
Setelah Dea puas berjibaku dengan hatinya sendiri ia segera menyelesaikan makan malamnya yang sedari tadi belum ia sentuh sama sekali, ia menyendok secentong nasi lalu menyendok beberapa lauk dan sayur, baru satu sendok ia memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya, rasanya ia sudah kenyang dengan apa yang dia makan, bagaimana tidak, Dea sedari tadi hanya diam di depan meja makan hingga saat ini sudah jam sepuluh malam, nafsu makan nya kini sudah hilang, dan Dea pun meninggalkan meja makan lalu masuk ke dalam kamarnya.
Sebelum masuk kamar ia menyuruh mbak Sri untuk merapikan meja makan kembali.
"Mbak,,, tolong bersihkan meja makan yah." titah Dea dengan sopan, biasanya Dea yang membersihkan dan mencuci piring sendiri ketika selesai makan, tapi entah kenapa tubuh Dea sekarang terasa lemas dan pegal-pegal, hingga dirinya malas untuk mengerjakan sesuatu, seharian ini Dea kebanyakan melamun dan berpikir keras, membuat dirinya tak bertenaga untuk melakukan hal yang biasa ia kerjakan.
"Pak Adit sedang apa sekarang? kok ga mengabari ku sama sekali?" hati Dea berkecamuk kembali, ia masih saja terus memikirkan suaminya yang kini mungkin sedang melakukan aktifitas ranjangnya di sana.
__ADS_1
"Ahhh ngapain sih aku terus saja mikirin dia, paling juga dia lagi bermesraan dengan bu Reta." ucap Dea kesal.
Setelah ia puas dengan asumsi dan pikiran pikiran buruk terhadap suaminya, Dea kini terlelap di dalam selimut yang membungkus dirinya.
*****
Reta tersenyum miris melihat pantulan dirinya kini banyak bekas tanda merah yang suaminya tinggalkan akibat aktifitas panasnya semalam.
__ADS_1
"Entah kenapa aku semakin tak rela mas, padahal aku yang memaksa mu untuk menikah lagi."gumam Reta lirih, ada bulir air mata yang bergulir di atas pipinya, perih memang membayangkan jika dirinya di campakkan suami nya tersebut.
Setelah puas dengan pikiran nya sendiri, Reta menyalakan kran shower dan membasahi tubuhnya dengan air dingin, rasa dingin yang menderu tidak lagi ia rasakan, ia hanya ingin mendinginkan rasa panas di dalam tubuhnya.
Selesai dengan ritual mandinya Reta keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang membalut dada dan bagian intinya serta handuk kecil yang membungkus kepalanya, berjalan dengan mengendap-endap agar sang suami tidak terjaga dari tidurnya. Tapi Adit sedari tadi sudah mengerjapkan matanya, meraba posisi di sebelahnya, mencari keberadaan istrinya tersebut.
Mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, Adit berpira-pura tertidur, memejamkan matanya kembali agar sang istri tak curiga, dan benar saja, dengan gerakan cepat Adit membawa tubuh istrinya nya naik ke atas ranjang dan masuk ke dalam selimut, handuk yang sedari tadi menutupi tubuh Reta kini sudah tergeletak di lantai begitu saja. Dan pagi itupun terjadi lagi aktifitas panas yang menguras tenaga bagi pasangan suami istri tersebut.
__ADS_1
Bersambung...