
kini emha berjalan mendekati ratna sambil merentangkan tangannya tanda ingin di peluk ratna pun menyambutnya dengan pelukan hangat akhirnya mereka kembali berpelukan kedua sahabat ini memang sangatlah sejatinya sahabat.
''aku percaya kamu .
''kamu tak akan pernah berkhianat.
''terimah kasih karna kamu selalu ada untuk kami.
''sama sama,aku hanya ingin kalian berdua bahagia.
''semoga kamu cepat melupakan ari.
''amin.
sementara di tempat lain ada hati yang sedang gelisah .
siapa lagi kalau bukan ari ,kini dia duduk di dalam ruangannya sambil termenung mencoba menghitung hari dan bulan kemudian meletakkan kelender kecil yang tadinya ada di dalam genggamannya,sambil berkata
''sudah jalan tiga bulan aku kembali dari kota tapi mengapa ratna tidak pernah mengabari aku begitu juga dengan info penarikan dari kartu yang aku berikan pada ratna tak pernah sama sekali ada laporan masuk.
__ADS_1
''apa emha tau soal ini?
''ataukah ratna yang sudah berkhianat dengan janjinya.
''kira kira anakku sudah besar kayak apa ya?
''gimana kabar mereka?
''kayaknya aku harus kesana aku sudah sangat rindu sama mereka.
sepulang dari kantor ari langsung menemui istrinya lalu memberi tau kalau dia sore hari ini juga akan berangkat kekota besar karna ada pekerjaan mendadak, semula riri minta ikut akan tetapi ari melarangnya dan menjelaskan kayak apa pekerjaan yang akan di jalani di sana .
''karna pekerjaan kali ini akan mengunakan waktu banyak di luar rumah takut nanti kamu di sana malah bosan kalau kesepian di falam rumah.
''iyalah mas aku nggak usah ikut hati hati di jalan.
semua perlengkapan ari sudah siap begitu juga dengan dirinya.
''baiklah kalau begitu aku berangkat dulu.
__ADS_1
''nggal nunggu ibu dan bapak pulang mas?
''nggak usah titip salam saja soalnya aku takut telat.
''baiklah ,jangan lupa kalau udah sampai di sana telpon ya.
menurut riri ari sudah melupakan emha karna selama perdebatan ari dan kedua orang tuanya ari tak pernah lagi menyebut nama emha di depan riri apalagi di depan kedua orang tuanya.
bagi riri kini tak apa tak punya anak toh mertuanya juga tak terlalu menuntut keturunan darinya.
riri terlihat berjalan mengikuti suaminya sampai di depan mobil sambil menenteng tas kecil berisi berkas berkas milik ari sedangkan ari berjalan di depan riri sambil menenteng kopor kecil sesampainya di depan mobil ari lalu berbalik mencium puncuk kepala istrinya lalu pamit.
''aku berangkat ya sayang jaga dirimu.
''iya mas,mas juga ya hati hati di jalan jangan telat makan jaga pola tidur istirahat yang cukup dan jangan lupa nelpon kalau udah sampai ,kata riri sambil memeluk suaminya mendekapnya dengan erat seakan tak mau melepasnya.
''insya allah...ya ....sudah aku berangkat dulu,kata ari sambil melepaskan pelukan istrinya akan tetapi pelukan riri semakin erat membuat ari sukar untuk melepaskannya mau nggak mau mereka bercanda dulu ari mengelitik tubuh riri sehingga riri mengeliat karna geli di situlah kesempatan ari melepaskan diri sambil tertawa dengan lepas begitu juga sebaliknya dengan riri dia begitu bahagia sungguh pemandangan yang sangat indah dan sama sekali tak terlihat celah di mana lelakinya menyimpan satu nama yang lain di dalam hatinya.
dalamnya lautan bisa di ukur tapi dalamnya hati manusia tak ada yang bisa mengukurnya.
__ADS_1
begitulah perasaan ari selama ini dia mampu di bahagiakan oleh riri tapi riri tak mampu menghapus nama emha di dalam hati ari .