
"nggak nyonya terimah kasih tapi saya betul betul tidak sakit aku cuma datang bulan jadi ada nyeri sedikit ,kata emha berbohong.
"tapi maaf tuan nyonya non riri saya mau meminta waktunya sebentar kalau tidak keberatan.
mereka bertiga saling pandang ada rasa heran mengapa emha tiba tiba begitu.
"iya silahkan emha,kata tuan.
"apa gerangan yang akan kau sampaikan kepada kami?
"anu....tuan...anu...tuan...
"emha ngomong dengan jelas jangan takut.
"aku mau melanjutkan sekolahku di jakarta tuan.
mereka bertiga saling pandang.
"mengapa harus di jakarta di sini aja
kami akan membiayai kuliahmu.
"tapi tuan aku mendapatkan beasiswa dari sekolahku tapi harus di jakarta.
"baiklah emha kalau itu keputusanmu
kami tidak bisa menghalangimu,kata tuan dengan nada berat.
"baiklah emha kamu boleh pergi tapi seandainya kamu ada merindukan kami
sekali kali datanglah kemari.
sambung nyonya.
sedangkan riri hanya diam membisu dengan adanya emha di rumah ini riri tidak pernah merasa kesepian.
setelah semua berangkat emha menelpon ratna.
"halo .....rat..
"iya...halo..emha.
"ada apa emha?
"bisakah kita ketemu siang ini ada yang harus aku bicarakan.
"bisa bangeeet sayang,
__ADS_1
"kata ratna.
"okey...kita ketemu di tempat biasa ya.
"ya udah aku siap siap dulu.
"siiip kata ratna.
siang itu emha dan ratna ketemuan di tempat biasa lalu menceritakan semuanya sambil menangis .
tak lupa emha berpesan kepada ratna
tidak membicarakan semuanya termasuk fakultas dan alamat yang akan ditempati mereka berdua kepada ari.
emha dan ratna akan berangkat sama sama lusa di sana juga mereka akan tinggal bersama karna emha akan numpang di rumah ratna toh ratna juga tinggal sendiri .
setelah mereka selesai menghabiskan minuman yang di pesan.
mereka pun lanjut mengurus semuanya
termasuk surat suratnya.
hari sudah sore emha melirik hpnya
ada pesan masuk.
emha lalu menyimpan kembali hpnya kedalam tasnya lalu pamit sama ratna untuk pulang.
emha sudah sampai di tempat yang di maksud ari.
akan tetapi ari tidak kelihatan apa mungkin dia sengaja tidak datang.
tiba tiba emha di kejutkan sebuah pelukan dari belakang emha langsung
menggeliat untuk melepaskan pelukan itu akan tetapi pelukan itu makin erat .
emha juga merasakan pelukan itu tak asing baginya sejenak emha terhanyut
dengan kelembutan dan kehangatan.
pelukan ari yang akan segera menjadi kenangan entah pahit ataupun manis
tapi emha dengan cepat melepaskan pelukan ari.
emha takut jika lama lama berpelukan
akan terulang kisah yang baru berapa malam berlalu.
__ADS_1
kenapa terlambat, apa hal yang akan kau sampaikan kepadaku,kata emha dengan sinis.
mengapa kau jadi begini yank?tanya ari.
emha tidak langsung menjawab
dia cuma menjatuhkan badannya di sebuah bangku lalu menangis.
"mengapa abang ini harus terjadi sama kita?
"mengapa abang harus di jodohkan?
"bagaimana nasibku semuanya telah abang renggut!
"ari hanya diam membisu dalam pikirannya bertanya dari mana emha tau sementara dia belum bicara sepatah kata pun.
ari merangkul emha lalu bertanya,
dari mana kau tau yank kalau aku di jodohkan?
"abang jangan pura pura bodoh,
kata emha
"ya aku tahulah abang karna aku dengar
percakapan mama papa abang dengan kedua orang tua non riri!
"apaaaaa..........riri?
"apa hubungannya dengan mereka emha?
tanya ari dengan penuh rasa kaget.
"iya abang.
"abang di jodohkan dengan non riri.
"masa orang tua abang nggak ngasih tau abang.
suara emha melemah setelah tau jikalau
ari belum tau dirinya di jodohkan dengan riri.
ari berdiri dan menarik napas panjang.
"emha aku datang kesini dan memintamu menemuiku tiada lain karna aku sangat mencintaimu dan ingin menebus kesalahanku terhadapmu.
__ADS_1