantu mama buat bersihin apartemen itu sih." papar Adit, tangannya masih menyuapi Dea dengan telaten.


"Ternyata orang sakit doyan makan juga yah." ucap Adit terkekeh.


"Issh, apaan sih mas, aku kan dari kemaren gak makan, entah kenapa setelah melihat kamu nafsu makan ku jadi kembali, apalagi kalo di suapin." ujar Dea malu-malu.


"He hee," Adit kembali terkekeh dengan ucapan Dea, lucu sekali istri kecilnya itu, hanya berdua saja dalam satu ruangan membuat keduanya leluasa untuk bercanda.


"Obatnya di minum yah." ucap Adit perhatian, tangannya mengambil obat yang sudah tersedia diatas nakas.

__ADS_1


"Ya sudah, kamu istirah yah." titah Adit, tangannya menarik selimut hingga dada Dea.


"Makasih mas."


"Makasih untuk apa?"


"Makasih kamu udah datang kesini."


"Itu sudah kewajibanku sebagai seorang suami."


Mereka saling tersenyum, sembari memandang wajah satu sama lain, hingga Adit mendaratkan bibir nya diatas kening Dea, mengecupnya dengan lembut, memberikan sensasi yang berbeda bagi keduanya.


"Istirahatlah"


Dea hanya memberi jawaban dengan anggukan saja.


Adit melihat Dea yang sudah memejamkan matanya, ia lalu berjalan menuju sofa yang berada di sudut ruangan tersebut. Adit teringat dengan pesan Reta, ia segera mengambil benda pipih dari dalam saku jasnya dan menyalakan benda tersebut.


"Aku sudah sampai di Jakarta." send...


Bersambung....

__ADS_1


Maaf jika gak nyambung, makasih buat yang udah mampir di karyaku, jangan lupa jaga kesehatan.


__ADS_2