
Setiba di Bandung Adit langsung mengunjungi rumah sang mertua,
Assalammu'alaikum,
Wa'alaikum salam,,,
Loh den Aditya kok ga sama non Reta?
tanya mbok Sur sang asisten rumah tangga mertua Aditya...
Memangnya Reta ga di sini kah mbok? tanya Aditya
Non Reta tidak ada den,,, mbok jadi bingung ucap mbok Sur sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal, ya sudah den masuk dulu, ucap mbok Sur, Aditya mengabaikan ucapan mbok Sur, ia bergegas pergi meninggalkan mbok Sur yg semakin kebingungan melihat tingkah Aditya...
Aditya segera berlari menuju mobilnya dan mobil pun melesat dengan cepat menuju butik Margareta...
Sesampainya di butik, Aditya segera berlari ke lantai atas untuk mencari keberadaan istrinya,
tanpa mengetuk pintu Aditya dengan tidak sabar segera membuka pintu dengan kasar, terlihat Margareta sang istri yang masih terlelap di bawah selimut dengan mata yang sembab.
sayang,,,, Aditya mengusap puncak kepala Margareta dengan lembut, rasa rindu yang sedari kemaren terpendam kini kembali terurai, dengan lembut Aditya mengecup kening Margareta, ciuman itu turun ke mata, pipi, dan berakhir di bibir,,, Margareta membuka matanya, ia kaget dengan keberadaan suami nya.
Mas,,,, kok kamu bisa di sini? mana Dea? kok kamu ninggalin dia? Begitu banyak pertanyaan yang di lontarkan Margareta kepada Adit.
sssstttttt,,,, jangan pikirkan yang lain sayang, aku rindu,,, aku kangen kamu,,, jangan kaya gini,,, aku merasa tersiksa, ucap Aditya dengan nafas yang menderu,,,, mmmmm,,,, dengan rakusnya Aditya ******* bibir Margareta,,,
Begitupun Margareta yang mulai terpancing dengan apa yang di lakukan Aditya terhadapnya,,, satu per satu pakaian yang di kenakan Margareta di lepas dengan paksa,,,
__ADS_1
Sayang,,, bisikan halus yang di ucapkan Aditya ditelinga Margareta membuat Margareta semakin tidak bisa menguasai dirinya.
tanpa di tahan lagi mereka melepas hasrat yang sedari kemaren Aditya tahan...
kalian bayangin sendiri yah menurut versi kalian masing - masing 🤣🤣
Terima kasih sayang,,, ucap Aditya sembari mengecup kening Margareta,
Margareta hanya mengangguk lalu tersenyum kepada Adit,,,
Maafkan aku, sudah membuat kamu berada di titik yang paling sulit, aku tidak bisa berbuat apa apa, aku tidak bisa membahagiakan mu,,, aku gak tau bagaimana marah nya papi kamu, ketika tau anaknya di madu...
maaf,,, maafkan aku sayang,,, ucap Aditya dengan tulus.
Air mata Margareta meluncur dengan sendirinya, begitu sesak dan sakit apa yang di rasakan Margareta, walau bagaimana Margareta menyembunyikan luka itu, tapi tetap saja rasa sakit yang dia rasa tidak bisa tertahan. Margareta selalu bersikap seolah olah tidak terjadi apa apa dalam rumah tangga nya, begitu hebat sosok Margareta, walaupun begitu pahit apa yang dia alami tetapi dia selalu berusaha untuk tersenyum.
Mereka menyudahi pembicaraan mereka, yang berujung dengan mandi berdua,,, mungkin untuk saat ini mereka merasa paling bahagia di atas dunia,,, mereka saling tertawa bersama , sebelum pernikahan Aditya dan Dea mereka memang selalu bahagia, sejak keluarga Aditya mulai menuntut keturunan, rumah tangga mereka mulai di datangi badai yang tiada habisnya,,,
Setelah selesai mandi, mereka segera bersiap siap untuk kembali ke rumah orang tua Margareta, rencananya Aditya ingin berkata jujur perihal pernikahan nya dengan Dea,,, tapi tiba tiba saja Margareta melarang Aditya untuk berkata jujur kepada orang tua Margareta, pasalnya Papi Margareta mempunyai riwayat penyakit jantung, Margareta takut kondisi papi nya drop.
Mas,,, sepertinya kita harus menyembunyikan pernikahan kamu sama Dea deh,,, aku ga sanggup kalau kondisi papi drop lagi nantinya,
aku belum siap untuk itu mas,,, bagaimanapun kondisi rumah tangga kita, aku akan berusaha untuk tetap bahagia mas, walaupun hati aku sakit, aku akan tetap menunjukkan bahwa aku bahagia di depan semua orang. Aku minta tolong sama kamu mas, tolong bantu aku untuk menjaga rahasia kita kepada kedua orang tua ku yah mas,,,
Ya sudah kalau memang mau kamu seperti itu sayang, aku akan coba turuti permintaanmu, aku bangga sama kamu, kamu wanita tangguh, walaupun aku tau apa yang kamu rasakan, tapi kamu tetap berusaha menyembunyikan itu dari semua orang dengan sempurna,,,, salut aku sama kamu sayang,,, ucqp Adit seraya mengecup kening Margareta.
Mobil Aditya melesat meninggalkan butik Margareta menuju kediaman orang tua Margareta, kebetulan jalanan juga lumayan sepi, sehingga mereka tiba di kediaman orang tua Margareta dengan cepat....
__ADS_1
Tepat pukul 12.00 mereka tiba di kediaman orang tua Margareta,,,,
Assalamualaikum, ucap mereka serempak
wa'alaikum salam, ucap Nyonya Chandra dari dalam rumah.
Wahhhh,,, kebetulan sekali kalian datang di waktu yang tepat, kami baru saja mau makan siang,,, yukk masuk makan siang sama sama, ajak nyonya Chandra.
Iya mi, kebetulan Reta juga kangen sayur asem bikinan mbok Sur,,,
lah,,, kok kebetulan banget mbok Sur memang masak sayur asem hari ini...
waaahhh,,, rejeki emang gak kemana yah mi, ucap Adit menimpali percakapan mereka.
ya sudah masuk yukk,,,,,
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
hai hai hai,,,, aku come back nih,,,
sorry yah baru hadir lagi,,, aku sibuk epribadeh
maapkeun aku ya para readers
🤗🤗🤗
semoga kalian sehat sehat selalu 😘😘
__ADS_1